KISAH PROFESOR ATEIS
Seorang profesor ateis hendak membuktikan bahwa ia dapat melakukan mujizat yang dilakukan Tuhan saat mengubah air menjadi anggur di sebuah pesta pernikahan. Ia mengeluarkan sebungkus bubuk dari kantong bajunya dan menuangkannya ke dalam gelas yang berisi air bening. Seketika itu juga, air dalam gelas berubah menjadi merah warnanya.
“Nah, ini adalah mujizat seperti yang dilakukan Tuhan Yesus di Kana. Waktu itu, Ia pasti menyembunyikan sebungkus bubuk di lengan jubahNya. Lalu Ia berpura-pura mengubah air menjadi anggur. Tapi, saya dapat melakukan yang lebih hebat ketimbang Dia. Saya bisa mengubah anggur ini menjadi air kembali.” Ujarnya dengan pongah.
Profesor ateis itu kembali mengeluarkan sekantong bubuk yang lain dari kantong bajunya dan memasukkan bubuk itu ke dalam cairan berwarna merah itu. Voila! Cairan itu berubah menjadi jernih seperti semula.
Melihat keangkuhan sang profesor, seorang mahasiswa berkata :
“Prof…anda memang hebat sekali. Tapi, maukah anda meminum cairan itu? Bukankah cairan itu anggur yang dirubah anda menjadi air mineral?”
“Ya, benar. Tetapi, saya tidak mungkin meminumnya karena bubuk itu mengandung racun.” Jawab sang profesor.
Mahasiswa itu tersenyum dan berkata :
“Nah, itulah bedanya anda dengan Tuhan Yesus. Air yang diubah menjadi anggur oleh Tuhan Yesus memberikan manfaat kepada manusia karena bisa diminum. Sementara yang anda buat hanya bisa meracuni manusia dengan anggur palsu.”
Mendengar hal itu, sang profesor menjadi sangat marah dan ia mengusir mahasiswa itu dari dalam kelas.
Well, sesungguhnya ada banyak hal yang menyelubungi mata hati orang-orang yang tak percaya akan adanya Sang Khalik, sehingga mereka tak bisa melihat, apalagi percaya pada kekuasaan Tuhan.
Namun yang mengalami mata hati gelap bukan hanya mereka yang tak mau mengakui dan percaya keberadaan Tuhan, tetapi juga orang-orang yang mengaku percaya kepada Tuhan bisa memiliki hati dan kehidupan yang gelap. Ketika mereka dihadapkan pada pencobaan, hati dan jiwa mereka menjadi ragu apakah Tuhan masih mengasihi dan beserta mereka.
Untuk itu mari kita bangkitkan rasa haus dan antusias untuk menyelami, mengalami kasih dan kuasa Tuhan.
Komentar
sog nyaingin TUhan
hkhkhkk
emosi,rasa pasrah terbukti benar benar dibutuhkan oleh kita sebagai makhluk yang lemah..
nice post ..
Salam saya.. .
Seoarng ateis hanya mempercayai segala sesuatu dg akal, pdhl di dalam akal itu tersembunyi jutaan nafsu
Ateis..oh Ateis...
Semoga engkau lekas mendapatkan hidayah Tuhan...
Oh ya, saya lekas teringat pada kisah Ateis, seorang profesor juga, yg mengalami mati suri,,
Sesudah hidup kembali dia berkata melihat kekuasaan Tuhan di sana..
Maka dia beriman...
yak emang selalu ada alasan bagi orang ateis untuk tidak meyakini ada Tuhannya.. dan selalu saja ada jawaban bagi alasan tersebut..karena ya, Tuhan memang ada.
nice post mbak...^_^