TERGANTUNG KITA
Pak Amidin, seorang kakek berusia 74 tahun sedang berjalan-jalan sendirian di komplek perumahan tempat anak dan cucunya tinggal. Tiba-tiba dia mendengar petikan suara gitar yang amburadul.
“Aduh, suaranya jelek sekali. Saya benci suara gitar. Saya nggak mau lagi dengar suara gitar. “ Gerutunya kesal sambil menutup telinganya.
Ternyata yang sedang bermain gitar adalah seorang remaja putera yang sedang belajar gitar.
Beberapa waktu kemudian, pak Amidin diajak cucunya untuk menikmati festival akhir tahun. Salah satu acara di festival itu adalah sebuah pertunjukan permainan gitar. Ketika pak Amidin mengetahui ada acara permainan gitar, ia mulai mengeluh.
“Saya mau pulang saja. Apa itu suara gitar? Bikin pekak telinga saja.” Ujarnya sambil menarik tangan sang cucu.
“Kakek…sabar dong…! Coba dengar dulu..suara gitar yang dimainkan di sini pasti keren. “ Kata si cucu sambil dengan lembut menyuruh kakeknya untuk duduk di kursi.
Pak Amidin terpaksa menuruti keinginan sang cucu. Dia duduk sambil menutup telinganya, tetapi itu tak mungkin. Pelan tapi pasti, suara gitar mulai mengalun indah. Senar demi senar yang dipetik oleh anak remaja di atas panggung itu mengeluarkan melodi yang menyentuh hati. Alunan lagu-lagu klasik terdengar mantap dari gitarnya.
“Sungguh indah sekali suara gitar itu. “ Kata pak Amidin yang terpesona dengan lagu-lagu yang mengalun merdu.
“Bukan suara gitarnya, kek. Tetapi cara memainkannya.” Kata sang cucu.
Pak Amidin pun mengangguk-angguk, paham.
Well, bisa tidaknya sesuatu dinikmati tergantung kepada kita. Coba lihat orang-orang di sekitar Rawa Pening Ambarawa yang membuat souvenir yang indah-indah dari enceng gondok, tanaman yang dianggap sebagai gulma yang menganggu. Lihat juga seorang pemuda yang menghasilkan berbagai jenis mainan dari CD bekas, botol-botol air mineral yang sudah dibuang. Bukankah semua yang tampak tak berguna itu akhirnya menghasilkan sesuatu yang indah dan berguna?
Komentar
keren mbak :D
Belum tentu semua yang pahit itu racun, dan belum tentu semua yang manis itu bukan racun.
MERDEKA....!!!
:)
salam merdeka mbak!!!
M E R D E K A ! ! !
halah, apa coba hubungannya...
Merdekalah Bangsaku, Merdekalah Negeriku, Merdekalah Indonesia...!
*semoga
Merdeka !
Merdeka !
Tapi Cemas !
huehehe..
semua tergantung sudut pandang orang yang ngeliatnya. kalo jelek, jelek. kalo bagus, bagus. tapi, lebih baik kita menghargainya daripada ngritik doang...