JELI MELIHAT KRISIS
Suatu hari seorang Raja dari Persia hendak menghukum mati dua orang pengawalnya yang berbuat kesalahan. Salah seorang dari terhukum itu mengetahui betapa Raja sangat mencintai kudanya. Maka, ia pun menawarkan diri untuk merawat kuda sang raja. Ia juga berjanji akan mengajari kuda itu terbang dalam waktu satu tahun. Sebagai upahnya, ia meminta dibebaskan dari hukuman mati. Raja Persia pun membayangkan dirinya sebagai satu-satunya pemilik kuda yang bisa terbang di dunia. Maka, Raja setuju dengan permintaan si terhukum.
Teman si terhukum tentu saja heran melihat kegilaan rekannya. Ia berkata :
“Apakah kamu sudah gila? Kamu hanya menunda hukuman mati saja. Mana mungkin kamu bisa membuat kuda sang raja terbang?”
“Saya tidak gila kok. Saya hanya memberi diri saya kesempatan untuk bisa bebas. Pertama, raja mungkin saja meninggal dunia dalam satu tahun ini. Kedua, saya juga mungkin meninggal dalam setahun ini. Ketiga, kuda itu mungkin mati dalam satu tahun ini. Keempat, saya mungkin bisa mengajar kuda itu terbang. “ Ujar si terhukum yang nekad itu memberi penjelasan.
Apa yang dilakukan pria terhukum itu merupakan tindakan menolak keadaan yang bisa melumpuhkan hidupnya dan mengubahnya menjadi suatu kesempatan.
Jangan biarkan mata kamu tertipu ketika dihadapkan dengan masalah atau krisis. Bisa jadi justru inilah waktunya bagi kamu untuk melihat sesuatu yang mustahil menjadi realita. Semua mujizat besar biasanya didahului oleh masalah besar.
Note : SELALU ADA PELANGI SETELAH HUJAN LEBAT DAN KUPU-KUPU YANG INDAH DI DALAM KEPOMPONG YANG TAK ELOK.
Komentar
Di ingatkan tentang peluang,
trimakasih..!
Karena tidak ada yang benar-benar tahu apa yg akan terjadi 1 menit didepan
emang kalau dalam keadaan krisis harus bisa menggunakan akal biar bisa survive..
met sore,,,
umy berkunjung,,
apa kabarnya nie...?