HADIAH DARI SANG PANGERAN
Pangeran saya itu unik bin antik. Cara dia memberikan perhatian pun seringkali tak bisa diduga. Seperti yang dilakukannya beberapa hari lalu. Tiba-tiba saja ia mengirimkan saya buku-buku puisi berjudul Kidung Cinta karya Kahlil Gibran dan Pertempuran Rahasia karya Triyanto Triwikromo.
Padahal ultah saya sudah lewat dan kami sedang tidak merayakan sesuatu hal, tapi bisa-bisanya dia membelikan saya buku puisi. Dia hanya bilang, ada beberapa puisi (di buku puisi tersebut) yang cocok dengan hubungan kami berdua. Makanya, dia beli tuh buku. Apalagi dia tahu saya suka banget menulis puisi dan tentu saja hobi membaca buku-buku puisi.
BUKU PUISI KIDUNG CINTA KARYA KAHLIL GIBRAN
BUKU PUISI KARYA TRIYANTO TRIWIKROMO. COVER BUKUNYA DOBEL. 

Dan, saya baru sadar ketika semalam membaca buku puisi KIDUNG CINTA nya Kahlil Gibran. Ternyata, itu adalah salah satu buku puisi yang nyaris saya beli sebulan lalu saat hunting buku bareng dengan Fanda. Saya ingat banget, saat itu saya sempat minta pendapat Fanda, mana buku puisi karya Kahlil yang harus saya beli. Karena semuanya keren dan saya bingung menentukan pilihan.
Alhasil, setelah mendengar saran Fanda saya beli buku puisi yang berjudul : SIHIR CINTA dan KEINDAHAN KEMATIAN. Sedangkan, yang berjudul KIDUNG CINTA saya letakkan kembali di rak buku.
So, siapa sangka kalau akhirnya sang pangeran membelikan buku itu untuk saya. Padahal saya nggak pernah cerita ke dia kalau saya nyaris membeli buku puisi Kidung Cinta-nya Kahlil. Apakah ini kebetulan belaka? Atau…kontak batin (lagi) ? Entahlah, yang pasti..saya merasa ikatan emosional kami sepertinya semakin erat.
Dan, semalam saya sudah tuntas membaca buku puisi Kidung Cinta itu. Puisinya keren dan manis-manis. Waktu membaca puisi-puisi itu, saya seperti sedang mendengar suara sang pangeran membisikkan bait-bait cantik itu di telinga saya.
Well, dibawah ini ada beberapa puisi dari buku itu yang saya suka banget.
Kekasihku, cinta yang membuka mata dan hati kita, akan memberi kesejukan dan ketabahan.
Kita telah mengikrarkan sumpah setia pada cinta dan masuk ke dalamnya. Maka cinta kita akan tumbuh bersama dalam jarak yang tak mampu memisahkan kita…..
Ketika cinta memanggilmu, ikutilah dia walau jalannya terjal dan berliku. Dan apabila sayapnya merengkuhmu, pasrahlah serta menyerahlah, walau pedang yang bersembunyi di sela sayapnya bisa melukaimu…..
Impian dan cinta akan senantiasa saling memberi dan menerima antara yang satu dengan yang lainnya, sebagaimana yang dilakukan matahari sewaktu mendekati malam dan bulan menjelang pagi.
Duh, jadi termehek-mehek membacanya. Sebenarnya masih banyak lagi puisi cantik di buku itu, tapi..kalau saya tulis semua bisa mabuk nih yang baca. Mabuk anggur cinta gitu lho. Hi hihi..
Note : Buat sang pangeran, terima kasih sayang... untuk hadiah mungilnya yang sangat menyentuh hati. Ditunggu kado berikutnya. Lhooooo???
Komentar
salut euy utk sang pangerannya... karena telah berhasil merebut hati sang putri... hehehe
Kapan2 kalau ke Gramedia aku akan cari deh. Biar gak penasaran dg isinya.... ^_^
hmmm baik sekali pangerannya, tahu persis apa yang diinginkan walau tanpa harus diomongkan he.he
jadi pengen beli buku puisinya mba ^^
sepertinya sudah ada kontak batin
lha tinggal disegerakan...
Bener2 pusisi yang indah..
true love.. hmmm
didoakan ampe cinta itu ada hingga akhir hayat...
amin.
===>aku denger pertama kali puisi ini kayaknya dari sebuah radio
@Big Sugeng : Amin..hehehe.makasih, pak