PELIPATGANDAAN SECARA AJAIB
Prakata : Ada artikel keren yang saya dapatkan dari sebuah buku. Sengaja saya share untuk teman-teman. Kiranya bermanfaat.
Mujizat ini terjadi sekitar 20 tahun lalu. Saat itu, saya sungguh yakin hanya punya uang simpanan sebesar 9.000 peso di dalam laci meja dan 700 peso di dompet. Hanya itu jumlah kekayaan yang saya miliki. Sekitar pukul 9 pagi, seorang teman menelpon dan berkata bahwa puterinya masuk rumah sakit. Ia butuh uang sebesar 9.000 peso. Sebenarnya saya ingin bertanya : “Apakah kamu yakin jumlahnya bukan 9.700 peso?”
Sejenak saya menutup mata dan bertanya pada Tuhan apa yang harus saya lakukan. Sejelas cerahnya mentari pagi itu, saya merasa Dia mengatakan dalam hati saya, “Berikan padanya.”
Saya menekan kekuatiran yang bergejolak di jiwa dan dengan sukacita berkata :
“Baiklah, nanti siang kamu kemari lagi. Saya akan siapkan uang itu.”
Sebenarnya di benak saya terbayang konsekuensi tersuram dari keputusan untuk memberikan uang itu. Hidup hanya dengan 700 peso berarti saya tidak bisa makan pizza kesukaan saya.
Beberapa menit kemudian, seorang teman lain mengetuk pintu rumah kami. Sambil menangis, ia menceritakan masalah keluarga yang sedang dihadapinya yang berakhir dengan permohonan. “Dapatkah kamu meminjamkan saya uang 500 peso?”
Saya mulai tersenyum dan bertanya : “Bukan 700 peso?”
Ia menggelengkan kepalanya, mungkin dia bingung dengan pertanyaan saya. Kemudian saya mengeluarkan uang 500 Peso dari dompet, namun ketika saya menarik uang itu, secarik kertas yang terlipat muncul dari dalam dompet saya.
Saya menariknya dan tidak bisa mempercayai mata saya. Itu adalah lembaran 500 peso lainnya. Dari mana munculnya uang ini? Semuanya begitu tiba-tiba. Saya merasa Tuhan sedang mengatakan pada saya bahwa ini adalah waktunya mujizat terjadi.
Saya pun memberikan uang 500 peso itu kepada teman saya. Lalu, saya ingat harus menyiapkan uang 9.000 peso kepada teman saya yang lain.
Saya masuk ke kamar dan mengambil uang dari laci meja, kemudian memasukkannya ke dalam sebuah amplop. Tetapi, sebelum melekatkannya, saya berpikir untuk menghitung ulang uang tersebut.
“Seribu…dua ribu…tiga ribu…empat ribu…,” Saya mulai menangis ketika melanjutkan menghitung. “Sepuluh ribu….sebelas ribu..dua belas ribu..tiga belas ribu…empat belas ribu..dan lima belas ribu.”
Sampai hari ini saya tidak tahu dari mana datangnya kelebihan uang itu. Satu hal yang saya tahu bahwa Tuhan sedang memberi sebuah pesan sederhana, yang tersimpan di hati saya hingga hari ini.
“Ketika saya memberi, Tuhan akan memelihara saya.”
Hari itu di hadapan Tuhan saya berlutut, dengan hati yang sangat kagum, saya berkata : “Terima kasih Tuhan. Engkau tahu bahwa saya masih ingin makan pizza.”
Note : Jangan pernah takut untuk menabur, karena ketika kita menabur benih walau hanya sedikit, ia akan dilipatgandakan oleh Tuhan yang memang ahli pelipatgandaan.
Komentar
siapa yang menabur dia yang menuai, semua perbuatan ada balasannya, :)
selamat hari rabu, mbak fanny..
semoga hari ini menyenangkan :D
Saya mo belajar 'merelakan' juga ahk.
tak ada yang tak bisa dilakukan oleh tuhan.... ^^
cobaan yang sesungguhnya dalam berbuat baik adalah berbuat baik ketika kita sedang dalam keadaaan tidak baik....
apa kabar mba fanny ??
duhh sennagnya yg abis liburan,oleh2nya manna,,,hehe ^_^
Met sore mba, numpang mapir...
Salam hangat & sehat selalu...
jangan takut memberi.
tp mbak, ni kisah nyata?