AZAS MANFAAT YANG KELIRU
Ketika saya masih bekerja di sebuah company yang cukup besar dan punya nama, ada seorang Office boy yang sangat rajin bekerja dan selalu siap membantu siapa saja yang membutuhkan jasanya. Office boy yang kerap kita panggil OB ini bernama Makmun (bukan nama sebenarnya).
Makmun sering dimintai tolong oleh hampir semua karyawan. Mulai dari membersihkan meja, bantu angkat-angkat dokumen (bila ada karyawan yang pindah ruangan atau mutasi ke bagian lain), fotocopy dokumen, bikinin indomie, kopi, teh sampai membelikan makan siang.
Semua itu tidak salah. Sah-sah saja kok meminta bantuan OB, tapi…kadang ada karyawan yang keterlaluan. Apa-apa nyuruh OB. Sampai urusan pribadi meminta bantuan OB misalnya : meminta baju-baju kotornya yang dibawa dari rumah untuk diantar ke laundry dekat kantor, minta dibelikan martabak untuk dibawa pulang, dll.
Padahal OB itu kan bukan pembantu rumah tangga pribadi. Dia merupakan salah satu karyawan yang berarti menjadi bagian dari company. Haknya sebagai sesama karyawan sama. Hanya pangkat, jabatan dan gaji saja yang berbeda. Tetapi, dia sering dianggap seperti pembantu.
Kalau toh mau meminta bantuan OB ya…mestinya yang wajar dan sebaiknya yang berhubungan dengan pekerjaan kantor. Jangan segala macam urusan pribadi minta tolong OB. Lagipula, apa susahnya sih bikin kopi sendiri? Masak indomie sendiri? Turun ke bawah sebentar buat beli makan siang ? Kalau mengaku sibuk, semua orang juga bisa bilang : Saya sibuk.
Kalau hanya sesekali minta tolong OB, it’s okey. Tetapi kalau hampir setiap hari…wadoow…rasanya sudah keterlaluan. Memang sih, OB nya dikasih duit, tapi…bukankah itu mendidik OB menjadi lebih memerhatikan ‘job’ dadakan dari para karyawan ketimbang job sesungguhnya yang ditugaskan oleh company?
Lihat saja si Makmun, OB yang rajin banget ‘menolong’ para karyawan. Karena sering disuruh-suruh dengan iming-iming uang, akhirnya dia lebih suka mengerjakan tugas-tugas dadakan dari para karyawan ketimbang pekerjaan tetapnya. Meja jadi jarang dibersihkan. Disuruh fotocopy dokumen selalu saja alasannya segudang. Banyak kerjaan lah. Inilah itulah…Padahal…dia sedang sibuk beli makanan berbungkus-bungkus titipan para karyawan yang malas turun ke bawah. Jelas, dia lebih suka ‘memenuhi kebutuhan makan’ para karyawan itu karena selalu dapat honor. Biasanya kembalian uang beli makanan jadi hak milik Makmun.
Celakanya, Makmun berpikir semua uang kembalian berapapun jumlahnya pasti diberikan ke dia. Suatu kali, pernah ada seorang karyawan nitip uang dengan jumlah yang agak besar sehingga kalau toh beli sebungkus nasi goreng mestinya ada kembalian yang bisa digunakan untuk beli 4 bungkus nasi goreng lagi. Tetapi, kembalian uang itu dengan sengaja diambil oleh Makmun. Ketika ditanyakan, alasannya segudang. Lupalah, gak ada uang kecillah, dll. Ternyata dia memang sengaja lupa. Dan, kejadian itu bukan sekali dua kali. Banyak karyawan mulai mengeluh akan ketidakjujuran Makmun.
Yah, salah siapa dong? Tentu saja mereka yang suka nitip itu turut andil. Makmun jadi kebiasaan terima honor sehingga memancing dia untuk bersikap tidak jujur. See, azas memanfaatkan OB yang keliru itu akhirnya menjadi bumerang juga buat mereka.
Hmm…azas memanfaatkan orang lain secara keliru ini memang sudah membudaya di kantor-kantor. Bukan saja terhadap OB. Ada juga karyawan yunior yang disuruh-suruh oleh karyawan senior. Ada kecenderungan sebagian karyawan senior yang mencari ‘anak buah’. Kalau dengan yang selevel mereka tidak berani. Oleh karenanya mereka mulai mencari yang yunior untuk dijadikan anak buah.
Motivasi mencari anak buah di sini tentu saja bukan untuk dididik menjadi pintar, tetapi menjadikannya ‘pesuruh’. Yang lebih parah lagi adalah untuk membagi tanggung jawabnya. Padahal sang anak buah itu sendiri sudah diberi tanggung jawab oleh company. Ini merupakan perlakuan yang tidak pada tempatnya.
Mari kita menghargai orang lain sebagaimana Tuhan menghargai dan memperlakukannya sesuai dengan posisinya.
Note : SUNGGUH SUATU KEJAHATAN JIKA KITA DENGAN SENGAJA MEMANFAATKAN ORANG LAIN DEMI KEPENTINGAN PRIBADI.
Komentar
met malem mba'...
hope u have a nice weekend ^^
-----------
pa kabar mbk?????? kangen nih.. :D
Ntu OB apa PRT si ? 'Kasian' si makmun kebanyakan objekan jadi ga ngurusin gaweannya. Awas Mun jgn kebanyakan ngobjek ntar dipecat Loe. .
saya baru sadar..
ternyata aroma di dunia kerjaan sebuah kantor pun tidak jauh beda dengan masa-masa mos, utawa ospek yah..
mendinganlah ospek,,paling jadi cucuturut selama beberapa hari..
kalau ini..haduh...
mbak,,,apa yg level bwhny gak bisa lawan?? kalau aku mah ngelawan ajah drpd harga diri diinjak injak....
di sekolah juga sama
bahkan teman sendiri
mengaku sahabat
tapi sering memanfaatkan
gw juga suku nyuruh OB gw beli makanan/sarapan tp para OB dikntr gw pada tau diri semua, kl kerjaan mereka blm kelar pasti ga akan mai dusruh2, tp kl dia nganggur dia pasti mau, toh kan itung2 kita memberi uang tambahan ke mereka
Kalo maid kan memang sudah tugasnya disuruh2 sama majikan. beda lho dg memanfaatkan OB kantor.
ternyata dunia itu begitu ya..