Handi adalah seorang mahasiswa di sebuah sekolah teologia di Yogya. Sebagai seorang perantau, Handi harus hidup berhemat sehingga tidak mengalami kekurangan. Suatu hari, Handi naik bus yang penuh sesak dengan penumpang sehingga ia harus berdiri. Kernet bus mempersilakan Handi berdiri lebih ke tengah karena bermaksud menaikkan penumpang lain. Setelah bus berjalan, kernet mulai menagih ongkos bus. Ketika kernet sampai di tengah dan sedang menarik ongkos penumpang yang lain, Handi berusaha mendesak penumpang yang lainnya lagi dan menghadap ke arah yang membelakangi kernet. Niatnya jelas, ia ingin menghindari ongkos bus. Dan, ternyata kernet itu melewatinya tanpa menagih ongkos.
“Lumayan, bisa buat jajan.” Pikir Handi lega.
Namun beberapa menit kemudian, sebuah perasaan tak enak muncul di hatinya. Di satu sisi ia membutuhkan uang itu, tetapi di sisi lain ia merasa berdosa. Mau memanggil kernet rasanya malu dengan penumpang lainnya yang sepertinya tahu apa yang ia lakukan. Tidak memanggil rasanya menjadi tertuduh.
Sementara, tempat yang ia tuju kian dekat dan hatinya kian tidak tenang. Akhirnya, Handi memberanikan diri berjalan ke arah kernet yang berdiri di pintu belakang bus dan berkata :
“Mas, ini ongkosnya. Tadi belum ditarik.”
Handi pun merasa tenang dan dia turun dengan perasaan lega.
Sepercik kejujuran telah dilakukan Handi, tetapi bagaimana dengan mereka yang mencari uang dengan cara tidak jujur tetapi tak pernah terusik hidupnya? Benarkah mereka merasa tenang-tenang saja? . Perhatikan saja kehidupan mereka. Apakah ada anggota keluarganya yang sering sakit? Apakah rumah tangganya harmonis? Apakah hatinya sungguh-sungguh bisa merasa tenang?
Oleh karena itu, agar hidup kita tenang, mari bereskan setiap dosa di hadapan Tuhan. Jangan biarkan ketidaktenangan dan keletihan jiwa menganggu kita.
NOTE : SESUNGGUHNYA MENYIMPAN DOSA SAMA ARTINYA DENGAN MENGUNDANG PENDERITAAN BAGI BATIN DAN JIWA KITA.
Btw, mau memajang award nih.
Ada yang dari Disatia Febri dan dari Brencia .
Thanks ya untuk awardnya.
Note : Award sudah dipindahkan ke SINI dan di SINI .
37 komentar:
kalau hati nurani sudah bicara maka kejujuran akan muncul..
ya, sebuah kebohongan akan membuat hati kita semakin tidak tenang. lebih baik jujur dari pada terus dikejar dosa.
kejujuran memang mahal di jaman ini...
lumayan sebagai yang kedua hehehe
berpikir tak selamanya menggunakan otak tapi hati tau mana yang terbaik ,,
jujurlah dan hiduppun jadi tenang !!
Kejujuran, kedengarannya sangat sederhana. namun sulit mengaplikasikannya.
Selamat atas Awardnya.
kalau jujur hidupnya tenang mbak
iya, kalau gak jujur pasti gak tenang :)
selamt buat awardnya :)
sekdar,, informasi saja.. aku ikut me riview blog mba fani..
di baca yaaah..
hati tidak bisa dibohongi kok...
Salut utk Handi yang telah berhasil mengalahkan "si jahat" dari dalam dirinya...!
Terkadang jika 'kecurangan' terpaksa dilakukan karena faktor 'ketidakmampuan'.. aku masih bisa menerima walaupun tindakan itu tetap salah.
Sebaliknya jika 'kecurangan' dilakukan karena faktor kerakusan dan ketidakpuasan... itu yang aku tak bisa terima.
elok harus selalu jujur.. ^______^
yeah !!
semoga diriku bisa senantiasa jujur...
kejujuran memang membuat hat tenang, beda kalau sering bohong, hati jadi selalu was-was (pengalaman pribadi)
selamat awardnya mbak...
kejujuran memang mendatangkan ketenangan hati ya mba ^^
kejujuran itu hal yang berharga n mahal harganya mbak :)
Jujur sebenere cuma terdiri dari susunan 3 macam huruf J,U & R, gampang banget di baca dan tak susah pula di ingat. tapi kok susah di kerjakan ya....... wat hepen ini, ada yang salahkah atau ada yang tidak bener ( sama aja cah bagus ) ^_^
yah kok lapnya basah kuyup gini, ni ingusnya berapa liter mbakyu...... whuaduh
kejujuran memang sangat berarti, walau kadang terasa pahit...
tq dah berbagi :)
@richoyul : 15 liter, nak. hi hi hi...
mulai jujur dari diri sendiri,,,
kejujuran masih menjadi barang langka, buktinya adalah fenomena yang dipertontonkan para pemimpin negri, handi kau sungguh luarbiasa.. Semoga kalau ada sepuluh orang yang jujur, pandi adalah salah satunya.. jangan ada dusta diantara kita..
artikel yang bagus.. ^_^
Saya mau jujur juga mba'. Saya sangat ingin Orange... tapi kalo mba' minta saya memilih artikel favorit, saya akan jujur memilih punya saya sendiri. Jadi intinya, saya mau jujur mba', saya mau Orange... :P
yah memang harus jujur agar selamat dunia akhirat :) bawain jujur eh bubur kacang ijo hehehe
simple tapi nyentuh.....
acungan jempol buat orang yang berada di belakang layar....
salute..
Jaman sekarang banyak yang menganut paham "yen jujur bakalan ajur/bila orang jujur akan hancur" padahal dahulu banyak para filsafat memboomingkan kata "sopo jujur bakal mujur/siapa yg berlaku jujur akan beruntung " kira kira keuntungan yg didapat akan ada di dua alam(dunia-akhirat) dan ajur itu hanya akan dirasakan di dunia aja. Semua itu tergantung cara berfikir, dan menyikapinya,serta hati & kepribadian seseorang memegang kendali penuh.
Punten dalem sewu rodo blepotan bahasane ...Maklum ndeso
yup.. stuju dengan mbak fanny..menyimpan dosa itu sama dengan penderitaan batin
@fauzan : iya deh...aku tahu kamu jujur memilih novel Orange. hehehe....
ahaaay bener juga yah, :D
mending jujur,tapi hidup tenang,, hehhe
maafkan aku mbak, dah lama banget gak silaturahim.....
hari ini silaturahmi lagi...mudah2an gak dilupain..hehehehe
jujur adalah mujur, bukan ancur ea.. :-)
wah, tahnks mbak pencerahannya...
sekecil apapun dusta yg kita buat pasti akan menimbulkan beban
siapa jujur dia mujur..hehe
aku jujur nih mbak.. jujuur bangeet..
SUEneeng banget awardku dipajang disini,...
jadi pengen joget...
Iya, thanks atas awardnya. Aku gak tiap hari mosting ni, jd gak th kalau sdh dipajang. btw, pokoknya dipajang aja sdh tengkiu.
Poskan Komentar