BERHATI-HATILAH….
Fuad adalah seorang karyawan swasta yang selalu naik motor ke kantornya. Sore itu, Fuad merasa kesal karena jalanan macet sekali. Dia berbelok arah melewati jalan yang lebih sempit dimana di kiri dan kanan jalan itu ada dua perumahan. Di jalan itu ada tulisan besar : JALAN PELAN-PELAN.
“Akh, masa bodoh! Aku sedang buru-buru nih. “ Batin Fuad tanpa memperlambat laju motornya.
PRIIIITTT!! Bunyi peluit disertai dengan munculnya seorang satpam yang didampingi seorang polisi. Fuad pun berhenti. Dan, ketika dia melihat wajah pak polisi, ia terkejut. Ternyata polisi itu temannya waktu SMU.
“Hai, Joko! Senang sekali bertemu denganmu. Apa kabar?” Tanya Fuad.
“Hai, Fuad! “ Jawab Joko yang sekarang berpangkat sersan.
“Hari ini isteriku ulang tahun, jadi aku mesti buru-buru. Maafkan aku ya…” Ujar Fuad, sadar bahwa dia sudah melanggar peraturan lalu lintas.
“Aku tahu, tapi sebenarnya kami sering melihatmu melintasi jalan ini dengan kecepatan tinggi. Jadi, bukan hari ini saja kamu ngebut. Memangnya kamu punya SIM?” Tanya Joko.
Fuad bingung karena SIM miliknya ada di tas yang tidak dibawanya.
“STNK saja kalau nggak bawa SIM, “ Kata Joko lagi.
“Wah, aku kena tilang nih.” Fuad garuk-garuk kepala sambil memberikan STNK nya. Joko diam saja,lalu mencari tempat teduh untuk menulis sesuatu di surat tilang. Setelah itu, ia menyerahkan surat tilang itu kepada Fuad. Dengan cemberut, Fuad memasukkan surat tilang itu ke saku bajunya dan langsung tancap gas.
Setibanya di rumah, ia membaca tulisan di surat tilang itu.
“Fuad, tahukah kamu, aku dulu mempunyai seorang anak laki-laki. Sayang, ia sudah tiada karena tertabrak pengemudi yang ngebut. Pengemudi itu dipenjara. Setelah bebas, ia bertemu dan memeluk ketiga anaknya. Sedang anakku sudah tak ada. Kami terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengaruniakan anak agar kami bisa memeluknya. Kami sudah mencoba memaafkan pengemudi itu, tapi betapa sulitnya. Doakan agar permohonan kami dikabulkan. Berhati-hatilah sobat…..”
Fuad tertunduk lesu. Ia menyesali sikapnya. Namun itu menjadi pelajaran baginya. Dia pun berjanji akan lebih berhati-hati mengendarai motornya agar tidak mencelakakan orang lain.
Jika kita peka, seringkali peringatan-peringaan diberikan kepada kita supaya tindakan kita tidak mencelakai orang lain atau diri sendiri. Adanya orang miskin merupakan peringatan agar kita tidak korupsi. Adanya penyakit AIDS adalah peringatan agar kita bersikap benar dalam masalah seks. Adanya orang yang mengalami gangguan mental dan fisik serta hukuman berat karena obat-obat terlarang adalah peringatan agar kita tidak bergelut dengan obat-obat terlarang. Adanya kecelakaan lalu lintas juga merupakan peringatan agar kita bijak dalam mengendarai motor atau mobil. Sediakan hati yang lembut untuk mendengar peringatan-peringatan itu.
NOTE : ORANG BIJAK AKAN MENGAMATI PERISTIWA YANG TERJADI DAN MENJADI BAIK DALAM SIKAP KARENA BELAJAR DARIPADANYA.
Komentar
karena secara langsung berpengaruh denagn orang disekeliling kita..
terima kasih sobat ..atas pembelajaran di subuh ini
wasalamualaikum
benar, mbak, sebenarnya setiap waktu kita diberikan tanda-tanda oleh Tuhan untuk belajar lebih memahami hidup, kita saja yang kerap lupa.
trims kisahnya, sobat
Judulnya gini
Fanny Fredlina Strowberi Waysssss...
Keren nggak ?
Have a nice sunday :)
tuhan telah mengingatkan kita dengan berbagai kejadian..
tinggal kitanya aja yg mau memahami atau tidak..
terlalu terlena dengan dunia
sehingga lupa akan "sesuatu"
berhati-hatilah
wiken mbak fanny... :)
teruslah berkarya kawan...
Sehat dan sukses selalu.
sediiiiih :'(
jadi malu baca kalimat terakhir, soalnya sy sering pake kata "wise" bahkan blog sy pun pake nama itu, hehe..
*oot*
maapkan hamba ndak jadi ikotan lomba review kmaren, waktu2 itu sibuk bet, ga sempat bikin tulisan bagus *ssah... :D
dan makna tulisannya ternyata di tampakkan pada paragraf terakhir,,
thanks bwt peringatannya, mbak..