PEMARAH? JAUH-JAUH DEH!

Tahukah kamu cara menangkap kepiting yang jitu? Nih, saya kasih tahu ya…Caranya : Ambillah sebatang bambu yang diikat tali dan di ujung tali yang lain diikatkan sebuah batu kecil. Ayunkan bambu agar batu di ujung tali terayun menuju kepiting. Tujuannya tentu saja untuk mengusik si kepiting. Tindakan yang dilakukan berulang kali ini akan membuat kepiting marah dan menjepit tali dengan capitnya yang kuat.

Ketika capit kepiting menjepit, maka kita harus segera menarik tali itu dan mengangkat sang kepiting yang sedang marah itu. Masukkan kepiting ke tempat yang sudah disediakan dan putus talinya. Selanjutnya kita bisa memasak kepiting saus tiram deh. He he he he…..

Tapi, postingan ini bukan hanya untuk mengajari cara menangkap kepiting lho. Saya hanya ingin kalian belajar dari sifat kepiting yang mudah marah. Karena sifatnya itu, si kepiting telah mencelakakan dirinya sendiri sehingga ia berakhir di wajan yang panas. Seandainya si kepiting cuek saja. Tidak meladeni tali yang terayun ke arah dirinya, mungkin dia tidak akan pernah menjadi makanan lezat di meja makan.

Demikian juga manusia. Banyak orang jatuh ke dalam kesulitan atau berbagai masalah karena sifat pemarahnya. Marah adalah salah satu bentuk emosi yang negatif yang bila diikuti akan membuat kita tak bisa berpikir jernih. Saat kita meledak emosinya, kita juga sering tak sadar mengeluarkan kata-kata yang melukai orang-orang yang sebenarnya tak ingin kita sakiti haitnya. Karena ketika kita marah, kita sering kehilangan kontrol dan bersikap tidak santun.

Misalnya saja :


Seorang gadis yang sejak kecil tidak dibiasakan mengontrol emosi negatifnya yang suka meledak-ledak, maka setelah ia dewasa menjadi terbiasa dengan sifat pemarahnya. Hanya masalah kecil saja, ia bisa marah-marah sehingga orang-orang di sekitarnya menjadi enggan untuk berinteraksi dengannya. Orang takut menjadi korban emosinya yang sering meledak tidak pada tempatnya.

Aura si pemarah memang memancarkan permusuhan, sedangkan aura mereka yang bisa mengontrol emosinya memancarkan kedamaian.

See, betapa ruginya jika kehilangan kesempatan untuk memberi dan menerima kasih, untuk membina hubungan yang harmonis dengan banyak orang hanya karena sifat pemarah. Cap “Pemarah” akan membuat kita terkurung di dalam jeruji emosi yang kita bangun sendiri dan memisahkan kita dari situasi hidup yang normal.

Dalam sebuah penelitian, dilaporkan bahwa wanita yang memiliki lebih banyak emosi negatifnya seperti : perasaan tertekan, terasing, bermusuhan atau pesimis akan mempunyai tekanan darah lebih tinggi. Ini mengindikasikan menyebarnya peradangan pada tubuh. Peradangan kronis diyakini bisa menjadi sumber penyakit selama periode tertentu seperti : penyakit jantung dan kanker.

Firman Tuhan mengatakan : orang yang memiliki kasih pasti memiliki penguasaan diri, ini termasuk penguasaan diri atas emosi. Karena itu kendalikan emosi negatif kita.

NOTE : SI PEMARAH MENAMBAH MUSUH KARENA EMOSINYA, SI PENDAMAI MENAMBAH SAHABAT KARENA KASIHNYA. (Ester Chim)

Komentar

elok langita mengatakan…
Lagi puasa harus sabar, engga boleh marah marah ntar puasanya batal :D

suka quetonya mbaaa
elok langita mengatakan…
horeeeeeeee!

pertamaaaa..

syalalaaaaaaaa
Joddie mengatakan…
mantaaap.. ^^ semoga aja aku selalu terhindar dari sifat marah tak terkendali.. nice post..
ntiems mengatakan…
ya bener mbak... marah ga ada gunanya... aku juga nyesel pernah marah sama seseorang yang ku sayang... dan sekarang aku merasa bersalah... hufttt...
M. Hudatullah mengatakan…
mba' ini tahu-tahu soal kepiting kaya' gini, dari mana si?

(marah-marah)
Justmeilani mengatakan…
cian y kepiting,..marah bentuk emosi yg salah selesai marah2 psti nyesel,..biasanya buat kaum muslim ambil wudhu kalah marah timbul,..
ntiems mengatakan…
ya bner mbak...
Mulyani Adini mengatakan…
kepiting salah satu makanan yang enak, mb suka sekali memasaknya tapi untuk memakannya gak bisa...karna repot..
apa yg di bilang Fanny benar...marah hanya akan menguras tenaga yang tidak berguna...
Anonim mengatakan…
ada filosofinya juga yah dari cara menangkap kepiting.

ngontrol marah memang sulit, tapi bukan berarti kita gak bisa.

:)
Rela Rahmah mengatakan…
eeem, aku sering marah ke ade aku.. hueheheh *malu* tapi marahnya cuma sebentar, abis teriak teriak, udah deh kalem lagi *membela diri* wkwkwkwkk..

aaah smoga sifat pemarahku ke ade aku itu cepet illaaang.. huhuhu.. *mungkin doa yg lebih tepat itu : smoga sifat nakal ade aku itu cepet illaaang* errr
Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan…
betapa pentingnya menahan amarah...
karena amarah dapat menghancurkan diri sendiri.
ali mengatakan…
waaahhh makasih neh Mbak penceraahhaannyaaa...
-Gek- mengatakan…
Saya nih mbak, pemarah banget... huhuhuhu.. untungnya saya alergi kepiting..
*loh? ga nyambung yak? hihihihi.

Iya Mbak, harus mengurangi marah2, semenjak jadi bumil sudah berkurang kok..... hehehe.
*I tryyyyyyyy
Aulawi Ahmad mengatakan…
marah boleh asal gak benci hehehehe
Ajeng mengatakan…
Saya datang kesini tidak sambil marah loh mbak..
andri K wahab mengatakan…
filosofi sekali yh mbak...

suka sekali dengan postingan ini...^_^
Rela Rahmah mengatakan…
eeem, aku sering marah ke ade aku.. hueheheh *malu* tapi marahnya cuma sebentar, abis teriak teriak, udah deh kalem lagi *membela diri* wkwkwkwkk..

aaah smoga sifat pemarahku ke ade aku itu cepet illaaang.. huhuhu.. *mungkin doa yg lebih tepat itu : smoga sifat nakal ade aku itu cepet illaaang* errr
Mamisinga mengatakan…
nice.. marah yang over gitu sebenarnya destruktif kan ya
Muhammad A Vip mengatakan…
Saya pernah merasa jadi orang tak bisa marah, tapi lain waktu saya merasa gampang jengkel sama orang. Syukurnya aku tak pernah memaki-maki orang.
attayaya jadi anak smp mengatakan…
digosipin neh ditempat gw
jiahahahahahaha
Husnul Khotimah mengatakan…
aku ga suka marah kok :D, jadi banyak temen ihihihih, Mba Fanny, makasih ya Awardnya, aku ga tau kalo dapet award, aku simpen dulu ;))
lovepassword mengatakan…
Sama Malaysia boleh marah gak bu ? ^_^
Ferdinand mengatakan…
iay juga ya..... hukumnya apa yg ditabur itu yg dituai hhe.... klo gtu jangan kebanyakan marah2 deh... tapi gmn ya akhir2 ini pengen bgt marah2 sama pemerintah......
keboo mengatakan…
hhh... musti introspeksi diri nnih...
tapi ada juga yg bilang kalo org yg pendiem justru lebih sering kena serangan jantung daripada yg extrovert.. hohoho ^^
Coretan Hidup mengatakan…
Dengan mampu menahan amarah, menjadikan kita sosok yang lebih menghargai orang lain disekitar kita. Sementara, amarah yang tidak pada tempatnya hanya akan membuat kita semakin terpuruk.
alfi mengatakan…
aduh kasian si kepitingnya berkahir di dalm kuali...
hehehe..
exort mengatakan…
gw jadi kebayang kepiting saus tiram...mmmm....yammy...
ciptanirmala mengatakan…
bagus nih buat bulan ramadhan, he... follow nd komen balik yax! sankyuu...
TS Frima mengatakan…
yup, kita mesti bisa kontrol emosi :)
LadyDay's Life mengatakan…
hmmm....dayu harus bs mengontrol emosi marah nih....
Gaphe mengatakan…
namanya juga manusia.. marah dan meledak dulu, baru sadar efeknya belakangan. tapi kalo dipendem juga makan ati dan bikin sesak napas...
Arum Suryaningtyas mengatakan…
setuju mbak..
toh dengan marah juga nggak bakal menyeleseikan masalah..
Sohra Rusdi mengatakan…
aku nggak pemarah cuma akhir-akhir ini sob sibuk beternak blog dan kenalan dengan orang-orang baru mbak , akhirnya teman-teman lama dilupakan
warcoff mengatakan…
setuju ma exort, kepiting bakar dgn saus tiram hmmmmm
astrajingga asmasubrata mengatakan…
marah-marah itu gak perlu..
udahan marahnya, cepetan donk...

*lho kok malah nyanyi... eits gak boleh marah yupz.. hhi
lilliperry mengatakan…
marah2 itu gak baik, cepat tua..
tapi gimana kalo karakter mbak, misal ni berasal dari daerah yg ngomong semakin keras semakin dihargai orang, bukan marah, tapi orang nangkepnya lain2.. jadi apakah juga harus diubah..?
Unknown mengatakan…
@lilipery : beda dong.itu kan karena bawaan kalo ngomong aja. tapi bukan berarti marah2 terus kan? itu cuma caranya ngomong aja kayak orang marah2
Rico Hermanto mengatakan…
Marah sih boleh2 saja..

Karena itu merupakan salah satu ungkapan perasaan kita..

Asal jgn sampai kemarahan itu menimbulkan rasa kebencian di hati kita

jangan sampai kemarahan itu membuat kita melakukan perbuatan yang merugikan org lain..

Salam kenal yah Mbak =)
vina mengatakan…
"perasaan tertekan, terasing, bermusuhan atau pesimis" - wah aku banget yang ini

harus bisa lebih mengontrol emosi nih :x
darahbiroe mengatakan…
hehhehe
esmosi dan marah2nya dipending dulu ajah setelah lkebaran
hahhaha
:D

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR