KECANTIKAN YANG FANA

Tineke adalah seorang gadis remaja berusia 14 tahun yang dianugerahi wajah cantik menawan. Saking cantiknya, semua orang yang pernah bertemu dengannya pasti tak tahan untuk memuji keelokan parasnya. Namun, Tineke tidak pernah menyadari hal itu. Dia menanggapi semua puja puji itu dengan sikap biasa saja.

Suatu hari, ketika Tineke sedang menyisir rambutnya di depan cermin, dia baru menyadari akan kecantikan yang ia miliki. Gadis itu pun tertegun. Dirabanya pipi mulusnya. Disentuhnya hidung mancung sempurna yang bertengger indah. Lalu, bibirnya mengukir senyum manis. Akh, semakin bersinar kejelitaannya jika ia tersenyum seperti itu. Kemudian ia memutar tubuhnya ke kiri dan ke kanan. Wah, bentuk tubuhnya pun indah. Tinggi ramping dengan sepasang kaki jenjang mulus. Semuanya serba pas. Serba proporsional.

Rasa bangga pun menyeruak dari dalam hatinya. Tineke tersenyum puas. Dia merasa bahagia sekali karena memiliki wajah yang sangat cantik dan bentuk tubuh yang sempurna.

Tanpa ia sadari, sejak saat itu, Tineke selalu rajin memandangi dirinya di depan cermin. Dia selalu merasa bangga bila ada yang memuji kecantikannya. Rasa bangga itu pun perlahan menjelma menjadi kesombongan. Bila ada gadis lain yang dipuji kecantikannya maka ia merasa cemburu luar biasa. Ia tak mau mendengar orang lain dipuji. Hanya dirinyalah yang boleh dipuji. Hanya dirinya yang paling cantik.

Hingga suatu hari, ketika sedang mematut-matut diri di depan cermin, ia menemukan secuil jerawat di pipi kirinya. Waaah, Tineke panik luar biasa. Ini tidak boleh dibiarkan. Jerawaaat??? No waaay!!! Ini petaka yang harus segera disingkirkan.

Maka dengan gemas, Tineke memencet jerawatnya. Tapi karena belum matang, jerawat itu tak jua mau pecah. Bahkan, Tineke harus menjerit kesakitan. Ya iyalah, jerawat belum matang dipencet...aujubillah sakit banget deh....

Setelah coba dipencet lagi, jerawat itu malah berdarah. Tineke pun menghentikan usahanya memencet jerawat itu.

Esok harinya, pagi-pagi ketika Tineke hendak berangkat sekolah, dia kembali menemukan jerawat, tapi kali ini jerawatnya muncul di jidat. Tineke ingin memencetnya tapi sudah tak ada waktu. Kalau dia nekad bisa terlambat tiba di sekolah. Untung rambutnya berponi sehingga ia bisa tutupi jidatnya yang berjerawat itu.


Pulang sekolah, Tineke langsung masuk ke kamarnya. Dipandanginya jerawat di jidat dan tangannya sudah siap memencetnya ketika matanya menumbuk sebentuk jerawat di lehernya. Lho? Apa-apaan nih? Kok, di leher juga ada jerawat? Tineke panik. Dia segera menemui ibunya.

"Bu..kok ada jerawat di leherku?" Teriaknya.

Ibu yang sedang berada di dapur tergopoh-gopoh menghampirinya. Disibaknya rambut panjang Tineke untuk melihat jerawat itu.

"Wah, iya...ya..aneh banget ada jerawat di sini." Ujar ibu heran.

Tineke menggaruk punggungnya yang mendadak gatal. Dan...hei..dia meraba sesuatu di punggungnya. Disingkapkannya bajunya. "Bu...coba deh ibu lihat..punggungku..seperti ada sesuatu nih."

Ibu melihat punggung Tineke. "Aduh, kok di sini ada jerawat juga. Tapi..sepertinya ini bukan jerawat deh. Kita ke dokter saja, ya...."

Dari hasil pemeriksaan dokter, ternyata Tineke terserang cacar air. Tidak heran, beberapa hari kemudian di tubuh Tineke banyak bermunculan bintik-bintik merah. Ternyata jerawat di pipi Tineke yang dipencet itu juga bukan jerawat tapi cacar.

