MENCARI JATI DIRI

Dari masa ke masa beberapa hal tidak berubah. Salah satunya adalah upaya mencari jati diri. Hampir semua orang pasti pernah bertanya : ‘SIAPAKAH AKU?’

Bagi sebagian orang, upaya mencari jati diri ini dilakukan dengan cara yang salah. Mereka bukan mencari tujuan penciptaan yang akan dijadikan dasar kehidupan, tetapi mencari satu identitas yang dipengaruhi oleh ambisi untuk diakui dan dihargai.

Di dunia yang penuh perdagangan dan media yang kompetitif ini, isu jati diri diangkat untuk mempromosikan sebuah produk yang bisa ‘memberi’ rasa berharga bagi si pemakai.

Menurut sebuah sumber, di internet setidaknya ada 153.000 website yang menjual produk yang menjanjikan harga diri yang dicari orang banyak, khususnya kawula muda. Coba perhatikan, ada website-website yang menjual pakaian dari model klasik sampai yang funky, berbagai model rabut, beragam jenis musik, program diet, program mencari uang dengan cepat, mobil teranyar, bahkan ada yang menawarkan tato dan tindik di bagian anggota tubuh yang diinginkan.

‘CANTIK ITU PUTIH.’ Demikian bunyi slogan sebuah kosmetik yang menawarkan kulit yang lebih putih. Seolah dengan berkulit putih, kita akan lebih berharga. Hmm….opini yang salah besar.

'KEREN ITU BERPERUT SIX PACKS, BEROTOT ALA GATOT KACA.' Lagi-lagi, persepsi yang salah. Lalu, bagaimana dengan orang yang memang gemuk dari sononya meskipun sudah diet mati-matian? Bagaimana dengan orang yang super ceking sejak lahir meskipun sudah memasukkan berbagai makanan bergizi plus aneka vitamin ke dalam tubuhnya ?

Oke, mari berhenti sejenak dan merenungkan pertanyaan ini.



APAKAH YANG TAMPAK LUAR MEMANG MENCERMINKAN DIRI KITA YANG SESUNGGUHNYA? ATAU,YANG DI DALAM BERUPA PRINSIP HIDUP YANG BENAR, YANG AKAN MENUNJUKKAN SIAPA KITA SESUNGGUHNYA?

IMAGE APA YANG KITA INGINKAN UNTUK DIINGAT ORANG LAIN SAAT MENGENANG KITA? TAMPILAN FISIK ATAU PENGARUH POSITIF YANG KITA TEBARKAN PADA MEREKA?

Kian banyak pengaruh dunia yang kita terima dan yakini, kian jauh kita dari prinsip-prinsip yang diajarkan Firman Tuhan. Ketika kita tampil beda secara fisik, jati diri kita tidak secara otomatis menjadi berharga di mata orang lain. Jati diri yang bermutu justru nyata saat hidup kita bisa menginspirasi, memotivasi dan mensupport orang lain untuk menjadi lebih baik.

Tolaklah pola pikir yang mengatakan bahwa kita berharga karena kita cantik, putih, langsing, tegap, gagah, modis, trendy, tidak gaptek, berstatus sosial tinggi, atau mempunyai barang-barang bermerek. Kita berharga, apapun status sosial dan kondisi tubuh kita.

NOTE : HARGA DIRI KITA TIDAK DITENTUKAN OLEH JABATAN, PENAMPILAN FISIK ATAU PUN KEKAYAAN DUNIAWI.



Komentar

inyunz mengatakan…
Aku cinta Inuel, dan aku bangga menjadi seorang inuel :), makasih mba renungannya :)
Unknown mengatakan…
dalem sekali...

saya berharga karena saya kurus *halah*, hehe....
Wira Sanubari mengatakan…
betul..
keren tidak berarti harga diri tinggi..
cihuy
nuansa pena mengatakan…
wao aku ingin langsing, yang utama mari kedepankan berbagi hal yang positif sekarang juga jangan menunggu sukses! berbagi bisa apa saja yang penting positif seperti artikel ini!
non inge mengatakan…
menjadi diri sendiri
bukan apa yg orang lain rasa baik unk kita
gt ya mba'.. ^^
catatan kecilku mengatakan…
Biasanya yg sibuk mencari jati diri itu para remaja ya, mbak ? Meskipun tak menutup kemungkinan yang suah dewasa masih sibuk mencari jati diri.
Meutia Halida Khairani mengatakan…
tapi kayaknya agak susah deh mengubah persepsi orang kalo cantik itu kulit hitam dan perut nggak sixpack. kasian juga yahh...
nietha mengatakan…
kalau merawat diri bolehkan mbak?
Bener itu gan... saya setuju sekali bahwa HARGA DIRI KITA TIDAK DITENTUKAN OLEH JABATAN, PENAMPILAN FISIK ATAU PUN KEKAYAAN DUNIAWI
Radhitya Notes mengatakan…
Ampun dah..., Dalem banget renungannya..

ikut ngerenung aja dulu...., lantas harga diri saya dimana yach....?

