KISAH HOWARD HUGHES

Howard Hughes adalah seorang milioner pada masanya. Ia menikah dengan Jean Peters, seorang wanita yang tercantik pada zaman itu. Tetapi, Hughes tidak pernah merasakan kebahagiaan dan kedamaian. Ia menganggap isterinya hanya sebagai benda penghias hidupnya, sehingga pada tahun 1970 ia menceraikan Jean Peters.

Kekayaannya yang berlimpah, membuat Hughes dapat pergi kemana saja ia mau, yakni untuk mencari kebahagiaan yang ia inginkan. Ia pun berkeliling dunia dengan menginap di hotel-hotel bintang lima di Las Vegas, Nikaragua, Acapulco, dll sebagai tempat tinggalnya. Namun ia tak pernah menemukan kebahagiaan itu. Hidupnya penuh dengan kemuraman belaka.

Kemuraman yang menyelubungi jiwanya membuat Hughes membiarkan rambutnya tumbuh panjang terurai hinggan pinggang. Kuku tangan dan kakinya tidak lagi dipotong sampai akhirnya orang menganggap ia sakit jiwa.

Mengapa Hughes menjadi orang yang aneh?



Karena ia tak mampu menjalin hubungan baik dengan orang lain. Ia tidak memiliki kecerdasan emosional. Hughes menganggap orang lain hanya sebagai objek yang dapat dimanfaatkan. Sebaliknya orang berteman dengan dia hanya untuk mendapatkan keuntungan darinya. Tentu saja hubungan seperti ini tidak akan mendatangkan kebaikan.

Jika menginginkan orang lain menghargai dan menerima kita apa adanya, maka kita yang harus menghargai dan bisa menerima orang lain apa adanya. Buang sikap menggurui dan "bossy" atau sok menjadi raja atas orang lain. Jauhi sikap yang menekan mereka yang ada di bawah kita, meskipun orang itu tidak memiliki pendidikan yang cukup.

Kebahagiaan akan menyelimuti hari-hari kita jika kita bisa membangun hubungan baik dengan semua orang. Terimalah orang lain sebagai saudara dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

Note : ORANG YANG BISA MENERIMA DAN BERSAHABAT DENGAN BANYAK ORANG ADALAH PEMIMPIN TANPA BATAS.

Komentar

-Gek- mengatakan…
betul banget Mbak!
IQ haruslah seimbang dengan EQ..!
Pagiiii..... masak pisang goreng bareng yuks? :)
Camajuyas mengatakan…
hanya dengan ketulusan dan keikhlasanlah..persahabatan atau entah apapun namanya akan langgeng....
karzanik mengatakan…
Cerita yang penuh inspiratif banget Ka....
Saya suka...
bahwa kita harus membangun hubungan ke seseorang..
Rela Rahmah mengatakan…
setuju! setuju!
kalo bersahabat tapi ada maunya itu namanya bukan sahabat..

fb aku : go_hammie@ymail.com
hehe
Ferdinand mengatakan…
Wah orang kaya begini yg susah,,, cerdas N kaya tapi susah untuk berinteraksi dengan orang lain... punya IQ tapi EQ-nya cetek ya percuma.......

kita kanh makhluk sosial yg butuh orang lain ya Sob....

Semangat n Happy blogging!!
Seiri Hanako mengatakan…
wah kecerdasan emosi tu penting juga.
aku dulu punya temen yg sok bossy mba
trus karna BT ya aku tinggalin aja
gak enak berteman sama orang kayak gtu :p
Shudai Ajlani mengatakan…
OKE BANGET tuh kalimat yang terakhir :)
ghost mengatakan…
rase nyer mmg begitu deh...aku jgk alaminya.
Achen Support SMP mengatakan…
JAdi inget Alm Gus Dur...
ali mengatakan…
Makasih neh Mbak Sharenya...
Muhammad A Vip mengatakan…
sodara meski tak pernah bertatap muka. tak apa tentunya, yang penting bisa berbagi bahagia.
Inung Gunarba mengatakan…
jadi juragan emang perlu menipiskan hari agar peka. Obsesi pada target membuat kita cenderung melihat karyawan sebatas pencapaian angka penjualan :)
Anonim mengatakan…
ya bner mbak... ceritanya sangat menginspirasi....
warcoff mengatakan…
seperti persahabatan kita ya Fan, hehehehe
Slamet Riyadi mengatakan…
apakah seperti pandji?
PANDJI adalah salah satu orang yg pandai dan gampang membaur
Anak SMP mengatakan…
Kisah yang mencerahkan, Mkasih...
alice in wonderland mengatakan…
kasian banget nih si Howard... apa iya gak ada orang yang bisa bener2 deket ama dia Mbak?
Gaphe mengatakan…
ada pepatah yang mengatakan kalo orang paling miskin sedunia adalah orang yang tak punya apa-apa lagi selain uang.. Mungkin Howard ini satu contohnya
Aulawi Ahmad mengatakan…
bawain empek2 kapal selam sbg balasan persahabatan :)
ocheholic mengatakan…
lama ga berkunjung selalu menemukan cerita seru dsini ;)
suka sama tulisan yg di-blod di akhir kalimat.
Mood mengatakan…
Cerita yang mencerahkan, thanks mba.
Vivieck mengatakan…
setuju.......
saya punya temen yg ingin berkuasa atas org lain, akibatnya temen nya sedikit, cuma yg tahan sama perbuatan dia,
Elvindinata mengatakan…
kebahagian adalah puncak kehidupan,,, walau kaya namun tdak bahagia,,, sama saja miskin dan menderita,,:),,hmmm,..sebuah renungan yg baik untuk dicermati ^^
Zulfadhli's Family mengatakan…
Kasian banget yah, harta melimpah, tapi ketenangan batin berupa cinta ga bisa diperoleh.

Betu banget, hidup harus seimbang. Maka dari itu pintar2 lh menyeimbangkan IQ dengan EQ :-)

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR