BELAJAR SABAR

Suatu hari seorang ayah yang baru pulang dari kantor bermaksud bercengkerama bersama isteri dan anaknya yang sudah menginjak dewasa. Sambil minum teh hangat dan makin kue yang disediakan isterinya, dia bertanya kepada anaknya.

"Rico, berapa skor akhir pertandingan sepakbola tadi?"

"2-0, ayah." jawab Rico.

Tetapi tiba-tiba hape sang ayah berbunyi dan dengan tergesa-gesa sang ayah keluar dari ruangan untuk menerima panggilan tersebut. Setelah selesai berbicara, si ayah kemabli bertanya kepada puteranya.

"Berapa skornya, Ric?"

"2-0, yah." Jawab Rico sedikit jengkel.

Namun tiba-tiba hape sang ayah berbunyi lagi karena pembicaraan tadi terputus. Si ayah pun keluar ruangan dan menerima panggilan telpon itu. Setelah selesai, dia masuk ke dalam ruangan dengan wajah ceria. "Maaf, berapa skornya?" Tanyanya pada sang anak.

"Ayah ini gimana sih? Sudah 2 kali tanya pertanyaan yang sama. Kan saya sudah bilang skornya 2-0." Jawab Rico kesal.



Mendengar jawaban itu, sang ayah langsung masuk ke kamarnya. Sang ibu yang melihat situasi seperti itu segera menghampiri Rico.

"Rico...dulu, waktu kamu masih kecil, kamu sering sekali bertanya kepada ayah tentang berbagai hal. Kamu sering bertanya berulang-ulang meskipun ayahmu sudah menjawab dengan jelas. Tetapi, ayahmu tak pernah bosan menjawab pertanyaanmu. Bahkan dia senang sekali menjawab semua pertanyaanmu. Karena dia sangat mengasihimu. Sekarang, ayah baru tiga kali bertanya kepadamu tetapi kamu sudah marah-marah." Ujar sang ibu.

Mendengar penjelasan sang ibu, Rico pun merasa menyesal. Dia segera ke kamar dan meminta maaf kepada ayahnya.

Kisah Rico yang tidak bisa sabar menghadapi ayahnya memberikan pelajaran penting bagi kita. Pertama, kesabaran memang bukan hal yang mudah. Kadang, kita menjadi putus asa untuk mengatasi ketidaksabaran kita sendiri. Kedua, ingat dan sadarilah bahwa sebelumnya ada orang yang sabar terhadap kita, akan menolong kita untuk belajar sabar.

Kita diajar untuk mengerti bahwa orang lain punya kelemahan, demikian juga dengan kita. Dengan begitu kesabaran bukan karena kita ingin balas budi, tetapi muncul karena kesadaran untuk menjaga keharmonisan di dalam hubungan dengan sesama. Yang ketiga, adanya kasih dalam diri kita membangkitkan semangat kita untuk bertindak sabar kepada sesama.

NOTE : BETAPAPUN SULITNYA, KETIKA SESEORANG PUNYA KESADARAN DAN KERENDAHAN HATI, DIA BISA BERTINDAK SABAR.

Komentar

si biskut mengatakan…
biarkan diri kita sentiasa tergolong dalam orang2 yang sabar..
Rela Rahmah mengatakan…
ngomong "2-0, ayah" berkali-kali juga g bakal bikin kita kehabisan nafas, ko cuma ngomong itu 2x, si rico udah marah ya.. weks
atanotonogoro mengatakan…
iya ya, seorang anak emang sering kaya gitu. aku juga ;p tapi jadi mau intropeksi nih kak hehe makasih yaa.
Dewi Indrasta mengatakan…
kata Aa Gym, orang yang paling kuat sedunia adalah orang yang paling bisa menahan amarah alias paling sabar.
Gaphe mengatakan…
saya malah ngebayanginnya si ayah yang nggak sabaran.. baru digituin aja ngambeg, masuk kamar.. kenapa ayahnya nggak bilang maaf, soalnya udah tua..pikun.. trus ngobrol yang laen.
combrok mengatakan…
Terimakasih,di ingatkan.he he,sama mo bilang aku blm update,hehe
-Gek- mengatakan…
adoh,,, keknya saya tipe yg tidak sabaran deh mbak, hiks hiks

*btw, bumil ga boleh makan yg di bakar2.. hehehe... Ayam bakarnya ganti ayam goreng ajah. (^^)V
AISHALIFE-LINE mengatakan…
Met pagi,sist.Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.Semoga kita semua termasuk yang sabar,amin.
Anonim mengatakan…
wahh ini pelajaran berharga mbak... mudah2an aku bisa lebih sabar lagi...
alice in wonderland mengatakan…
hehe jujur aku mirip Rico itu deh, gak sabaran. trus di gereja kemarin ada yang nyetel video yang ceritanya mirip kayak gini tapi, syahnya nanya sama anaknya tentang nama burung yang hinggap di beranda rumah mereka... bener deh kita musti sabaaaarrr^^
Ummi Ubay mengatakan…
hiks
emang sih kadang chika suka gitu
kalo ayah nanya suka nyuekin
padahal kecil dulu chika suka banyak tanya >.<
Anonim mengatakan…
bener mbak, kita emank harus sabar apalagi kalo mudik taun ini, harus bener2 sabar karena jalanan sangat macet. *curcol*
madinger mengatakan…
sabar memang penting ya :)
Puspita mengatakan…
Hp memang sering mengacaukan suasana.

Selamat siang semoga sehat dan bahagia selalu. Amin.
anna mengatakan…
kesabaran itu hadiah yang berharga dari Tuhan lho..

mohon maaf lahir batin :)
DewiFatma mengatakan…
Orang tua pasti sabar ngadepin anaknya yang cerewet skalipun, tapi jarang seorang anak bisa sabar ngadepin ortunya. Palagi kalao ortu udah tua dan pikun... Na'ujubillah...

Ijin follow, Mbak Fanny... :)
kemanx921 mengatakan…
sabar itu ilmu yg paling sulit tapi pasti bisa diterapkan :)
Mulyani Adini mengatakan…
Sabar hal yang tidak mudah kita lakukan....
jadi teringat saat aku hilang sabar menghadapi anak atau suami...
Huda mengatakan…
saya pernah baca d mana entah lupa . dan pernah saya jadikan status d facebook " kualitas kesabaran bukan d tentukan ketika kita membaca , menulis, mengerti dan memahami arti kesabaran , tapi di tentukan ketika kita menghadapi ujian " dan di sini saya mendapatkan tambahan lagi ,.... semoga saja aku bs ,... *** lagi2 aku ketinggalan informasi d sini *** :D
Unknown mengatakan…
aku juga pernah baca ini, Teh...

ya memang sabar menjadi salah satu kunci kedamaian...
Allisa Yustica Krones mengatakan…
Kisah ini serta kisah ttg burung bangau dan seorang ibu sll ngingetin saya untuk menghormati orang tua dan tetap mengasihi mereka meski mereka telah tua, pikun, sakit2an, karena kasih yg tlh mereka beri untuk anak2nya tak pernah terbatas meski ingatan n kemampuan mereka kian surut...
andri K wahab mengatakan…
hmmm...sabar...sama susahnya seperti kita ikhlas...^_^

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR