PELANGI SEUSAI BADAI
Ketika masih kecil, Deni tidak pernah takut menyeberangi sungai besar yang sedang meluap. Begitu pula dengan mendaki gunung yang tinggi. Hanya satu yang ia takuti yaitu hujan badai yang disertai angin kencang. Bila cuaca mulai mendung dan awan hitam menggulung di kaki langit, hati Deni mulai gelisah. Apalagi jika ia melihat kilat, mendengar bunyi guntur dan mulai merasakan hembusan angin kencang yang disertai butiran air hujan. Di saat-saat seperti itu, Deni akan berjalan mondar-mandir di dalam rumah sambil berdoa agar tidak terjadi angin kencang.
Deni takut mendengar bunyi angin dan melihat pohon-pohon yang tinggi meliuk-liuk karena tiupan angin kencang. Kondisi seperti ini selalu menakutkannya. Entah mengapa, ketika kanak-kanak, hujan badai, angin kencang yang disertai petir dan guntur selalu membuat Deni berpikir bahwa kiamat sedang datang. Tetapi jika badai itu sudah tenang, perlahan-lahan jiwanya yang terguncang kembali normal.
Yang lebih membuatnya bisa bernafas lega, jika ia melihat pelangi membentang di langit sesudah hujan turun. Munculnya pelangi seusai hujan seolah-olah memberi pesan :
“TENANGLAH, BADAI TELAH BERLALU DAN SEMUA BAIK-BAIK SAJA.”
Demikian pula dalam hidup manusia, ada saat-saat dimana badai hidup datang. Badai bisa berarti sebagai permasalahan dan kesulitan hidup yang membuat kita merasa sangat tertekan dan takut. Badai hidup bisa datang dalam bentuk penyakit yang berat, kesulitan ekonomi, masalah rumah tangga, masalah pekerjaan, dan seterusnya.
Dalam menanggapi kondisi sulit itu, sebagian orang menjadi putus asa lalu mengambil jalan pintas, tetapi sebagian lagi memandang Tuhan dan meletakkan semua harapannya kepada Tuhan.
Mereka yang menaruh harapannya kepada Tuhan, sekalipun didera masalah, pada akhirnya akan merasakan kelegaan. Karena pada dasarnya, kita tak bisa menghindar dari badai kehidupan, tapi kita bisa memilih untuk tetap setia dan percaya kepada Tuhan.
Jika saat ini kita sedang diterpa badai hidup, janganlah takut. Teruslah arahkan hati kepada Tuhan karena Ia yang memelihara kita adalah setia. Ia selalu menuntun kita ketika melalui jalan yang sukar,dan dengan tangan yang kuat Ia menggendong kita.
NOTE : BETAPAPUN GELAP HARI-HARI KITA DAN BETAPAPUN SUKARNYA JALAN YANG KITA LALUI, TETAPI BERSAMA TUHAN SELALU ADA PELANGI MENANTI DI DEPAN
Komentar
ada bahagia diakhir nanti yang dijanjikan olehNya... ^^
Salam sobat :)
btw,saya termasuk yang suka mencari pelangi seusai hujan. hmmm... colorfull
"Badai Pasti BErlalu"
Malam Mbak Fanny...
Yah..namanya kehidupan, pasti ada aja badai yang menerpa.
Kita hanya berusaha aja untuk menaklukkan badai itu.
Semoga aja semua permasalahan hidup yang kita hadapi bisa kita selesaikan yah... :)
Salah nulis tadi...
Maaf udah dibilang mas.
you're what you think
jadi keep positive thinking^^
you're what you think
jadi keep positive thinking^^
"tak selamanya mentari menyinari."
" Tp percayalah TUHAN akan memberi secercah cahaya saat kita tersesat dalam kegelapan. Yang akan menuntun kita."