BAGAI AIR DI DALAM BASKOM
Opa Harun selalu memulai hari dengan membaca Alkitab-nya. Kebiasaannya ini rupanya diperhatikan oleh Roy, sang cucu yang masih berusia 10 tahun. Roy kecil ingin sekali menjadi seperti opa-nya. Setiap pagi dia berusaha membaca Alkitabnya, tetapi ia sering tidak memahami apa yang dibacanya, maka ia pun bertanya pada Opa Harun.
“Opa, aku sudah coba baca Alkitab seperti opa. Tapi, aku nggak ngerti. Aku juga suka lupa dengan apa yang kubaca. Baru aja Alkitabnya ditutup, eh..sudah lupa isinya. Apa sih bagusnya membaca Alkitab? Kan nggak ada yang bisa kuingat.”
Sang opa tidak menjawab. Ia malah mengambil baskom tua yang sudah berlubang di beberapa area dan berkata : “Roy, bawa baskom ini ke kamar mandi dan isi dengan air yang ada di bak mandi. Lalu, bawa kemari ya.”
Roy mentaati perintah opa-nya. Ia membawa baskom itu ke kamar mandi dan mengisinya
dengan air hingga penuh. Lalu, dibawanya baskom itu kepada opa Harun. Belum tiba di tempat tujuan, air di dalam baskom itu sudah habis menetes.
Namun opa Harun terus menyuruh cucunya mengisi baskom itu dengan air dan memintanya untuk membawa kembali baskom itu kepadanya. Roy mentaati perintah opanya hingga akhirnya ia merasa kelelahan karena bolak balik dari kamar mandi ke tempat opanya duduk di ruang tamu.
Dengan terengah-engah, Roy pun berkata kepada opanya.
“Opa, aku nyerah deh. Airnya menetes terus nih. Usahaku sia-sia deh. Tenagaku terbuang percuma.”
Opa Harun tersenyum dan menjawab :
“Baiklah, Roy. Sekarang opa nggak memintamu mengambil air dengan baskom itu lagi. Tetapi, coba kamu perhatikan baik-baik baskom itu.”
Roy melihat baskomnya dan menyadari bahwa baskom itu telah berubah dari kotor menjadi lebih bersih. Air yang ditampungnya telah membersihkan sebagian kotoran yang menempel di baskom itu.
“Sayang, inilah yang terjadi jika kita sering membaca Alkitab. Kita memang tak bisa memahami atau mengingat semuanya secara utuh. Tetapi ketika kita membacanya sedikit demi sedikit, kita akan diubahkan oleh kebenaran-kebenaran yang tersimpan di dalamnya. “ Ujar Opa Harun.
NOTE : HANYA FIRMAN TUHAN YANG BISA MEMBASUH JIWA KITA DARI SEGALA PIKIRAN YANG JAHAT.
Komentar
Salam hangat & sehat selalu...
Nice, Mbak
thx 4 share...
jangan lupa oleh2 looooh :p
setidaknya dengan membaca, kita akan mengingatnya perlahan- lahan :)
oleh2nya apa ya kira2
met malam...
Adanya kehidupan itu karena pribadi ditetapkan oleh pribadi,
ditetapkan oleh kehendak nyata,
hidup tanpa sukma tiada merasakan sakit atau lelah,
suka dukapun musnah berdiri sendiri menurut karsanya,
hidup sesuai kehendakNya.
Logika yang sederhana, tapi sungguh sarat makna..
Nice posting, Mbak Stroberi...
visit akhmad06.student.ipb.ac.id