KETERBUKAAN DALAM PERNIKAHAN

Tini dan Dodi adalah pasangan suami isteri yang selalu tampak mesra. Semua orang yang melihat kerukunan mereka akan berkata : “Wah, pasangan yang sungguh harmonis.”

Ke gereja bersama-sama, melayani di gereja yang sama. Bahkan, Dodi seringkali menemani isterinya ke pasar untuk belanja mingguan. Namun, suatu hari terdengar kabar bahwa mereka bertengkar hebat dan akan segera bercerai. Tentu saja berita ini menjadi pertanyaan bagi teman-teman dan kerabat mereka.

“Mengapa bisa begitu, nak? Selama ini saya melihat kamu tampak mesra dengan isterimu kok tiba-tiba ingin bercerai?” Tanya salah seorang paman Dodi.

“Karena saya merasa dibohongi Tini. Selama 3 bulan terakhir ini baru ketahuan kalau Tini mempunyai banyak hutang. Yang membuat saya kesal, saya tahu hal ini dari orang lain. Bukan dari mulut Tini. Saya tidak tahu, kenapa dia sampai berhutang begitu banyak. Kenapa dia tidak mau berterus terang kepada saya? Padahal saya selalu berusaha jujur kepadanya. “ Jawab Dodi setengah mengeluh.

Tatkala pamannya meng-konfirmasi penjelasan tersebut kepada Tini, sang isteri menjawab :



">“Saya tidak bermaksud membohongi mas Dodi. Saya hanya tidak mau mas Dodi menambah bebannya ketika harus memikirkan ini dan itu. Saya berjuang untuk mengatasi kesulitan keuangan kami dengan berhutang sana sini. Tetapi, mas Dodi malah menyalahkan saya. “

Masalah yang dihadapi Tini dan Dodi adalah masalah kurangnya komunikasi antara suami isteri. Suatu masalah yang kerap terjadi dalam kehidupan berumah tangga. Seandainya segala sesuatu dikomunikasikan maka pasangan kita akan tahu alasan mengapa kita melakukan sesuatu dan ia tidak bertanya-tanya atau menduga-duga. Mengomunikasikan segala sesuatu secara langsung akan sangat meringankan beban pasangan kita karena itu, jika Tini mengatakan dengan terus terang kepada Dodi tentang keinginannya untuk membantu sang suami, mungkin saja suaminya mempunyai ide yang lebih baik atau suaminya dapat melihat hal-hal yang dapat membahayakan masa depan mereka. Dan, pastinya sang suami akan merasa dihargai.

Di sisi lain, keterbukaan mutlak diperlukan dalam sebuah pernikahan. Tidak boleh ada yang ditutupi karena ketertutupan dapat mendatangkan masalah. Dengan keterbukaan akan mendatangkan berkat bagi pasangan suami isteri dan bisa bahu membahu mengurangi masalah-masalah yang tidak perlu.

NOTE : DALAM PERNIKAHAN, SUKA ATAU DUKA TIDAK UNTUK DIRASAKAN SENDIRI, TETAPI DIPERLUKAN KETERBUKAAN AGAR BISA DIRASAKAN BERDUA.

Komentar

WONDEFULL UMROH - SUGENG mengatakan…
Saya setuju sekali bahwa dalam berumah tangga harus ada keterbukaan termasuk dalam masalah keuangan

saya juga pernah nulis kasus yang hampir sama
istrinya sering didatangi tukang tagih sehingga semua tetangganya tahu
padahal suaminya punya kemampuan ekonomis
sehingga jika terbuka saja mungkin nggak ada masalah
WONDEFULL UMROH - SUGENG mengatakan…
mba fanny saya pingin konsultasi ttg tanah di kel istri (ibu mertua saya masih sehat dan punya 6 anak, ibu mertua saya pingiñya tanah yang ditempati sekarang di gombong dibeli istri saya supaya nanti saya tulis lengkap) saya cuma saya nggak tahu email mba fanny
jika berkenan saya minta alamat email mba fanny melalui email saya big.sugeng@gmail.com
atau hp 0816689153
rencananya kalau saya sudah punya gambaran akan saya sampaikan ke istri saya

tks
ghost mengatakan…
namanya juga perkahwinan itu penyatuan 2 hati..maka setiap pasangan harus mengetahui hati masing2.
Bumi Al Fattah mengatakan…
kalau sudah begini...
Ribet juga ya mba akhirnya.
Apapun masalkahnya, sejatinya istri pun harus bercerita kepada sang suami. karen suamio juga wajibnya tahu segala permsalahan dalam keluarga.
Common Cyber mengatakan…
Ini kyknya dapet inspirasi setelah baca berita di berbagai media ya mba?
^__^
AkaneD'SiLa mengatakan…
aku setuju
bukan dalam hal pernikahan saja
tapi dalam pertemanan pun perlu
fanny mengatakan…
@big sugeng : oke nanti saya kasih alamat imel saya, pak.
exort mengatakan…
terkadanga rasa hormat yg berlebihan, rasa sungkan dan tidak mau membenani pasangan bisa menjadi bumerang dalam suatu hubungan

anw elo uda banyak tau mengenai perkawinan...hayo tunggu apa lagi
(gw uda kaya ibu2 nyinyir yg nanyain anak gadisnya kpn kawin mulu ya hehehhe)
Unknown mengatakan…
@exort : hehee.emang bawel lo..emak gue aja gak bawel. hehee...kawin itu gak semudah menggoreng tempe, oom Exort.hehehe....taunya kan cuma teori. hi hihi..
non inge mengatakan…
keterbukaan antara suami dan istri perlu, bukan hanya untuk menghindari kesalahpahaman tetapi juga agar bisa saling meringankan beban satu sama lain...

pikiran akan membuat susah diawal itu nantinya malah membuat susah yang lebih lagi diakhir nanti >.<

makasi mba' udah mengingatkan ^^
lovepassword mengatakan…
emang kalo udah kawin mesti buka-bukaan tiap hari..Kagak boleh ade yang ditutupin ^_^
annie mengatakan…
ya, intinya komunikasi yang baik dan sehat.
ica puspita mengatakan…
bener mbak fanny, meskipun saya belum menikah saya sering dapat nasehat dari orang tua dan sesepuh bahwa dalam pernikahan perlu adanya saling keterbukaan.
Nice share! ^^

Salam,
bolehngeblog mengatakan…
kasus cerai karena hutang istri betul2 terjadi pada salah seorang pegawai di kantorku (sorri saya tidak mau bilang dia teman)
Unknown mengatakan…
@bolehngeblog : wah..wah.sampai segitu ya?

@lovepassword : dudud dudud...markudud nih. hehee
ocheholic mengatakan…
nice share ;)
apalagi untuk yang belon menikah macam saya ini, huehehhehe
TS Frima mengatakan…
late nite visit :)
enjoy your day ^^
~ jessie ~ mengatakan…
Idealnya memang komunikasi itu penting. Tapi ada kalanya itu sulit utk dilakukan, Fan. Apalagi kalau ngomong masalah begituan pada saat yang nggak tepat. Begitu saatnya tepat, mungkin lupa. ;)
Unknown mengatakan…
@jessie : memang gak mudah, tetapi harus diusahakan. Dan, ya..jelas harus liat sikon dong.

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR