SAAT BERJALAN MENUJU USIA TUA
Seorang wanita tua berjalan terbungkuk-bungkuk dengan tongkatnya. Ia berusaha melangkah dari trotoar untuk masuk ke sebuah mobil. Di dalam mobil itu tampak seorang gadis belia yang kemungkinan besar adalah puterinya. Tetapi, ternyata pengemudi itu sama sekali tidak keluar untuk membantu ibunya masuk ke dalam mobil.
Melihat keadaan itu, Aries - yang sedang mengantarkan ayah kekasihnya ke dokter - merasa terdorong untuk menolong wanita itu. Dia menghampiri wanita tua itu dan berkata : “Ada yang bisa saya bantu, ibu?”
Wanita tua itu menoleh dan menatap Aries dengan terkejut.
“Mari ibu..saya bantu…,” Kata Aries lagi sambil menuntun wanita tua itu. Sementara ia menggandeng tangan wanita itu, hati Aries menangis sedih. Ia heran melihat sikap si pengemudi mobil yang tampak cuek.
“Apakah kamu yakin mau menolong saya?” Tiba-tiba wanita tua itu berkata.
“Tentu saja, ibu. Ayo, langkahkan kaki ibu..saya jamin ibu tidak akan terjatuh karena saya akan menopang tubuh ibu.” Ujar Aries sambil tersenyum ramah.
Akhirnya dengan pelan dan hati-hati wanita itu bisa mencapai tempat dimana mobil puterinya diparkir. Wanita tua itu membuka pintu mobil dan Aries membantunya duduk.
“Terima kasih, nak. “ Katanya setelah duduk dan memasang seatbelt.
Aries mengangguk tersenyum lalu ia berkata kepada si pengemudi mobil yang tampak cemberut.
“Apakah kamu anaknya? Seharusnya kamu menolong ibumu. Bagaimana kalau ia terjatuh ketika sedang berjalan ke arah mobil? “
“Ya, saya anaknya. Dia bisa jalan sendiri kok. “ Jawab si pengemudi mobil dengan nada tidak bersahabat.
Aries hanya bisa geleng-geleng kepala menyaksikan kelakuan pengemudi mobil itu.
Apa yang kau berikan, engkau akan menerimanya kembali. “ Begitu kata sebuah pepatah kuno yang tak lain diambil dari firman Tuhan. Sungguh mengerikan jika ada anak yang tidak memedulikan orang tuanya, apalagi jika mereka sudah tua. Anak si wanita tua itu tidak berpikir bahwa suatu hari nanti ia akan menjadi tua, memakai tongkat dan berjalan dengan susah payah. Sekali kelak ia pasti butuh pertolongan seseorang untuk menuntunnya berjalan dan menopang tubuh tuanya. Tidakkah ia menyadari bahwa dirinya pun sedang berjalan menuju masa tua?
Kasihi dan hormati selalu orang tuamu karena ini berkaitan dengan ketaatan pada perintah Tuhan agar kita mengasihi mereka yang sudah membesarkan kita.
NOTE : KETIKA KAMU MULAI TAK PEDULI PADA ORANG TUAMU, INGATLAH BAHWA KAMU JUGA SEDANG BERJALAN MENUJU USIA TUA.
Komentar
hikz hikz
Buat pembaca yang masih mempunyai orang tua, manfaatkan mumpung masih bisa berbakti.
bener kok, masa merubah segalanya
so sad :)
Karena keberhasilan orang tua dalam mendidik kita dan menghiasi kita dengan akhlak mulia, hingga kita sukses mengkonstruksi hidup kita dalam bingkai kebahagiaan.
Karena betul seperti yg mba' Fanny tulis; "KETIKA KAMU MULAI TAK PEDULI PADA ORANG TUAMU, INGATLAH BAHWA KAMU JUGA SEDANG BERJALAN MENUJU USIA TUA."
Makasih share'y...
mulia sekali hati si Aries ini
dan patut dicontoh dengan sifatnya yang suka meonolong tanpa pamrih
banyak orang gak peduli sama orang tuanya
seandainya saja dia tahu
dulu... betapa orang tuanya memanjakannya saat dia kecil
pasti dia malu kalo menelantarkan orang tuanya