SERVICE LEMOT (Bagian I)
Prakata : Kisah ini sudah cukup lama saya alami, dan pernah diposting di blog yang lama.
Bulan Desember tahun 2008, saya, Shiany (adik saya) dan Mastina (sahabat saya) hang out bareng ke Grand Indonesia (GI) dengan tujuan :
-ngeborong buku di Gramedia yang sedang memberikan disc 30 % (+ 5 % bagi pengguna kartu kredit BCA)
-menutup rekening di sebuah bank swasta yang berkantor di sana
-makan di Kenny Rogers (yang ini sih ‘cita-citanya’ Mastina yang lagi ngiler berat sama ayamnya Kenny Rogers).
Untuk mengejar waktu tutup Bank, kami pergi ke Bank dulu. Ada 3 Customer Service yang cantik dan ramah di Bank itu dan saya adalah nasabah satu-satunya yang ada di kantor bank berukuran mungil itu. Shiany dan Mastina hanya pendamping. Sebagai ‘early customer’ tentu saja saya berharap mendapatkan pelayanan yang cepat mengingat padatnya acara kami hari itu (ciieee…kayak pejabat aja ya….).
Well, mulanya sih memang cepat pelayanannya. Tapi setelah proses tanda tangan dan pengguntingan buku tabungan, saya harus menunggu sampai 15 menit dengan alasan : Boss mereka (mungkin Kepala Cabang) sedang menandatangani form permohonan tutup buku tsb.
Mastina, si manusia tidak sabar se Indonesia itu mulai meluap emosinya. Bibir tipisnya menegur sang CS cantik yang tadi melayani saya.
“Lama banget sih, mbak! Kita harus tunggu apa lagi nih?!”
“Tinggal ditandatangani atasan kok, bu.” Jawab CS cantik berbaju pink dan berambut pirang buatan itu.
Sementara saya dan Shiany hanya bisa senyum-senyum geli. Ada gunanya juga bawa nona pemarah ini. Saya bisa hemat energi. Tidak usah ngomel-ngomel. Biar dia aja yang mewakili saya. He he he….Lagian, saya suka nggak tega ngomelin orang. Apalagi kalau mau berpikir jernih, yang bikin lama itu bukan mereka tapi…atasan mereka. Masa tinggal tanda tangan saja makan waktu begitu lama. Tanda tangannya diukir kali yee…
“Mbak, kami sudah nunggu setengah jam nih! Kan tinggal tanda tangan!” Mastina ngomel lagi setelah beberapa jeda kami menunggu. Total pelayanan bank tsb memang 30 menit. 15 menit untuk proses mengisi form, 15 menit untuk ‘pengukiran’ tanda tangan sang atasan.
“Sebentar ya, bu….” Si CS menjawab sambil tersenyum ‘ngeri’ melihat wajah jutek Mastina. Lagi-lagi, saya dan Shiany hanya bisa tersenyum melihat kegalakan Mastina.
Untunglah tak lama kemudian, tanda tangan sakti yang ditunggu itu datang. Proses selanjutnya adalah pengetikan data dan pencetakan bukti transfer (dana yang ada di buku tabungan itu memang saya pindahkan ke rekening bank yang lain) di kasir. Hmm…makan waktu lagi sekitar 10 menit. Itupun buku tabungan yang sudah digunting tidak diberikan pada saya. Setelah diminta baru diberikan. Haiyaaa!! Dodolipet banget nih kasirnya.
Total service jadi 40 menit hanya untuk menutup rekening yang jumlahnya tidak seberapa itu. Alamaakk! Kayak jumlah tabungan saya berapa Trilyun aja.
HUNTING BUKU
Usai dari Bank, kami bergegas ke Gramedia yang mulai dipadati oleh pengunjung. Hmm….bak orang kelaparan, saya, Shiany dan Mastina berpencar ke ‘jurusan’ favorit kami. Shiany yang hobi bikin kue menuju ke rak Aneka Resep. Mastina berlari ke jurusan Hukum dan UU. Saya, si orang hukum yang lebih suka baca novel dan cerpen, langsung saja berjalan ke jurusan Novel.
Duuuh! Saya sampai ngeces melihat begitu banyak novel yang berjejer di rak dan sebagian berserakan di lantai itu. Kayaknya semua bagus dan layak dibeli. Seandainya saya punya doku banyak dan ada ruang perpustakaan di rumah, mungkin saya tidak akan berpikir panjang untuk memborong semua novel yang saya suka.
Tapi, berhubung oleh karena (ampuuun, bahasanya….) rumah saya mungil dan rak buku saya sudah sesak, terpaksa saya harus mengendalikan ‘nafsu belanja buku’ ini. Setelah pilah pilih dengan bingung (karena terlalu banyak pilihan dan semuanya bagus), saya memasukkan 11 buku (10 novel dan satu kamus).
Dan…dengan berat hati (sebenarnya masih ingin lebih lama di Gramed tapi..takut tergoda beli buku lebih banyak lagi) , saya segera menelpon Shiany dan Mastina. Kami janjian bertemu di depan kasir.
Proses pembayaran buku tak memakan waktu lama karena jumlah kasir cukup banyak.
Selanjutnya adalah ….MAKAN!
Note : Ternyata di restoran pun service lemot masih kami alami. Gimana kisahnya? Besok datang lagi ya kemari kalau mau tahu.
Komentar
Ingat lemot, ingat koneksi net saya
hehe..
hari yg melelahkan kayaknya ya, soalnya hal yg paling membosankan itu bagiku adalah menunggu...
tapi kalo segalanya lemot bisa tambah lelah kali ya...
lanjut deh mbak. ditunggu yah
kaya aku tuh mbak.. *looh* hehee..
ok..aku tunggu cerita selanjutna.. :D
@Raa : sayangnya, tebakanmu salah. he he he..
@Aisha : oke deh, don't worry, sis.
@anak nelayan : ini bukan soal koneksi lemot. he hehee
@aulawi : sptnya begitu. dilatih sabar ya.
padahal kan harusnya cepet ya, atasannya lagi kena sembelit kali mba pas di bank, huehuehue, untung di gramed ngga kayak di bank, bisa seneb kalo kejadian hehe
walaupun hanya 15 menit menunggu,,kesal juga ya mba Fanny.
salut dengan Mastina, yg berani menegur sang CS cantik yg melayani mba Fanny.
*******Salam ‘Blog’!!*******
Mba Fanny. Kisah yang cukup lucu.
Mba. Tapi kasihan juga ya CS bank'nya dimarahin ama temennya mba.
Mungkin gara-gara gerogi dan merasa bersalah dia jadi lupa menyerahkan buku tabungan itu. Hehehehe..
BTW, belanja bukunya termasuk banyak juga tuh mba...11 BUKU.
Kira-kira target dilahap habis berapa hari, mba?
Saya tunggu lanjutannya ya mba..
-_-_-_-_-_-_-Cosmorary-_-_-_-_-_-_-
Fan, mo protes dikit. Tadi sempat bingung baca awal artikel ini. Soalnya kalimat pembukanya: "Bulan Desember tahun 2008, Shiany (adik saya) dan Mastina (sahabat saya) hang out bareng..." Aku kira kamu akan bercerita ttg mereka berdua, ternyata kamu ikut juga ya (bertiga)? Kayaknya musti ditambah kata2 "saya" deh...
Ada kok resto Kenny rogers.memang dia yg punya
*cari2 alasan* padahal banknya sepi ya..