Dalam Diri Sendiri +_+
Anonim mengatakan…
aku pengen orang mengenal aku karena dampak positif yang aku bawa..
warcoff mengatakan…
aku sih cukup hargai kopi yg kuberikan ini hihihi
aulawi ahmad mengatakan…
yah bener banget jangan sampe menyombongkan diri dgn sesuatu yg sifatnya hanya sementara :)
exort mengatakan…
setuju...
*sambil manggut2*
Anazkia mengatakan…
Bener banget, Mbak

Apa khabar, Mbak? hehehe.. lama saya nggak muncul *sok sibuk* :)
elmoudy mengatakan…
gak bisa dipungkiri.. fisik adalah ukuran awal.. tapi ukuran akhirnya ada pada urusan hati dan pemikiran...
menjadi diri yang lebih berkualitas.. =)
Anonim mengatakan…
harga diri secara g langsung dinilai dari apa yang kita lakukan, bener g?
pak tani dan sang sapi mengatakan…
setuju mba....
mencari jati diri gausah jauh" n susah" cuma nyiksa ujung" nya.....
cukup tunjukkin diri kita apa adanya, bukan ADA APANYA....
tos ah itu aja....takut ga nyambung....
TUKANG COLONG mengatakan…
yah tuhan juga membedakan manusia bukan dari seberapa cantik, ganteng atau kayanya seseorang. namun amal ibadah yang membedakan derajat orang dimata-Nya.;)
AISHALIFE-LINE mengatakan…
Jati diri hanya muncul dari diri sendiri,gitu ya sis?
Winny Widyawati mengatakan…
Baik penampilannya belum tentu baik hatinya (hati disini mencakup segala maknanya krn ia mmg "luas").
Tapi jika baik hatinya pasti akan terpancar pada penampilan luarnya juga...
Tour, Food, and Health mengatakan…
yap, betul sekali mba...jati diri itu adalah sesuatuu yang lahir dari latihan yang terus menerus, bukan ikut2an...merasa bersyukur dengan yang ada akan membentuk jati diri yang oke..
elok langita mengatakan…
yeaah.. setujuuu mbaakuuu..

^______^

engga mesti cantik atau cakep. yang penting berakhlakul karimah yang baik dan punya otak yang brilliant,,

^_______^
Anazkia mengatakan…
Mbak, aku dah ikutan puisi dodolnya :)) :)) *mallluuuuuuu*
Dimas mengatakan…
terima kasih mba atas pencerahannya...
mudah2an bisa menjadi renungan buat saya..
Artikel Internet Online mengatakan…
harga diri itu tergantung dari prilaku yang kita perbuat, harta penampilan dan jabatan tak ada artinya klo kita tidak menggunakannya sebaik mungkin untuk menolong orang yg memerlukan..
Lurah kampung Wirausaha mengatakan…
Renungan yang dalam, karena sampai hari ini pertanyaan "SIAPAKAH AKU" belum bisa kujawab dengan baik.., kalau sudah begini, bagaimana mungkin aku bisa sibuk dengan penilaian-penilaian terhadap orang lain? menilai diri sendiri saja aku gak becus.....

Soal persepsi:
Benar sekali, meski fisik bisa membuai mata, tapi ukuran cantik tiap orang beda-beda dan saya tidak setuju bahwa cantik itu putih, saya termasuk orang yang suka dengan perempuan berkulit agak gelap..hehehehe
Abdul Malik mengatakan…
Cantik itu Putih..hatinya..
hehe..

aku bangga jadi diriku sendiri yg seperti ini..
makasih mbak..
kristiyana shinta mengatakan…
ahh iyahhh mba,, harusnya aku juga sadar akan hal itu,, :)
coba mnjdi diri sendiri seprtinya jauh lebih baik :)
Anak Rantau mengatakan…
Setuju Sob, tapi kenyataannya yang besar yang menang, yang kaya yang di anggap dll,
Jadi memang harus di mulai dari diri kita sendiri. walau kadang di anggap aneh... hehe ... Nice Post
NOOR'S mengatakan…
Setuju juga mba, apa yang tampak dari luar tidaklah mencerminkan diri kita sesungguhnya. Renungan pagi yang mantap...!

Met wiken
Salam hangat & sukses selalu...
Unknown mengatakan…
Saya sangat setuju mbak... iklan2 sekarang bahkan tambah menjerumuskan manusia pada hal2 yang berbau fisik dan materi saja. tidak mendidik.
Linda Tan mengatakan…
SETUJU.....!!!!

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR