JANGAN TERLENA

Seekor laba-laba besar tinggal di sebuah ladang jagung. Ia merenda jaring yang besar dan indah pada tangkai-tangkai jagung. Laba-laba ini menjadi gemuk karena memangsa serangga-serangga yang terperangkap pada jaringnya. Ia merencanakan tinggal di ladang jagung itu selamanya.

Suatu hari laba-laba itu berhasil menangkap seekor serangga kecil. Ketika ia hendak memakannya, serangga itu berkata :

“Kalau kamu membebaskan aku, maka aku akan beritahukan sesuatu yang penting.”

“Oh yeah? Apakah itu?” Tanya laba-laba sambil tersenyum mengejek.

“Kamu harus segera keluar dari ladang jagung ini karena musim panen telah tiba.”

“Masalah musim panen bukan hal besar. Kupikir kamu ingin menceritakan hal-hal yang hebat. ” Laba-laba berkata tak acuh.

“Ini serius, akan segera tiba musim panen. Pemilik ladang akan datang dan memanen jagungnya. Semua batang jagung akan ditebang dan buah jagung dikumpulkan. Kamu akan mati oleh mesin pemanen itu jika kamu tetap tinggal di sini.”

“Aku tidak percaya dengan semua itu.” Kata si laba-laba, ketus. “Bagaimana kamu bisa meyakinkan aku tentang hal ini?”

“Jagung di ladang ini tumbuh teratur dan berjejer rapi. Ini berarti ladang jagung ada pemiliknya. Ada orang yang sengaja menanamnya.” Jawab si serangga kecil.



“Akh, ladang ini ada sendiri kok. Jagungnya juga tumbuh sendiri. Aku tidak percaya padamu.” Laba-laba itu berkata marah lalu menyantap serangga itu.

Beberapa waktu kemudian, musim panen tiba. Laba-laba yang hendak beristirahat diganggu oleh suara mesin panen. Batang-batang jagung berebahan dan laba-laba itu pun mati.

Tak sedikit dari kita yang hidup seperti laba-laba. Kita terlena dengan uang yang kita peroleh. Kita sibuk berfoya-foya menghabiskannya. Kita malas menabung. Setiap mendapatkan uang langsung dihabiskan. Kita begitu asyik menikmati hasil kerja kita. Tanpa menyadari bahwa kita bisa menjadi tua dan tak bisa lagi mencari nafkah. Di usia lanjut tua, kita menjadi miskin karena tak punya simpanan. Tak pernah mempersiapkan diri untuk kehidupan di hari tua.

Ada juga orang yang terlena dengan jabatan tinggi yang ia pegang di tempatnya bekerja. Ia menjadi sombong dan bangga akan keberhasilannya. Selalu menganggap remeh orang-orang yang jabatannya lebih rendah. Selalu merasa diri yang paling hebat dan pintar. Tanpa menyadari, suatu waktu perusahaan tempatnya bekerja bisa pailit dan ia termasuk orang yang di PHK. Ia terlena dengan posisinya yang aduhai hebatnya.

Di tempat lain, seorang gadis begitu bangga akan kecantikannya dan kemolekan tubuhnya. Ia menjadi angkuh. Menolak semua cinta pemuda yang tergila-gila kepadanya. Menghina para pemuda yang wajahnya buruk. Hanya mau bergaul dengan pemuda yang kaya raya dan tampan. Hingga akhirnya, suatu kecelakaan menimpa dirinya. Wajahnya yang cantik menjadi cacat dan tak seorang pun pemuda yang mau menikahinya. Ia terlena dengan kecantikannya. Padahal, kecantikan tak pernah abadi. Bila Tuhan menghendaki bisa diambil sewaktu-waktu.

NOTE : SEGALA SESUATU ADA MASANYA. JANGAN PERNAH TERLENA DENGAN KEBERHASILAN, KEKAYAAN, KECANTIKAN, KEPANDAIAN DAN KEHEBATAN YANG KAMU MILIKI.

Komentar

Gaphe mengatakan…
wow.. super sekali quotesnya.. memang dunia ini melenakan, tapi jangan lupa bahwa dunia ini ada pemiliknya... jangan terlena dengan kenikmatan dunia.
kebookyut mengatakan…
iya... tak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri. keren ceritanya mbak... ^^
Rela Rahmah mengatakan…
segala sesuatu ada masanya.. bener mbak ^^ roda kan berputar ya.. g mungkin di atas mulu..
Fauzan Harry Saktyawan mengatakan…
Hidup ini bukan milik kita sendiri kawan jangan terlena dgan apa yg kita miliki
ellysuryani mengatakan…
Yep, good quotes for today. Terimakasih atas sharenya mbak.
Unknown mengatakan…
Siip...setuju sekali..mari maju terus...
memang... tak ada yang abadi di dunia ini ya mbak... kita harus bersiap kehilangan seperti juga halnya saat menerima... thanks untuk cerita indahnya...
Anggi Zahriyan mengatakan…
Benar-benar cerita yang bermakna...
Ini membuatku sadar mbak bahwa apa yang kita miliki tidak abadi.
Nur Fariska U mengatakan…
cerita yang sangat bermakna sekali mbak :)
ngasih riska pelajaran baru ^^
kosong mengatakan…
perumpamaan yang aneh dan baru mbak fata
hebiattttt
yasuyassyash mengatakan…
terlenaaa.. a-a-a-a-a..
kuu teeeerlenaaa..

*loh malah dangdutan
:P
si biskut mengatakan…
aku jgak selalu terlena...
MONOKROM mengatakan…
Selalu waspada terhadap segala kemungkinan yang bisa saja terjadi nantinya. Pembelajaran yang sangat mengena banget mbak dengan penuturan yang mengasyikkan apalagi dikemas dalam dongeng (fabel), yang bisa menarik perhatian.
Sedia payung sebelum hujan.
Mulyani Adini mengatakan…
Kita tidak tau apa yang akan terjadi esok.....pangkat yg tinggi hanya titipan dan sementara karna pasti akan kembali ke yg punya..
Memamg seharusnya hidup ini harus di jalani dn rendah hati dan bersahaja...
Anonim mengatakan…
setuju mba fanny, kalau belebihan itu memang tidak baik,

:)
andri K wahab mengatakan…
tersentuh euy sm postingannya....hebat2...^_^
Aulawi Ahmad mengatakan…
kasihan serangga itu, gagal negoisasinya hehe
Ferdinand mengatakan…
Setuju.. segala sesuatu ada waktunya... jadi ngapain kita sombong sama Kedudukan apalagi harta.. toh yg datangnya juga dari Tuhan dan akan diambil lagi nantinya hhe.. Semangat!!!
Nuy mengatakan…
Iya bener yah segala sesuatu itu ada masanya harus liat ke depan jangan terlenaa..
-Gek- mengatakan…
Kalimat saya dah diambil ma Keboo mbak.........
memang harus selalu ingat Tuhan, dan siapa kita ini sebenarnya.
Gek likes this. :)
Sukadi Brotoadmojo mengatakan…
tak ada yang kekal abadi, hidup itu fana, jadi banyak-banyak bersyukur.. :)
LadyDay's Life mengatakan…
apa yg qta punya skrg tu emg ga abadi..swktu-waktu bs terenggut dgn tiba2 dr kita..yg pntgandai bersukur atas nikmat yg tlah dberikan...
Rico Hermanto mengatakan…
Laba2 yang malang...

sama seperti kita..
jika kita melupakan bahwa yang kita miliki hanyalah titipan dan anugerah dari Yang Maha Kuasa.. =)

Keren Ceritanya ^^
exort mengatakan…
semua yang bersifat keduniawian cuma sementara saja tidak ada yang abadi
TUKANG CoLoNG mengatakan…
harus tetap bersyukur dengan apa yg kita miliki dan rendah hatilah..:)
gaelby mengatakan…
Maaf bru sempat mampir, krna akhir2 ini rada sibuk.
Fragmen dialetika serangga dan laba2nya sarat makna dan hikmah.
walau agak telat, congratulate buat postingan ke 1000nya ! Salute 4 u, salam sobat :)
Allisa Yustica Krones mengatakan…
tks karena sudah sekali lagi mengingatkan, bahwa segala sesuatu di muka bumi ini ada akhirnya :)
julicavero mengatakan…
terkadang peringatan demi peringatan telah kita terima tp tetap kita ga percaya,siapapun itu kita tetap percaya pada diri sendiri, itu sifat keegoisan manusia..gada yg seperti laba2 yg mendengarkan apa yg diingatkan oleh serangga tsb.
ajurNA mengatakan…
kirain ini cerita anak2 sebelum tidur. ternyata setelah dilanjutkan membacanya adalah cerita yang mendalam. jadi waspadalah jangan terlena dengan kenikmatan sesaat.

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR