UCAPAN YANG SIA-SIA

Mungkin kita harus selalu ingat hari penghakiman agar bisa menjaga atau mengendalikan lidah kita, karena setiap kata yang sia-sia yang keluar dari mulut kita akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.

Apa yang dimaksud perkataan yang sia-sia?



Perkataan yang kotor :
Ketika masih kecil, saya pernah mendengar tukang becak langganan saya mengumpat dengan kata-kata kasar kepada seorang pengendara sepeda motor yang tak sengaja menyenggol becaknya. Kata-kata yang diucapkannya berbau porno dan sangat tidak enak didengar. Sebagai anak kecil yang hati dan jiwanya masih bersih, saya merasa tidak nyaman ketika mendengar ia mengucapkan kata-kata yang kotor itu. Mungkin si tukang becak tak menyadari bahwa setiap kata yang kotor itu suatu saat nanti harus dipertanggungjawabkannya.

Perkataan yang kosong :
Banyak orang yang terjebak dalam perkataan kosong atau suka membual supaya ia tampak hebat. Apa gunanya terlihat hebat, tetapi sesungguhnya kita adalah orang yang berjiwa kerdil? Buang racun perkataan kosong ini dari lidah kita, agar lidah kita menjadi sehat. Jadilah orang hebat dengan memperkatakan yang sebenarnya, karena dengan demikian integritas kita teruji dan kita dipercaya.

Perkataan yang sembrono :
Seringkali kita latah bahkan menyebut nama Tuhan dengan sembarangan. Ketika dikejutkan oleh sesuatu, lidah kita latah dan menyebut nama Tuhan. Mungkin dengan menyebut nama Tuhan akan terlihat rohani. Padahal, kenyataannya tidak. Misalnya saja : Kita sering berkata begini : “Demi Allah, saya nggak bohong.”

Nama Tuhan harus disebutkan dengan penuh hormat karena Dia sungguh mulia.

NOTE : LIDAH BISA MEMBUAT KITA DEKAT DENGAN TUHAN, TETAPI BISA JUGA MEMISAHKAN KITA DARI DIA UNTUK SELAMANYA.


Komentar

Unknown mengatakan…
maaf mbak fanny...
saya ijin mengamankan pertamaxxx...
Unknown mengatakan…
nah, dalam kondisi seperti di atas, "diam adalah emas" baru berlaku...
Aulawi Ahmad mengatakan…
lidah memang tak bertulang...
non inge mengatakan…
menjaga tutur kata...
karena bisa melukai hati...
makasi sdh diingatkan ^^
attayaya mengatakan…
lidah memang tidak bertulang
tak terbatas kata2
tinggi gunung seribu janji
manis di bibir lain dihati

eeeeh ini lirik lagu siapa gituuu
Umy Diary mengatakan…
kata2 emang selangit

tapi mesti diperhatiin juga mbakk
salah salah,, bahaya juga tuch
HB Seven mengatakan…
manis dibibirmu, lembut suaramu, aku terpedaya .....ngutip syairnya Dedy Dores,.,,,
Bekti mengatakan…
Amen. Jadi mesti berhati-hati ya, kalau berkata-kata..
exort mengatakan…
silent is gold
Alvita Rd mengatakan…
aaaaa, saya paling benci tuh, kalo ada orang yang mulai ngomong kasar... =.=;
putriastiti mengatakan…
Setuju dengan exort. Kalo kita diem, kita bisa dapet emas.
hehe!

tapi menurut saya, orang yang banyak berkata biasanya tak banyak bersikap.
Tidak selalu, tapi kebanyakan.
Begitu juga sikapnya dengan Tuhan.
Mood mengatakan…
Betul mbak kita memang harus lebih menjaga ucapan, krn ada yg bilang mulutmu harimau mu.
DewiFatma mengatakan…
hmm.. betul banget. Ingat hidup sebelum mati, karena semua yang kita lakukan semasa hidup akan diminta pertanggungjawaban kita kelak.
Makasih udah ngingatin Mbak.. :)
nietha mengatakan…
berkata baik adalah cerminan orang mulia..
Mulyani Adini mengatakan…
banyak temen2 ku bilang aku ini sombong...karna sifatku lebih baik diam dari pada banyak berkata-kata
Ali Masadi mengatakan…
kalau pedang melukai tubuh
banyak obat tuk buatmu sembuh
kalau lidah melukai hati
hendak kemana obat kau cari
ARUS RASYID mengatakan…
Lidah tak bertulang. Itu kata peribahasa yang menunjukkan betapa mudahnya kita mengucapkan sesuatu, padahal belum tentu bermanfaat, bahkan mungkin akan menyinggung perasaan orang.
Mudah2an saja lidah kita dijaga dari ucapan2 tak bermutu. Amin
Trims telah diingatkan, kawan.
Pit mengatakan…
banyak hal terjadi karena lidah, membawa kita pada kondisi dan suasana hitam atau putih.

Semoga lidah kita tetap terjaga sehingga membawa kita dalam lingkup kebaikan. Lingkup kesucian dan kebersihan hati yang diRidhai-NYA. Semoga saja..

Mari berusaha menjaganya..
Anggi Zahriyan mengatakan…
mulut adalah senjata. Salah menggunakan sedikit, kita sendiri yang tertembak.
Ummi Ubay mengatakan…
yup
kayaknya harus mulai belajar untuk mengeluarkan kata-kata yang bermanfaat saja... :D
Naila Zulfa mengatakan…
kata kotor, gak enak didenger..

yang lucu tuh kalau ada supir yang ngomel2+misuh2 cuma gara2 adda mobil lain yang ugal2 an,

padahal kan tuh yang empunya mobil juga gak bakalan denger...

sepakat ma siroel, kalo konidsi gini baru berlaku silent is gold...
AISHALIFE-LINE mengatakan…
Lisan memang harus di jaga,supaya tidak menyakiti yang lain.
-Gek- mengatakan…
serem juga yak? ><
main kata mengatakan…
termasuk dgan kondisi palestina ini
ada byk amarah dan sumpah serapah
bgaimana itu mb fanny?
Hehe
Dokuz mengatakan…
Lidah bisa tajam dari Sebilah Pedang..

Salam Knal mbak fannya :)
catatan kecilku mengatakan…
Yups.. setuju mbak, seperti pepatah : mulutmu harimaumu.

Maaf baru bisa mampir.. krn baru sembuh dari sakit mata nih.
Slamet Riyadi mengatakan…
yang penting rame aja mba, dan tidak ada yang merasa terlukiai dengan perkataan kita..
slam juga manusia (serius)
rosanakmami mengatakan…
memang lidah tak bertulang
dan mulutmu harimaumu

berkatalah yang baik atau diam saja...
Falra mengatakan…
lidah lebih tajam dari belati, kan.

ada juga yang bilang, lidah itu pedang permata dua....

hehe, thanks dah diingatkan k'.
Fais Wahid mengatakan…
kita memang terkadang tidak mampu mengontroL Lidah ini saat emosi tLah mengontroLnya....
yazid mengatakan…
terima kasih nasehatnya ya sob
Blogger Terpanas mengatakan…
jaga lidah ah,....dengan harapan semoga selamat dari pertanyaan- pertanyaan yang memperberat langkah besok di hadapan-Nya
tfd mengatakan…
mudah2an...amiinnn...
warcoff mengatakan…
bawain kopi ama lidah buaya hehehe
HoneyBUZZin mengatakan…
Setuju...kata-kata itu kalau tidak terkawal boleh menjadi bisa..lebih tajam dari mata pedang.
Unknown mengatakan…
Jadi ngoreksi diri nih, apa selama ini perkataanku sudah berbobot, ato hanya kosong, kotor, apalgi sembrono ya?

semoga besok bisa lebih baik lagi. amin... :D
TUKANG CoLoNG mengatakan…
berpikir dulu baru bicara. betul gag mbak?
Irma Senja mengatakan…
ada pencerahan yg slalu aku dapat disini ^^

terima kasih ya mba....
kristiyana shinta mengatakan…
mulut mu harimau mu,,, eheheh
bener tuh :)
buwel mengatakan…
Mantab!
Mari menjaga lidah ita...
achen mengatakan…
Good post mbak...
Zulfadhli's Family mengatakan…
Menjaga lidah sama pentingnya seperti menjaga hati
MONOKROM mengatakan…
menjaga ucapan seperti menjaga kedekatan kita dengan Tuhan, gitu mbak?

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR