SIAPAKAH PAPAMU?
Di sebuah kota kecil, lahir seorang anak laki-laki luar nikah. Secara jiwani anak ini mengalami gangguan di dalam pertumbuhan, karena di mana pun dia berada, dia selalu mendengar pertanyaan yang sama : “Siapakah papamu?”
Pertanyaan ini sangat melukai hatinya, sehingga ia seringkali bersembunyi dan menghindari pergaulan dengan teman-temannya. Ia enggan bepergian ke tempat-tempat yang ramai.
Ketika anak ini berusia 13 tahun, seorang pengkhotbah datang ke gerejanya. Anak ini selalu datang terlambat dan pulang lebih awal, karena tak ingin ditanya dengan pertanyaan yang sama : Siapakah papamu?
Tetapi hari itu sang pengkhotbah berkhotbah lebih cepat sebelum si anak sempat pergi. Ia turun dari mimbar dan berjalan mendekati anak itu. Diletakkannya tangannya ke bahu sang anak. Ia tidak mengenal anak itu dan tidak tahu apa yang menjadi pergumulan batinnya selama ini. Tak diduga, sang pengkhotbah bertanya :
“Nak, siapakah papamu?”
Semua jemaat terdiam karena mereka tahu mengenai anak itu. Pengkhotbah dapat merasakan situasi yang mendadak tegang di sekelilingnya, tetapi oleh tuntunan Tuhan, ia berkata :
“Hmm, aku tahu siapakah papamu. Kamu adalah anak Tuhan.” Setelah berkata begitu, ia menepuk bahu si anak dan berkata : “Bersyukurlah, nak. Karena Tuhan mengasihimu meskipun kamu tidak tahu siapa papamu.”
Untuk pertama kalinya, anak itu tersenyum setelah sekian lama ia terpuruk dalam kesedihan. Hari itu ia pulang dari gereja dengan pribadi yang sudah diubahkan. Setiap kali orang bertanya, “Siapakah papamu?” ia akan menjawab :
“Saya adalah anak Tuhan.”
Pengkhotbah itu telah mengatakan kebenaran yang berhasil mengubah hidup seorang anak.
Anak laki-laki tersebut mewakili banyak anak yang mengalami masalah yang sama. Kelahiranmu tidak diharapkan, karena ibu yang hamil di luar nikah, atau ayah dan ibu bercerai. Hari-hari yang kamu lalui terasa berat karena mereka merasa tertolak dan tak berarti. Tetapi, ketahuilah bahwa kamu adalah anak Tuhan. Ia telah membuat hidupmu berarti dan kamu berharga di mataNya.
Bangkitlah dan mulai pandang dirimu dengan cara pandang yang baru. Nilai dirimu seperti cara Tuhan menilai. Kesalahan orang tua di masa lalu memang tak bisa dirubah, tetapi kamu bisa mengubah hidup dan masa depanmu. Jangan terperangkap dalam kekecewaan dan keputusasaan, tetapi melangkahlah dan buktikan bahwa kamu berharga.
NOTE : TAK PEDULI SIAPA AYAH ANDA DI DUNIA INI, TETAPI YANG PENTING BAHWA ANDA ADALAH ANAK TUHAN.
Komentar
Mohon dukungannya dalam rangka seorang nubie belajar ikutan kontes Seo; NegeriAds.com Solusi Berpromosi. Salam Bertuah!
tak peduli seburuk apapun ia dalam kondisi dilahirkan oleh orang tuanya..
renungan yang keren mba
Menyadari kehadiran-Nya sungguh indah..
^_^
menyadari bahwa Tuhan sebenarnya selalu bersama kita. Tuhan selamanya akan memberikan kecintaannya
tapi dasar kitanya aja yang dudung, maat hati tertutup gemerlap dunia yang membuai
sip2, semoga Tuhan selalu dalam hati
dan kita sellau menyelami keberadaan Tuhan di sisi kita semua
semangat teh fanny..!!!
Btw Mba Fanny boleh tukeran link ga? Kalo sempat mampir yah Mba ke keluargazulfadhli.blogspot.com. Thanks.
Have a nice day
kenapa mereka harus menganggap sang anak yang terlahir dalam keadaan suci ikut menanggung dosa juga..
renungan yang menarik... :D
setujuuuu banget sama kalimat itu!! ^^
nice story..
@exort : syukurlah kalo papanya sudah sembuh.
@ellious : yah, kalo itu gak bener. Emang bunda Maria? wah.wah...
*******Salam ‘Blog’!!*******
Nice story...
Anak kecil itu pasti sangat bahagia...
{Pasti...
Bahagia seolah ingin terbang...
PIssss
-_-_-_-_-_-_-Cosmorary-_-_-_-_-_-_-
heheheheheheehehe...
*kabur...
tapi benar, ini sudah lebih buruk dari pada sebelumnya...
@Exort : moga papamu sehat kembali seperti sedia kala :)
jiahahahahaha....
siapapun kita, kita adalah ciptaan Tuhan
syukurilah
(aku ikutan sok bijak kek emo juga neh)
@aulawi : makasih kopinya.
papa i miss you...
SERIUS AMAT YAK?
renungan yg bagus mba
*mataku berair nih*