GRANNY, SANG PRAJURIT TUHAN

Granny Brand adalah seorang wanita yang sangat gigih dalam melayani para penduduk yang tinggal di sebuah daerah pegunungan India Selatan. Dia memutuskan untuk tinggal dan melayani masyarakat di pegunungan itu dengan berkemah di daerah pedalaman agar bisa memberitakan injil, merawat orang sakit dan mencabut gigi penduduk desa yang dikunjunginya.

Biasanya, Granny duduk di atas tembok batu yang agak rendah saat membawakan firman Tuhan. Sementara orang-orang berkerumun dan mendengarkannya berbicara. Berpuluh pasang mata senantiasa menatap Granny dengan iman dan rasa sayang yang tanpa disadari telah tumbuh di hati mereka seiring dengan lamanya waktu yang diberikan Granny untuk melayani mereka.

Di usia yang ke 70 tahun, Granny masih melayani dengan menunggang kuda poninya. Hingga suatu hari ia terjatuh dari kudanya sehingga tulang pinggulnya patah. Semalaman ia menahan rasa sakit sampai pagi tiba dan seorang penduduk desa menemukannya lalu mengusungnya untuk dibawa berobat. Meskipun ia sudah berulang kali jatuh dari kudanya dan puteranya sudah memintanya untuk pensiun, ia tetap pergi melayani para penduduk desa.

Ia sering memarahi puteranya dan berkata :



“Kalau aku tidak pergi, nanti tidak akan ada yang melayani mereka. Tidak ada orang lain lagi yang mau pergi ke desa-desa untuk berkhotbah, membalut luka dan mencabut gigi penduduk di sana. Apa gunanya menjaga tubuh tuaku ini jika tak bisa digunakan ketika Tuhan memerlukanku?”

Pada usia 93 tahun, Granny berhenti naik kuda poninya karena ia terlalu sering jatuh. Namun keterbatasan fisiknya tak menghalangi semangatnya untuk menjadi prajurit Tuhan.Beberapa penduduk desa seringkali menggotongnya di atas tempat tidur gantung. Mereka membawa Granny yang bungkuk itu untuk melayani dari satu tempat ke tempat lainnya. Di usia 95 tahun, Granny meninggal dunia. Permintaan terakhirnya adalah ia dimakamkan dengan tubuh dibungkus oleh selembar kain bekas. Prajurit Tuhan ini mencintai jiwa-jiwa tanpa memusingkan kepentingan pribadinya.

NOTE : BILA KAMU HANYA SIBUK MEMIKIRKAN DIRI SENDIRI, ITU ADALAH SIKAP YANG BERLEBIHAN. (Jane Ann Clark).

Komentar

Yunna mengatakan…
kita boleh memikirkan diri sendiri, tapi tak boleh melupakan orang disekitar kita...
NTRage03 mengatakan…
aciid mampir stelah vakum ujian :D

wah si granny adalah orang yang patut kita cntoh
dy lebih mementingkan orang lain dripada dirinya sendiri.
n slain itu yg patut kita cntoh dari grenny adalah kerendahan dirinya :)
Wawank mengatakan…
Tidak boleh apatis,,,!!
jarang skali orang seperti dia,,hebat :D

lama gak maen ksini
ternyata mba fanny dah ganti casing blog ya hehe
Rahman Raden mengatakan…
amazing... salut buat granny brand
joe mengatakan…
wah, lama gak bw sekarang ganti baju dan lebih menarik tampilannya...
ivan kavalera mengatakan…
Granny mirip karakternya Srikandi dalam pewayangan ya.
ghost mengatakan…
kasih sayang teras kehidupan bukan hanya untuk diri sendiri.

udah berubah rumahnya mba...nice n so simple.
andri K wahab mengatakan…
angkat topi untuk granny brand...salute...^_^
Aulawi Ahmad mengatakan…
salut dgn ketulusannya :)
Naajmi mengatakan…
saluuut buat Granny ;)

kunjungan pertama ke blogmu. banyak hal menarik
:)
salam kenal
Gaphe mengatakan…
dengan umur segitu, Granny masih kuat yak.. hemm entahlah kalo nenek2 di sini apa masih kuat juga.
Zulfadhli's Family mengatakan…
Memikirkan diri sendiri sah2 ajah, asal ga terus kebablasan jadi egois

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR