SIAPA YANG HARUS BERUBAH?

Dahulu kala ada seorang Raja yang sedang berkeliling untuk melihat keadaan rakyat dan negara yang ia pimpin. Tiba-tiba di tengah jalan kaki sang Raja tertusuk beling yang sangat tajam. Raja sangat murka. Ia berkata :

“Jalanan di tempat ini harus dilapisi kulit sapi agar kakiku tak lagi terluka setiap kali melewati jalan ini.”

Maka Raja memerintahkan para pegawai istana untuk mempersiapkan pembangunan jalan yang terbuat dari lembaran kulit sapi. Namun seorang bijak yang sedang melalui kerajaan itu berkata kepada Raja.


“Wahai, baginda Raja…daripada merencanakan proyek pembangunan jalan dengan menggunakan lembaran kulit sapi, alangkah baiknya jika baginda Raja membuat sepatu yang terbuat dari kulit sapi. Dengan demikian setiap kali baginda Raja berkeliling kerajaan, kaki baginda tidak akan dilukai oleh benda-benda tajam. Lagipula, sepasang sepatu hanya memerlukan selembar kulit sapi, tetapi jalan seluas ini pasti akan memerlukan banyak sekali lembaran kulit sapi. Bukankah itu namanya pemborosan?”

Sobat blogger tercinta, bukankah kita seringkali bersikap seperti raja di atas? Kita menuntut semua orang berubah demi kenyamanan diri sendiri. Kita tidak suka sikap suami. Kita mengeluhkan perlakuan seorang teman. Kita menggerutu atas kebiasaan isteri. Kita mencela tindakan anak kita, dan lain-lain dan seterusnya. Semua kekesalan ini membuat kita untuk mengeluh dan merasa tidak puas. Kita mulai menularkan sikap negatif yang akhirnya menyusahkan banyak orang. Padahal, dengan sedikit mengubah diri kita saja itu sudah cukup mengatasi masalah yang ada.

Kita menganggap diri sendiri yang benar dan orang lainlah yang salah. Orang lain yang harus berubah. Padahal penilaian kita tak selamanya benar. Mungkin saja diri kita yang tidak beres. Karenanya kita perlu mengoreksi diri sendiri secara jujur, bahwa kita pun memiliki kelemahan dan masih perlu dibentuk dalam banyak hal.

Masalahnya : Apakah kita bersedia untuk berubah? Apakah kita mau dikoreksi?

NOTE : LEBIH MUDAH MENGUBAH DIRI SENDIRI DARIPADA MENGUBAH ORANG LAIN.

Komentar

WK mengatakan…
Betul sekali..,

Mba, kapan2 sy minta koreksi dr mba ya..??
Rela Rahmah mengatakan…
serakah amat si raja.. kasian dong kalo banyak sapi yg kulitnya diambil cuma bwt dijadiin jalan..
Gaphe mengatakan…
bener mbak, itulah mengapa kita juga membutuhkan sahabat, keluarga, teman, sebagai pengingat/penasehat.
ammie mengatakan…
wah wah... kreatifnya dirimu mba... makannya opo sih ???? hhehe
DewiFatma mengatakan…
Saya mau kok dikoreksi, saya mau ada seseorang yang mengatakan pada saya, apa yang harus dirubah dalam diri saya.
Nice post!
agito-chan mengatakan…
mau kok, hehe.
tapi ada yang seru juga dari cerita itu. Bisa aja sang raja merintahin buat ngelapisin jalan pake kulit supaya rakyatnya juga bisa merasakan enaknya jadi bangsawan?
Bali Property mengatakan…
Tentu kita harus mau dikoreksi, karena untuk kebaikan kita juga, bahkan kita malah menginginkan kritik dan saran dari orang lain,
buktinya di blog ada kotak komentar juga hehe..
Bali Villas Bali Villa
ali mengatakan…
setuju dengan notesnya neh mbak...
andri K wahab mengatakan…
tiba2 saya jd ingin intropeksi diri nih mbak...nice post...^_^
michael mengatakan…
ok deh saya detuju .............

kalo bisa follow back yah !! saya sudah follow nih !
NOOR'S mengatakan…
sebelum mengoreksi orang lain memang semestinya mengoreksi diri sendiri dulu...saya setuju. Tapi klo dari ceritanya kyknya saya kurang sependapat....soalnya kalau kulit sapi hanya untuk sepatu raja berarti dia egois dong. Sang raja bisa saja tidak kena beling tapi rakyatnya kemungkinan besar masih bisa kena..ya nggak ? hehehe

Salam hangat & sehat selalu....
kira mengatakan…
yups, dari diri sndiri, rumah, tetangga, masayrakat, negara bahkan dunia.
Aulawi Ahmad mengatakan…
setuju, LEBIH MUDAH MENGUBAH DIRI SENDIRI DARIPADA MENGUBAH ORANG LAIN, walau kadang merubah diri sendiri itu juga gak mudah :)
AkaneD'SiLa mengatakan…
ah ya..
emang lebih mudah mengubah diri sendiri ketimbang orang lain
Yunna mengatakan…
yang namanya perubahan memang harus dimuali dari diri sendiri kan mbak....
Hariyanti Sukma mengatakan…
Terimakasih mbak .... bagus sekali untuk intropeksi diri nih mbak.
Emang sebaiknya kita sendiri dulu yang melakukan peubahan.
M A Vip mengatakan…
aku sedang berubah kayaknya, jadi jarang blogwalking.
Fahrie mengatakan…
Sapi yang malang...

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR