ULAH SI TIKUS
Jum’at pagi, tanggal 26 Pebruari, saya terbangun dengan tubuh kepanasan. Dengan mata mengantuk, saya lirik AC yang menempel di dinding kamar. Pantesan, dimatikan. Pasti ini ulah adik saya. Kalau dia bangun duluan, suka mematikan AC. Padahal, saya nggak bisa tidur kalau kepanasan. Hemat listrik sih hemat tapi…saya jadi menderita boo….Mana kipas angin juga dimatiin. Keterlaluan banget nih! Saya bangun dengan bete. Langsung, saya nyalakan kipas angin, tapi….lho..kok, nggak bisa hidup? Mati lampu ya?
Terpaksa, saya keluar dari kamar dan turun ke bawah. Lampu dibawah nyala semua. Berarti nggak mati lampu dong. Terus, kenapa kipas angin nggak bisa nyala? Saya naik lagi ke loteng. Mencoba menyalakan AC. Gak bisa nyala. Saya coba nyalakan komputer, nggak bisa juga. Hmm…pasti sekringnya putus nih. Memang saluran listrik di rumah saya terbagi dua. Satu untuk yang di lantai bawah, satu untuk lantai atas. Mungkin yang putus di lantai atas.
Ketika saya beritahukan kepada mama yang baru pulang dari pasar, mama mengakui kalau tadi sempat jatuh sekringnya. Biasanya, itu terjadi kalau daya listrik nggak kuat atau tegangan lagi tinggi. Tapi, setelah dinaikkan kembali tuas sekringnya, biasanya listrik akan menyala kembali.
Namun kali ini ketika mama menaikkan tuas sekring untuk saluran di lantai atas, malah semua tuas sekring jatuh. Mati listrik semua deh. Dicoba sekali lagi baru bisa nyala. Mata saya yang sudah melek sejak tadi pun nggak bisa diajak tidur lagi. Yasud, bangun aja deh. Senam ringan bentar, setrika baju yang sudah kering, lalu mandi. Usai mandi, saya nyalakan kompi.
Tapi, baru BW sebentar listrik mati lagi. Anehnya, di lantai bawah tetap nyala. Ketika tuas sekring dinyalakan, semua saluran kembali ikut mati. Alhasil, kami tidak berani menaikkan tuas sekring untuk lantai atas.
Saya coba telpon ke PLN untuk minta tolong memperbaiki tuas sekring. Tapi, pihak PLN bilang kalau itu bukan tanggung jawab mereka. Mungkin terjadi induksi sehingga listrik mati terus. Namun, kalau saya memang butuh pertolongan mereka, bisa saja dikirim petugas untuk memeriksa, tapi kalau ada sekering yang harus diganti akan kena biaya.
Saya menyetujui saja. Nggak masalah. Toh, saya memang harus bayar ongkos jalan mereka ke rumah saya. Tetapi, setelah tunggu beberapa jam mereka nggak nongol. Sementara itu, papa saya rupanya berhasil menemui tukang listrik yang suka nongkrong di toko alat-alat listrik.
Segera saja, Pak Minto (nama si tukang listrik) dibawa ke rumah oleh papa. Dengan profesionalnya, pak Minto mengutak-atik sekring. Berkali-kali dicoba, masih saja mati listrik dan tuas sekringnya jatuh melulu. Langit-langit rumah pun dibongkar, terutama tempat kabel-kabel listrik bersemayam. Tetapi belum juga ditemukan penyebabnya. Hanya ada beberapa kabel yang longgar dan langsung dikencangkan kembali.
Tinggal satu bagian lagi yang belum dibongkar. Kami semua sudah H2C (harap-harap cemas). Sebab, kalau nggak ditemukan penyebabnya bisa tidur naked nih saking kepanasan. Tanpa kipas angin, tanpa AC. Duuuh….Apalagi, daerah Sunter kan terkenal panas. Mau buka jendela banyak nyamuk. Serba salah deh.
Untunglah, akhirnya si biang kerok itu ditemukan. Seekor tikus hitam yang besaar banget ditemukan tewas di dalam salah satu langit-langit rumah. Rupanya, si tikus hitam ini nyasar ke sana dan sibuk menggigiti kabel listrik sehingga kesetrum. Adik saya pun cerita, kalau tadi pagi dia sempat mendengar suara tikus berlarian di langit-langit rumah. Sepertinya mereka berantem dan salah satu masuk ke dalam langit-langit. Huf! Untung segera ditemukan..kalau nggak bau bangkainya tak lama lagi pasti akan tercium. Belum lagi, kami semua menderita kepanasan nggak bisa tidur.
Well, tikus itu memang hewan yang selalu bikin pusing manusia. Bisa-bisanya dia gigitin kabel listrik yang ada di dalam enternit. Kata pak Minto karena ada lubang sedikit. Lubang itu pun ditutup dengan semen biar nggak ada lagi tikus yang nyasar ke sana.
Nggak heran, kalau koruptor sering disamakan dengan tikus. Soalnya, kalau sudah beraksi bikin pusing orang.
Komentar
kasian tu tikusnya kesetrum..
dikuburin gak tuh mbak tikusnya??
hehe..
hehehehe
tapi kalo tikus gendut yg jelek gigitin kabel sih buang aja ke laut
salam knal ya :D
:D
trus gimana sekarang? dah aman terkendali kah?
haiyah....
kasian tikusnya :(
emang seh tikus tu nyusahin kadang2.. tp dhe kasian klo liat tikusnya mati :(
smoga tak trulang lg tikus ngigitin kabel listrik di rumah fanny :D
@darin : udah aman.
@dhe : wah, kamu penyayang hewan banget nih.hehhee
(kok jadi panjang? APa gek buat postingan aja ya??) hehhehe.
tuh kan... hohoho..
si tikus emang kurang asem. keboo juga sering nggak sengaja melihara tikus di rumah.. mudah2an nggak kejadian kaya mbak fanny nih...
@fai : hii....jijik!
@mocca : tikus sekarang kan pinter, mana mempan,nchi? hehehe
@noor : ternyata kamu temannya tikus ya? wakkkkkk
jiahahahahaha....
yaaaaaikksss..
trus hemat listrik dengan tikus
hihihi
sukanya gigitin kabel, sepeti di rumah fanny :)
selamat tidur mbak, moga nggak kepanasan lagi... hehehe