SERVICE LEMOT (Bagian II)
Dengan menenteng kantong berisi buku yang lumayan berat (terutama kantong belanjaan saya), kami mencari-cari resto Kenny Rogers. Maklum, saya dan Mastina jarang ke GI. Shiany yang berkantor di GI saja nggak tahu ada resto Kenny Rogers. Secara dia sibuk berat dan lebih suka makan siang di food court yang lebih murah ketimbang di resto-resto yang banyak bertebaran di sana.
Setelah wira wiri dan nanya ke sana kemari, akhirnya resto yang dicari ketemu juga. Wah, pengunjung resto sudah ramai. Untung ada satu area yang masih kosong. Mastina dengan gesit langsung menduduki area itu walaupun bukan the best place buat cuci mata.
“Duduk di sini aja deh. Nanti keburu diambil orang.” Kata Mastina.
Benar saja, tak lama kemudian kami melihat beberapa orang yang ingin makan di sana harus ngantri sebab semua seat sudah penuh. Mungkin karena sedang ada paket lunch hemat.
Sudah duduk beberapa menit, tak ada satupun pelayan yang menghampiri kami. Akhirnya, Mastina melambaikan tangan minta Daftar Menu. Baru deh, seorang pelayan pria menghampiri kami.
Menu yang kami pesan adalah Paket hemat berupa : ayam seperempat, 3 side dish (boleh milih sendiri) dan muffin (ada 3 rasa : coklat, banana raisin dan vanilla). Semua pesanan kami sama kecuali muffin. Saya memesan muffin rasa vanilla. Mastina dan Shiany memesan muffin rasa coklat. Untuk minuman kami memilih Iced lemon tea karena bisa di refill sepuasnya (he he he..trik hemat nih).
Dan…ternyata….lagi-lagi…Mastina diuji kesabarannya. Sebab pelayanannya lemooot banget. Sudah setengah jam menanti, menu yang dipesan belum juga tiba. Shiany dan Mastina yang sudah kelaparan berat mulai gelisah. Saya sih anteng aja. Wong, tadi pagi belum bisa pup jadi…nggak terlalu ingin makan.
Mastina melambaikan tangan pada seorang pelayan yang lewat di meja kami.
“Mas, saya minta muffin nya dikeluarin dulu deh. Udah laper nih,” Katanya menyindir.
Si pelayan mengangguk patuh. Tapi…10 menit berlalu belum ada muffin yang nongol.
Mastina melambaikan tangan pada seorang pelayan cewek yang langsung menghampiri kami.
“Mbak, minumnya dong! Tadi saya pesan Iced lemon tea. Hauss nih!” Ujarnya mulai ketus.
Si pelayan mengiyakan dan segera berlalu. 10 menit menunggu, minuman datang.
Kami menyedot iced lemon tea dengan rakus. Saya karena haus. Mastina dan Shiany karena lapar dan haus.
Minuman di gelas kami tinggal seperempat tapi muffin yang ditunggu belum datang.
Mastina memanggil lagi seorang pelayan.
“Mas, mana muffinnya? “ tanyanya dengan suara datar.
“Maaf bu…muffinnya cuma ada rasa vanilla. Yang rasa coklat abis.”
“Oke, gak papa. Rasa vanilla aja. “
Tunggu lagi beberapa menit, muffin belum datang juga.
“Mbak! Mana muffinnya?” Mastina bertanya pada seorang pelayan wanita.
“Habis bu. Diganti sama side dish lain aja ya…”
“Habis?” Mastina melotot. “Kenapa gak bilang? Tadi kata temanmu, muffin rasa coklat yang abis. Kok, sekarang semuanya abis? Gimana sih?! Pokoknya, saya gak mau diganti sama side dish apapun. Kalo muffin gak ada, potong aja harga makanannya!” Semprot Mastina gualak.
Si pelayan ngeloyor pergi dan kasak kusuk dengan teman-temannya. Tapi tetap tidak memberikan laporan apapun pada Mastina.
Tak lama, menu utama yang dipesan tiba. Tentu saja tanpa sang Muffin. Kami segera menyantapnya dengan diam. Persoalan muffin terlupakan. Tapi ketika kami melirik meja sebelah yang diduduki oleh sepasang suami isteri dan 2 orang anak mereka yang sudah ABG, kami tersenyum geli.
Ternyata sang isteri sedang marah-marah pada seorang pelayan. Selintas, saya mendengar sang isteri meributkan muffin yang dipesan dan tak kunjung tiba. Saya juga mendengar jawaban sang pelayan tentang muffin yang diganti dengan side dish. Mastina malah mendengar keluhan sang isteri karena pesanan mereka belum diantar sementara beberapa tamu (termasuk kami) yang datang belakangan sudah dilayani lebih dulu.
Hebatnya lagi, di meja ujung yang berisi dua pengunjung wanita juga belum diantar pesanan makanannya. Alhasil, mereka keluar. Gak jadi makan.
“Kalau gak pake acara marah-marah pasti nasib kita bakal kayak mereka tuh.” Kata Mastina geli. “Soalnya, tadi gue denger salah satu pelayan bilang : tuh meja delapan! Sambil tangannya nunjuk ke meja kita. Mungkin maksudnya meja kita dilayani lebih dulu ketimbang diomelin mulu ama gue.” Lanjut Mastina sambil menyeka bibirnya dengan tisu.
Seperti biasa, saya tidak banyak bicara. Soalnya, sudah terbiasa sih melihat pelayanan di resto-resto di Jakarta yang suka saenake dewe. Tapi..buat resto sekelas Kenny Rogers ini memang luar biasa. Lemotnya amit-amit deh. Informasi juga gak menentu. Antara pelayan yang satu dengan yang lain nggak kompak. Jelas aja pengunjung kecewa berat.
Ketika menu utama habis disantap, muffin yang ditunggu belum juga tiba. Padahal, dari tempat saya duduk, sudah terlihat ada pelayan yang sedang membawa wadah berisi muffin-muffin yang masih panas. Mungkin baru selesai dibuat. Berarti muffin memang habis tapi muffin yang baru belum selesai dibuat. Lha, kenapa gak bilang saja begitu? Kenapa harus cari alasan habis dan diganti side dish lain? Bikin pengunjung kesal.
Mastina pun segera melambaikan tangan.
“Mbak, mana muffin nya? Udah selesai makan nih.” Tegurnya.
“Iya bentar, bu….”
Perlu 10 menit baru diantar tuh muffin yang jadi biang keributan. Untunglah, rasa muffinnya enak banget sehingga kekecewaan kami terobati. Tapi…giliran membayar, servicenya lemot juga. Kami sampai harus menghampiri kasir sebab kalau menunggu pelayan mengantar bill ke meja kami…wah, bisa-bisa nginep semalaman di Kenny Rogers. Huh! Benar-benar kapok deh makan di sana lagi.
Komentar
Salam peace n good luck !
Itulah kalo gak mau jujur ma klien...
@munir : suatu saat pasti bisa ke restoran, pak. semua ada waktunya
bedewei, suka muffin juga y mbak. sama donk
Lha kalo milih jam makan juga yang pas kosong jam 10 pagi gitu atau jam 12 malam kan pasti sepi tuh :D
biasanya seh kita harus sampe bilang GAK PAKE LAMA YA MAS!
hahha
@lovepassword : ngeles aja. mau ngasih lumpia apa enggak sih? hhehhee
coba gebrak2 meja mbak, mungkin langsung datang tu makanan *kabur* huehehehe
hmmm...
mesti kudu harus bersabar dalam hidup ini
ayo senyum...
salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
poto profilnyaaaaa.... stoberi....
muffin oh muffin....lemotnya kedatangan dirimu...hehehe...
sabar sabar mbak...
kok pelayanannya gitu bgt sih..
kalo aku mah..tinggal ke warteg aja mbak..
mkanan tinggal ambil sendiri..pesen wedang jahe langsung jadi..hehehe..
@keboo : met hari nyepi. telat nih ucapinnya.
@the others : mestinya kalo pas ada promo,mereka bisa menambah jmlah pelayan kan? biar semua dilayani dg baik dan cepat.