KETIKA SEMUA INGIN MENGATUR
Reza sangat menyukai olahraga sepakbola, maka tidak heran jika ia masuk ke sebuah klub sepakbola di kampungnya. Sebenarnya klub itu belum bisa disebut sebagai klub profesional karena tidak punya pelatih resmi. Pelatihnya adalah juga pemain. Anehnya, semua anggota menuruti apa yang dikatakan si pelatih.
Namun karena kesibukannya sebagai seorang karyawan, sang pelatih sering tidak berada di klub. Dan, bila si pelatih tak ada maka suasana saat bertanding menjadi kacau balau. Alasannya sudah pasti : Semua orang ingin mengatur dirinya sendiri.
Ada yang ingin main di depan saja karena bosan di tengah. Ada yang ingin menjaga gawang saja, dan lain sebagainya. Tentu saja hal ini menimbulkan keributan. Jika sudah begitu, maka pertandingan terasa dipaksakan dan biasanya mereka mengalami kekalahan.
Maunya mengatur dan tak mau diatur memang menjadi kecenderungan manusia pada umumnya. Ada beberapa hal yang membuat orang bersikap seperti itu, yaitu :
- Merasa bisa atau merasa pintar. Orang seperti ini akan susah diatur. Mereka berpikir bahwa mereka lebih tahu dari yang lain.
- Suka menganggap remeh. Orang yang suka menganggap remeh, bukan saja peraturan yang akan dia anggap remeh. Orang yang mengatur pun akan dianggap remeh. Biasanya orang seperti itu juga akan menganggap remeh resiko yang harus ia tanggung.
- Merasa lebih tua. Orang yang lebih tua cenderung tidak mau diatur oleh orang yang lebih muda. Karena ia merasa lebih banyak pengalaman, lebih banyak makan asam garam dunia.
Dengan demikian, orang yang tak mau diatur sesungguhnya orang yang tidak rendah hati, tidak mau berada di bawah otoritas tertentu. Orang seperti ini akan membahayakan diri sendiri dan kelompoknya. Bayangkan jika di jalan raya semua pemakai jalan ingin mengatur dirinya sendiri...pasti kacau.
Demikian pula dalam kehidupan keluarga, jika masing-masing anggota keluarga ingin mengatur dirinya sendiri bisa timbul pertengkaran. Apalagi dalam kehidupan di kantor dan di masyarakat. Meskipun kita boleh saja memberikan saran dan masukan kepada para pemimpin/pemegang otoritas tetapi kita tetap harus tunjukkan sikap sebagai orang yang mau diatur. Jika kita rela dan setia berada di bawah otoritas, maka tidak menutup kemungkinan kita dijadikan orang yang berhak mengatur.
Note : JIKA KITA BERSEDIA DIATUR MAKA SUATU HARI NANTI KITA AKAN DIBUKAKAN JALAN UNTUK MENJADI ORANG YANG MENGATUR.
Komentar
maaf jarang datang
salam human, hahaha
selamat beraktifitas ya
terima kasih
kita sebagai manusia itu gak bs hidup sendiri...
kita butuh org lain.
:)
Lebih mudah mengatur daripada diatur.
jd kalo kayak gini sih bukan rendah hati, tapi memang bodoh saja xDD
sori uda lama gak berkunjung..
what can we do?
sesungguhnya setiap perbuatan akan kembali kepada dirinya sendiri.. halah