MELIHAT DARI SISI LAIN
Di sebuah perusahaan, diadakan sebuah acara pembekalan terhadap para karyawan yunior. Pertemuan tersebut membahas topik mengenai “Komitmen”. Ketika diberikan kesempatan kepada peserta untuk memberikan tanggapan, tidak sedikit yang mengeluhkan sikap para senior atau pimpinan mereka yang berlaku keras terhadap bawahannya. Mereka berkata :
“Bagaimana kami bisa menunjukkan komitmen dan kesetiaan jika kami diperlakukan tidak adil?”
“Saya merasa tertekan sekali karena dituntut untuk berkomitmen penuh, sementara atasan saya bersantai-santai.”
“Emang susah ya jadi bawahan, kita nggak bisa leluasa. Setiap kali saya mengusulkan ide, selalu saja dihentikan oleh atasan saya. Ingin rasanya berontak dan sekaligus keluar dari pekerjaan saya.”
Pertemuan pun kian ramai dan menjadi ajang curhat mengenai atasan mereka.
Setelah hampir semua orang berkomentar, salah seorang peserta berbicara :
“Kita tidak akan pernah menjadi pemimpin yang baik jika kita tidak belajar menjadi bawahan yang baik.”
Peserta lain menambahkan bahwa dalam sebuah organisasi di mana masing-masing orang mengembangkan karir, ada tahap-tahap yang harus dilalui dengan setia. Ketika kamu menjadi bawahan, jadilah bawahan yang taat kepada orang yang berwenang di atas kamu. Semua itu adalah proses yang harus dilalui. Betapapun sakitnya sebuah pembentukan, itu akan memberikan pelajaran penting yang kelak akan membawa kamu ke jenjang yang lebih tinggi.
Mengapa harus kesal, marah dan berontak? Semua itu karena kamu jarang sekali memandang tekanan yang kamu alami dari sisi pembentukan Tuhan. Kamu benci kepada atasan atau siapapun yang berlaku keras dan kamu berpikir mereka keterlaluan. Tetapi, pernahkah kamu berpikir bahwa dalam kondisi seperti itu sebenarnya kamu tidak sedang berurusan dengan orang tersebut,melainkan dengan Tuhan? Tuhan sering memakai orang lain seperti : atasan, rekan kerja, pendeta, guru, atau orang tua untuk mengikis kesombonganmu dan mengajarkan kesabaran, keuletan dan kerendahan hati.
Dengan melihat masalah dari sisi lain, kamu akan lebih bisa bersabar dan tekun menjalani pembentukan yang Tuhan kerjakan dalam hidup kamu. Pada saat masih menjadi bawahan, jadilah bawahan yang baik dan taat. Jangan lewatkan setiap tahapan proses dengan sungut-sungut, kebencian dan pemberontakan, karena jika demikian berarti kamu kalah dan kehilangan satu pelajaran berharga. Pada saatnya nanti, ketika Tuhan memandang bahwa kamu layak naik ke jenjang yang lebih tinggi, maka tak ada seorangpun yang dapat menghalangi. Juga tak ada seorang pun yang berkuasa merendahkan ketika Tuhan hendak mengangkat kamu. Sebab itu jadilah taat dan rendah hati.
NOTE : KETIKA ADA ORANG YANG MEMBUAT KAMU JENGKEL, SESUNGGUHNYA KAMU SEDANG DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER OLEH SANG KHALIK.
Komentar
selamat pagi...
:D
terimakasih atas pencerahannya..
oh ya maaf baru bisa mampir setelah kneksi internet kembali nor mall
Miss U
iya kan mbak?
jangan2 mbak lagi cerita keluhan2 bawahannya nih, Oooppss!
(beringsut-ingsut keluar ruangan)
betul jg tuh mbak, knp gak coba berfikir kesitu ya. ..
susah tuh. :p
Jadi atasan memang selalu nyaman dan berkuasa apalagi klo jd pemilik dan pemimpib perusahaan ya :D
Mampir lagi..
Met sore...
Salam hangat & sehat selalu...
Selamat sore, mbak Fanny. Sekalian mau daftarin puisi kocak (masih bisa kan). Link-nya saya kirim di kotak komentar "Daftar Peserta Lomba Puisi"
Disini juga, ya :
http://annie-rosetyani.blogspot.com/2010/06/intermezzo.html
Trims, ya
mengapa mesti jengkel ya..
Sukses selalu, Ada info baru di Blog saya.. :D
Masih banyak yang perlu diperbaiki.
Semoga saya bisa demikian juga.
ak bawahan yg baik koq
apapun yg atasan blg ak nurut :p
Regards,
Ghustie Samosir
www.hanyainfo.blogspot.com
Khusus Dewasa Klik Disini atau Disini
Selalu kutemukan hikmah dalam cerita-ceritamu...
*jadi sadar kalau aku sudah melewatkan banyak hal berharga dalam proses pembentukan oleh Tuhan.
..
*berbenah diri