SUARAMU BAGAI MELODI
Banyak wanita dan pria yang merasa kecewa karena tidak lagi merasakan kedekatan emosional dalam pernikahan mereka. Seperti itulah yang dirasakan Santi dan suaminya, Edu. Sebagai respon dari kekecewaannya, Santi sering bersikap kasar terhadap Edu. Emosi di hati Santi dan Edu pun membuat mereka sering saling mengancam akan bercerai.
Dengan berlalunya waktu, Santi dan Edu sama-sama merasakan pahitnya proses perceraian yang mereka jalani. Ketika mereka bertemu untuk menandatangani dokumen-dokumen terakhir, mata mereka saling bersitatap. Di mata Edu, Santi menemukan perasaan yang sedang dialaminya.
“Aku tak ingin bercerai. Kurasa dia juga tak ingin bercerai dariku.” Batin Santi.
Saat Santi mencoba mengatakan isi hatinya, dengan datar Edu berkata :
“Kita sudah melangkah sejauh ini, kurasa kita harus menyelesaikan secepatnya.”
Santi tidak pernah berharap keadaan ini. Ia hanya ingin Edu mengerti isi hatinya. Tetapi semua sudah terlambat.
Well, komunikasi memang unsur yang sangat penting dalam sebuah hubungan. Ketika wanita sudah berbicara panjang lebar dan pria hanya menjawab : MMM…., maka emosi wanita biasanya langsung naik. Wanita akan stress karena merasa tidak dianggap, tidak dipedulikan.
Gejala yang timbul pada pria ini disebut ‘GUY ATTENTION DEFICIT SYNDROME (GADS).” Jika pria hanya memberi tanggapan “MMM” saat wanita bercerita, ia bukannya tak mendengar apa yang diucapkan si wanita tetapi memang begitulah cara pria mendengarkan wanita.
Menurut penelitian dari University of Sheffield, Inggris, pria dan wanita punya struktur otak yang berbeda dalam mendengarkan sesuatu. Otak pria tidak akan langsung terhubung pada saat wanita berbicara. Pria menggunakan bagian otak primitifnya saat memproses suara wanita, yaitu bagian otak yang berfungsi untuk memilih. Struktur otak inilah yang membuat pria lebih lama mencerna perkataan wanita. Pria juga memproses suara wanita di bagian otak yang sama saat mereka mendengarkan musik. Hal ini karena suara wanita lebih kompleks dan punya kekuatan melodi yang lebih besar.
Jadi, jika pria mendengar wanita berbicara, ia perlu menganalisanya lebih lama untuk mengerti maksud ucapan itu. Itulah sebabnya mengapa 5 menit setelah wanita selesai berbicara, pria baru menanggapi informasi yang diterimanya. Riset ini tentunya membantu kelancaran komunikasi kita dengan lawan jenis.
Saran : Untuk menenangkan hati pasangan yang sedang marah atau stress, pria sebenarnya cukup berkata : “Sayang, suaramu indah bagai melodi di telingaku. Bukan aku tidak mendengarkan ucapanmu, tetapi melodi itu membuat aku tidak bisa mendengar kata-katamu.”
NOTE : SUAMI YANG BAIK SEBAIKNYA ‘MENULIKAN’ TELINGANYA DAN ISTRI YANG BAIK SEBAIKNYA ‘MEMBUTAKAN’ MATANYA.
Komentar
komunikasi yang baik jalan keluarnya,
githu khan mbak???
Iya, kadang istri dah ngomong panjang lebar, saya baru nyambung lama :)
Betul, itulah seninya berumah tangga, kalo ngga gitu ngga asik kayaknya hehe. Hidup! :D
parah kale para pria..
jd untuk para wanita, pelan-pelan saja..
gkgkgk..
jadi emang cowo tu gitu yak? lama gitu pahamnya?
pantesan ajaaaa tiap aku cerita tu seringnya cuma komen "mmm.." sama "owh..."
berasa gak didengerin, bikin gemes... >.<
@keboaja : kadang, seorang isteri memang harus tutup mata ketika suaminya suka cuek.
@Girant31 : itu kan hasil penelitian. bukan kata saya lho.
@fajar dan serabi machine : yup
@lovepassword : tuh namanya telmi alias tulalit. hi hi hi...
itu maksudnya masih belum ngerti....
“Sayang, suaramu indah bagai melodi di telingaku. Bukan aku tidak mendengarkan ucapanmu, tetapi melodi itu membuat aku tidak bisa mendengar kata-katamu.”
Romantis banget eu...
hehe..
iya,cowok biasanya lebih sensi di telinga. kalo cew di mata..;)
yang sabar lah pokoknya