PERSAHABATAN KUDA NIL DAN KURA-KURA RAKSASA

Pada tanggal 24 Desember 2004 terjadi tsunami dahsyat di Afrika. Sehari setelah peristiwa itu, penduduk desa Pantai Malindi, Kenya melakukan tugas penyelamatan bersama aparat setempat. Saat itulah salah seorang dari mereka yang bernama Owen Saubion melihat seekor anak kuda Nil yang meringkuk di batu karang. Umur kuda Nil itu sekitar 1 tahun. Ia selamat dari terjangan tsunami tetapi kondisinya sangat memprihatinkan. Ia terjebak di antara gelombang laut dan derasnya air dari muara Sungai Sabaki.

Dengan menggunakan jaring penangkap hiu, Owen dan para penduduk desa berhasil menyelamatkan kuda Nil itu. Setelah dirawat, anak kuda Nil itu dibawa ke Haller Park dekat Mombase, sebuah suaka margasatwa. Di suaka margasatwa inilah kisah persahabatan anak kuda Nil dengan seekor kura-kura raksasa dimulai.

Anak kuda Nil itu diberi nama Owen, sesuai nama penemu dan penyelamatnya. Owen tidak ditempatkan di kawanan kuda Nil karena takut akan keselamatannya, mengingat kuda Nil dewasa adalah binatang yang sangat agresif. Ketika dilepas, awalnya Owen masih nampak canggung, karena harus menempati lingkungan baru. Tetapi setelah merasa nyaman, Owen langsung menatap dan tertarik kepada seekor kura-kura raksasa bernama Mzee.

Mzee adalah jenis kura-kura Aldabran yang berusia sekitar 100 tahun dan beratnya sekitar 320 kg. Mzee yang dalam bahasa Swahili berarti wise old man, si tua bijaksana adalah penghuni lama area suaka margasatwa itu.



Owen beranjak mendekati Mzee, tetapi Mzee cueks saja. Owen selalu mengikuti kemana Mzee pergi. Sepertinya ia berusaha mengambil hati Mzee. Seiring waktu yang berjalan, keuletan Owen mendekati Mzee membuahkan hasil. Setelah beberapa minggu, keduanya nampak akrab. Mzee bagai induk Owen. Dia selalu menjaga Owen dengan kelembutan.

Tali persahabatan di antara mereka sungguh bagai sebuah keluarga. Para perawat hewan di Haller Park heran melihat tingkah laku dua hewan berbeda jenis ini. Apa yang dimakan Mzee juga dimakan Owen. Dimana Owen tidur, di situ pasti ada Mzee. Mereka juga selalu bermain air di kolam bersama, berjalan keliling area taman bersama-sama pula.

Fenomena ini sangat mengejutkan sejumlah besar ilmuwan. Bukan saja karena peristiwa ini belum pernah terjadi, tetapi juga karena di antara kedua hewan itu sudah mengembangkan bahasa mereka sendiri sebagai sistem komunikasi yang baik.

Bagaimana dengan kita? Maukah kita belajar dari mereka? Persahabatan sejati itulah yang perlu kita teladani. Janganlah perbedaan di antara kita menghalangi atau menghancurkan persahabatan yang indah.

NOTE : PERSAHABATAN YANG TERJADI DI ANTARA MEREKA YANG PUNYA BANYAK PERBEDAAN MERUPAKAN HARTA YANG SANGAT MAHAL.

Komentar

alamendah mengatakan…
(Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
Wow, dua makhluk yang berbeda saja bisa kek gitu kenapa manusia gak bisa?
NOOR'S mengatakan…
Bener tuh mba...persahabatan seharusnya tak memandang siapa dan darimana sahabat kita...

maukah kita tetap bersahabat :)

Salam hangat selalu...
Rela Rahmah mengatakan…
itu kisah nyata bukan?? kerreenn

yaa, dua makhluk yg berbeda jenis aja bisa bersahabat, kenapa manusia ngga ya? *namanya juga manusia, kadang ada yg egois, kan males sahabatan sama org yg egois* huhuhu
ayhez mengatakan…
Great.... persahabatan = kekayaan..

Love ur posting so much...!!!!!!

sya mo follow v kok gagal mulu yaa..>.?? gini klo pake modem,,,*kok malah curhat..!!!

http://ayhezwahyu.blogspot.com/2010/08/kue-kuemade-in-mamak-tercinta-catatan.html
Gaphe mengatakan…
like this!. -kasih jempol-
Aulawi Ahmad mengatakan…
seperti kita, walau berbeda jenis kelamin tetep sehati sebagai sahabat hehehe
Unknown mengatakan…
@aulawi : hahaha..apa kaitannya coba? ada2 aja deh.

@ayhez : blogspot emang suka gitu. saya juga pernah alami kok.
Seiri Hanako mengatakan…
berkunjung dan menyimak kisahnya

^^
Linda Tan mengatakan…
As usual nice posting
Berbeda bukan berarti tidak bisa menyatu, berbeda memberikan warna tersendiri.

Met malam M'Fan
elok langita mengatakan…
:D bersatu kita teguh bercerai kita runtuh..

bhineka tunggal ika..

hidup indonesia!!
SIANG SORE mengatakan…
persahabatn ini dapat saling melengkapi dan memberikan warna yg membahagiakan
ali afif mengatakan…
yups neh mbak, kalo yang beda2 bisa bersatu brarti intinya mereka sangat bertoleransi ya..
buwel mengatakan…
makasih sharenya mbak..
Freya mengatakan…
wow nice inpoh. tengs.
Elvindinata mengatakan…
kisah yg bagus mbak,,,sipp ^^,,,pershabatan tidak mengenal jenis dan bentukk,,:) Like This ^^.,, hwehwehwheh :)
Mood mengatakan…
Sungguh persahabatan yang indah, semoga saja kita bisa meneladani kisah itu.
Salam saya mbak. .
-Gek- mengatakan…
pengen liat foto kuda nil dan kura2 raksasa.. pasti cutee.. :)
wah bisa bersahabat yah kura2 ma kuda nil

bener-bener mba, kita kalo bersahabat dengan siapa saja jangan pandang perbedaan yg ada ^^
M. Hudatullah mengatakan…
tapi ko' ya... tidak semua orang secara otomatis bisa menjadi sahabat kita? maksud saya, kaya' ada sensor otomatis sebelum kita membiarkan orang lain memasuki wilayah bernama 'persahabatan'?

hmm...
ra kun mengatakan…
persahabatan bagai kepompong:)
exort mengatakan…
jangan lupa persahabatan juga bisa terjadi di dunia maya ini :)

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR