MERAPI, HUJAN DAN PACARKU
Cuma mau posting puisi yang dikirimkan sang pangeran bulan lalu. Semoga kalian nggak bosan membacanya. Kalau bosan, apalagi sampai mau muntah...nggak usah dibaca ya. Xi xi xi... Dan, kalo nggak ngerti artinya, jangan tanya saya. Wong, saya aja bingung.
Saya posting di sini buat kenang-kenangan di hari tua aja. Agar saya bisa bilang kepada anak cucu saya kelak : "Ini lho...puisi dari pacar nenek yang sekarang jadi ayah/kakek kalian. " Gubraaak!!! Ngayal mode on nya kejauhan ya. Ha ha ha....
MERAPI, HUJAN DAN PACARKU
Seorang pemuda mencangkruk di depan
menelan tegukan kopi terakhir....
Udara dingin basah...
mendorong orang menengadah
"Hujan pasti datang malam ini..."
Di ujung ruang..
bayi-bayi mulai kedinginan menangis..
laki-laki tua tersenyum manis....
meringis dengan empat gigi yang tersisa
"Wow....Hujan..."
"Malam ini Hujan"
Hujan Menderu ...
bagai kemarahan bidadari kecolongan selendang
malam gelap semakin gelap
rembulan mengintip jauh...
seakan sungkan mengintip pacaran anak muda jaman sekarang
malam dingin gelap
semakin gelap...saja
Anak-anak kecil tersenyum dalam dingin
mereka ..selalu tersenyum...
Segala yang melayang sudah tersapu air dan angin
Dendang kecil mengalun pelan membelah sunyi
Diiringi kerlap api lilin yang meliuk menari
"Tak lelo lelo legung
Tak lelo lelo legung"
Tak lelo lelo lelo legung
Tak lelo lelo lelo legung
"Besok mentari bersinar cerah, tole
Segala debu sudah tersapu bersama hujan"
Seolah mengerti Sang Bayi pun tersenyum...
lalu menangis : Oek Oek...
kemudian berak di pangkuan ibunya ...
"Hujan deras sekali ya pakne.."
"Iya bune..semoga langit cerah besok pagi...
Wahai...Sang Dewi angin utara yang membawa hujan...
Engkaulah hujan yang mendinginkan segala bara
Engkaulah hujan yang menyapu segala abu dan debu...
Seorang seniman berdiri takjub ....
tersenyum lama ..memandang lukisan...
"Hujan ini begitu mirip ...
.....dengan pacarku..."
Note : Buat sang pencipta puisi ini, terima kasih ya...untuk puisinya walaupun puteri stroberi masih bingung mengartikannya. He he he...
Komentar
::: pasti udah pangling denganku yah, karena aku sudah lama banget gak blogwalking, terlalu lama mensia-siakan perubahan elok sahabat blogger... T__T
::: aku cukup pangling, tapi senang, tampilan sang cerpenis makin teduh dan soft dengan warna ungu dan burung2 kecilnya... ^^
::: puisi ini menarik banget... karena memori yang muncul di ingatanku bersama sajak2nya... lucu juga...
::: salam hangat, maaf aku tak pernah berkunjung lagi kemarin sejak mei 2010... semoga kita bisa tetap berbagi lewat karya... meski harus mengenal dari awal .... ^
Puisinya antik banget ^_^
meskipun begitu pusi yang indah yang diberikan sang pangeran...
malam dingin gelap
semakin gelap...saja
Anak-anak kecil tersenyum dalam dingin
mereka ..selalu tersenyum...
Segala yang melayang sudah tersapu air dan angin
aku suka blogmu......
loh ini berarti pacarnya dekat gunung bromo ta..
semoga sukses selalu ya
walaupun tak tau apa arti dari puisi
:D
pake tak lelo legung juga.. jadi inget simbah saya duluu.. heheheheheh (^^)V
sang hujan yang dapat menghapus abu dan debu
ajarkanlah kami agar mengerti puisi sang pangerang tadi
hehehhehe