RANTAI DOSA

Suatu hari, seorang pandai besi yang terkenal (karena hasil kerjanya sangat bagus) ditangkap karena telah melakukan suatu kesalahan. Ia dipenjara di ruang bawah tanah. Kedua kakinya dirantai dengan rantai yang sangat kuat. Sebagai pandai besi, pria itu mencoba untuk memutuskan mata rantai yang mengikat kakinya, karena ia ingin bisa bergerak dengan leluasa di kamar penjara yang pengap dan sempit itu.

Si pandai besi mencermati rantai yang membelenggunya dan mencari cara agar bisa memutuskan mata rantai-mata rantai itu. Setelah bergumul cukup lama akhirnya harapannya pupus, karena ia mengenali bahwa setiap rantai yang sedang mengikatnya itu adalah buatan tangannya sendiri.

Dulu si pandai besi amat bangga karena telah menciptakan rantai yang tak bisa diputuskan oleh siapapun, tetapi kini ia sangat menyesal karena rantai yang dibuatnya itu telah membelenggunya demikian kuat.





Seperti sebuah rantai yang sangat kuat, demikian pula dosa yang tercipta karena kita mengikuti keinginan daging. Tangan kita yang merajut setiap mata rantai dosa itu selama bertahun-tahun, sehingga tanpa disadari, dosa demi dosa telah kita jalin menjadi rantai yang sangat kuat dan mengikat kita sampai tak mampu lagi untuk melepaskan diri dari belenggunya. Kita pun terperangkap oleh rantai yang kita buat sendiri.

Padahal, hidup ini dijalani dengan berbagai pilihan. Apakah kita mau terus terbelenggu oleh rantai dosa yang kuat atau hidup merdeka? Seseorang yang dibelenggu oleh rantai dosa yang kuat, tidak akan merasa tenang hidupnya, karena dosa mencuri damai sejahtera dari hidupnya. Seorang yang diikat oleh pornografi akan terus hidup dalam kenajisan yang menyiksanya bila ia tak mau melepaskan dirinya. Orang yang gila hormat dan kedudukan tidak akan merasa tenang dalam hidupnya, ia akan melakukan berbagai cara untuk mencapai tujuannya. Tetapi jika ia mau menyerahkan masa depannya ke tangan Tuhan maka ia akan menikmati hidup yang berkemenangan.

Note : RANTAI DOSA TAK PERNAH SANGGUP MEMBELENGGU ORANG YANG HIDUP DALAM KEBENARAN FIRMAN.

Komentar

Eysa mengatakan…
Pertama Saja Mbak
Belum begitu Donk Neh....
elok langita mengatakan…
harus hidup dengan rantai pahala donk..

^________^
warcoff mengatakan…
tq dah mengingatkan :)
REYGHA's mum mengatakan…
Mudah2an rantai dosaku tidak sulit untuk dibuka, dan dibukakan kesadaran untuk segera kembali di jalan Nya.
sehat-mu mengatakan…
ok sahabat, dari sini saya bisa bercermin kembali tentang diri saya :D
terimaksih banyak
noto mengatakan…
Wow, sebuah tulisan yg penuh dengan makna.
kadang demi dunia kita tak menghiraukan aturan dari yg Menciptakan dunia ini.
Kang Sugeng mengatakan…
Sekuat apapun rantai dosa, kalo kita tulus ingin memutusnya, Tuhan pasti siap membantu
nietha mengatakan…
semoga aku nggak terlilit rantai dosa
aulawi ahmad mengatakan…
bawain kopi ama pempek panggang hehehe
kristiyana shinta mengatakan…
aku jadi terharu mbak :)
sangat menyentuh sekali :)
non inge mengatakan…
makasi udah di share dan mengingatkan mba'... ^^
Slamet Riyadi mengatakan…
lain kali kalo bikin rante bikin sekalian kunci buat bukanya
hehheheh #asal koment
memang dosa itu tidak terasa ya
Anonim mengatakan…
tulisannya sarat akan makna
terima kasih sudah berbagi ^^
dian mengatakan…
nyentuh bgt ceritanya :'(
Berita 15 mengatakan…
pembelajaran yg bagus teman ..cukup untuk menjadi cermin dalam hidup saya
Unknown mengatakan…
MERENUNG....
Arfi mengatakan…
mari kita rajut hidup ini dengan rantai pahala... jangan sampai terkekang dalam rantai dosa... huhu
Linda Tan mengatakan…
Hidup harus dengan iman....^_^
ceritatugu mengatakan…
kembali ke jalan Tuhan, rantai pasti putus
achen mengatakan…
selamanya dosa emang nggak ada dampak positifnya.
buwel mengatakan…
Ayo, jauhi dosa..
Anonim mengatakan…
hehe saluutt :-)
Anonim mengatakan…
Memang bener sob Dosa itu seperti rantai sekali kita dapatkan , maka berikutnya datang lagi berturut2 kaya Rantai semoga Rantai yang kadung kita buat ukuranya kecil dan dan mudah putus
budies mengatakan…
keikhlasan akan memutus kekuatan rantai
Maka berusahalah kita untuk mencipatakan rantai pahala
Mulyani Adini mengatakan…
Ceritanya menyentuh hati, semoga aja rantai itu tidak seperti dosa ku di dunia.
TUKANG COLONG mengatakan…
saya setuju dengan kalimat paling terakhir

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR