I'M FALLING IN LOVE WITH YOU
Kamu tahu rasanya patah hati? Saya mengalaminya lama sekali. Bertahun-tahun yang lampau, ketika hati saya jatuh di tempat yang salah. Tapi, cinta tak bisa memilih, bukan? Saya tak pernah menginginkan cinta itu jatuh di palungan hati yang keliru. Cinta itu muncul begitu saja. Mungkin karena saya bersahabat dengannya. Sering bersama-sama dia. Atau....mungkin karena dia begitu penuh perhatian sehingga saya salah mengartikan sikapnya.
Nyatanya, dia hanya menganggap saya sebagai adik kecil yang manis dan lucu. Hanya sahabat baik yang selalu jadi tempat curhatnya. Jadi, apa arti perhatiannya selama ini? Barangkali saya yang terlalu ge-er. Atau...terlalu naif menilai sikapnya? Dan, hati saya patah berkeping-keping ketika dia menyatakan sedang pdkt dengan seorang cewek cantik. Saya terpukul, sedih berat dan terpuruk. Tetapi, saya tak mau menunjukkannya. Saya malah memberikan dukungan dan doa tulus untuknya.
Dan, mereka pun menikah. Sementara saya dengan bodohnya menjadi salah satu panitia pernikahannya. Saya berusaha tegar walau tak urung meneteskan air mata saat mereka mengucapkan janji setia di depan pak pendeta.
Saya terluka tetapi saya tak ingin menunjukkan luka itu pada siapapun. Saya tetap bekerja dan beraktivitas seolah-olah semuanya baik-baik saja. Tak seorangpun yang mengerti betapa hancur hati saya. Tak seorangpun saya ijinkan melihat puing-puing duka saya.
Dan, sejak itu hati saya membeku. Tak seorangpun pria mampu mencairkannya. Bagai salju abadi di Mount Titlis. Kebekuan itu mengiringi setiap langkah kaki saya bertahun-tahun. Hingga akhirnya....
Saya bertemu dengannya. Seorang pangeran yang tak bisa dibilang tampan, tetapi memiliki senyum semanis anggur. Senyum yang memabukkan dan menghangatkan. Senyum yang jenaka tetapi menyimpan selaksa kecerdikan, sekaligus kejailan. Senyum yang membetot hati dan pikiran saya. Senyum yang mampu mencairkan salju abadi di hati saya.
Dan...sebuah rasa yang asing menyelinap tiba-tiba di lubuk hati. Rasa yang semula ingin saya ingkari karena trauma masa lalu. Tetapi, saya tak bisa menghindarinya ketika kami semakin akrab. Ketika cerita dan canda mengalir bagai air bah di musim hujan. Saya pun sadar kalau saya kembali jatuh cinta, tetapi kali ini sepertinya saya tak lagi salah meletakkan hati. Si pemilik senyum semanis anggur ternyata menyimpan rindu yang sama.
Maka, saya pun berbisik mesra : "I'm falling in love with you....my prince..."
Note : Dasar cerpenis...malam-malam timbul ide tulisan norak kayak gini. Pasti sang pangeran tersenyum geli saat membacanya besok pagi. Uhuii....suit..suit..oritikiw..pretekew..dipatuk tekukur....lhoo?
Komentar
Kita gak akan pernah kuasa untuk menolak datangnya cinta.
>>>baru bisa bw, ki. beberapa hari ini kesabaranku lagi diuji oleh koneksi internet yang gak konsisten.
Tetap melangkah karena akan ada yang terbaik dari Tuhan yang akan membuat bibir kita tersenyum.
btw, anggur bukannya ada asem-asemnya mbak kayak stroberi :P
selamat ya mbak.
moga langeng.
moga bahagia.
moga sejahtera...
dan jangan lupa undangannya... :-))
'Fanny jatuh cintaaaaa...Fanny jatuh cinta....suit suiiiiitttttt'
*kabuuuurrrrr*
Ehemm, senangnya bs merasakan itu lagi.
cuwiuwiiiit...
prikitiuw...
ditunggu undangannya mba'... ^^
P.S Mbak, jangan pernah jadi panitia pernikahan kalo kita naksir pengantennya.. :-)
Buat sang pangeran: AWAS ya kalo bikin soulmate-ku patah hati!!
@aishalife : antara serius dan ide. emang sengaja dibuat patah kok, sis. kan belum ada endingnya. hi hi hi....
Selamat mbak Fanny..
Semoga happy ending selamanya..
jiahahahahaha
mantap ini mbak. saya suka yang ini... :D
sederhana, tapi dalem!
"saat cinta melekat, tai kucing serasa coklat. tapi saat cinta tak terbalas, coklat bisa rasa tain kucing"
ahem.. (ga percaya mode : on)
Udah deh Mbak, tunggu apa lagi??
(serasa iklan.. hihihi)
aku jadi senyum2 sendiri baca ini, mbak..
betapa sang pangeran sudah mampu mencairkan salju itu, heheu...
kira-kira si pangeran udah baca belom yaaa....
@kristiyana : maaf, bukan utk konsumsi publik.
@rosaanakmami : sepertinya udah, tapi dia mana berani koment. hehee..
karena saya lagi ngerasaain yang namanya kyk di judul itu,. hehe
wait for another step OK!!!! ^_^
Aku mau juga donk!!!!!
@linda Tan : langkahnya bukan cuma 1, Lin...just pray for us.
Jalani...nikmati..syukuri..
Hemmm siapakah dia..? Semoga mbak Fanny bahagia deh.. dan kali ini lanjut ke pelaminan.. hehehe