Dan, setelah penyakit cacarnya sembuh, tanda bekas di pipinya hingga sekarang masih ada. Karena waktu itu Tineke memencetnya dengan paksa. Padahal belum mengering cacarnya.

Setiap kali bercermin, Tineke pun selalu melihat adanya bekas cacar di pipi kirinya. Bekas cacar yang telah mengurangi kemulusan wajahnya, menurunkan nilai kecantikannya. Namun sejak saat itu, Tineke sadar bahwa semua kecantikannya adalah anugerah Tuhan dan ia tak boleh terlalu membanggakannya, apalagi sampai merasakan dirinya yang paling cantik.

Tineke mengerti bahwa Tuhan sedang memperingati dia melalui peristiwa penyakit cacar air yang dialaminya. Juga tanda bekas cacar di pipinya itu merupakan tanda yang selalu mengingatkan dia bahwa kecantikan fisik yang ia miliki adalah fana. Semua bisa sirna dalam sekejap, entah dimakan usia ataupun karena sakit penyakit.

NOTE : SALAH SATU SIFAT KECANTIKAN FISIK ADALAH FANA ADANYA.

Komentar

hy.. mbak.. pa kabar.. lama tak singgah ke laman ini.... rupanya dah banyak yg brubah... Salam Kangen ;)
==========
btw.. jgn lupa ikutan Survey Blogger Indonesia yah.. :)
Unknown mengatakan…
msh diingatkan dengan cara halus..^_^
Gaphe mengatakan…
kecantikan secara fisik akan menurun sejalan dengan usia... seharusnya kita lebih mementingkan kecantikan hati.. ^_^
Irma Senja mengatakan…
kecantikan itu fana,...setuju mba :)

selamat pagi mba....happy monday.....
attayaya speedtest mengatakan…
ntar sore gw ke jakarta ma temen kantor, cuma keknya ga bisa ketemuan.
sore selasa tancap ke bali.
Mulyani Adini mengatakan…
Bener fan...kecantikan itu Fana
Camajuyas mengatakan…
semua tak ada yang abadi...
Muhammad A Vip mengatakan…
Tineke, selamat untuk anda yang telah menemukan hikmah
ghost mengatakan…
kecantikan bisa saja bikin kita lupa pada pencipta kita ya mbak..
Ninda Rahadi mengatakan…
selamat siang mbak fanyyy

cerita manis nan penuh hikmah :) akhirnya bisa jalan2 kesini lagi deh
lovepassword mengatakan…
oo kecantikan itu fana ya ? kirain fani.
Rezky Pratama mengatakan…
semua itu fana
yang gak fana adalah manusia
zakiya mengatakan…
laik....bangetsss..
=)
Anonim mengatakan…
tapi banyak ya mbak yang tergila gila dengan yang fana he he he bener gak mbak??
fanny mengatakan…
@manajemen emosi : bener banget.
Ferdinand mengatakan…
Yupz, bener banget kecantikan fisik itu fana dan akan sirnah... makanya aku gak pernah mau bilang ada wanita yg cantik haha... yg da keren wkwkw....

Awardnya makasih yach.... Semangat N happy blogging..
Isti mengatakan…
kecantikan itu terpancar dari percaya diri dan sikap2 yg positip...bener kan mba?
ntiems mengatakan…
mbak aku s'pendapat banget sama manajemen Emosi...
iya nih, banyak jerawat..!

tapi asiknya adalah waktu mencet, hhohooh
exort mengatakan…
mending cantik batiniah yang diperlihara dr pada cantik lahiriah
eh canti lahiriah juga penting deh dipelihara hehehhee
AISHALIFE-LINE mengatakan…
Hmm,renungan mengingatkan.Kalau bangga sih tandanya syukur,asal jangan menyombongkan.Met malam sist.
Winny Widyawati mengatakan…
Jadi jangan terjebak dengan merawat tampilan fisik semata ya, isi bathinnya perlu dijaga dan dirawat pula
ada hikmah dibalik semua kejadian di atas dunia..hmmm
Rubiyant|Photo mengatakan…
Ya, karena tak ada yang abadi di dunia ini mba' ...
NTRage03 mengatakan…
wew.
ceritana bgus kk.
lumayan buat referensi tugas ntar :D
hkhkhkh

owh ya lama vakum..
aciid coming again :p

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR