Prakata : Lagi, lagi dapat kiriman imel keren. Kali ini tentang seorang pria yang mengunjungi Sang Master untuk berkonsultasi. Entah master apa. Mungkin Master spiritual. Mau tahu hasil konsultasi pria itu dengan sang Master? Yuk, simak!
Seorang pria mendatangi Sang Master, "Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati."
Sang Master tersenyum, "Oh, kamu sakit."
"Tidak Master, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati."
Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Master meneruskan, "Kamu sakit dan penyakitmu itu sebutannya, 'Alergi Hidup'. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan."
"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku." kata sang Master.
"Tidak Master, tidak! Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup." Pria itu menolak tawaran sang Master.
"Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?"
"Ya, memang saya sudah bosan hidup."
"Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.”
Pria itu bingung. Setiap Master yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati. Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut "obat" oleh Master edan itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai.
Tinggal satu hari lagi dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah. Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Karena ini malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget.
Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan berbisik di telinganya, "Sayang, aku mencintaimu.” Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis.
Esoknya, ketika bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Pulang ke rumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa Membangunkannya, ia masuk ke dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis.
Sang istripun merasa aneh sekali, dan akhirnya berkata, “Selama ini mungkin aku salah, Maafkan aku, sayang." Ia hanya tersenyum.
Di kantor, ia menyapa dan bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, "Hari ini, Boss kita kok aneh ya?" Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis.
Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.
Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, "Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu."
Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, "Pi, maafkan kami semua. Selama ini papi selalu stres karena perilaku kami."
Tiba-tiba sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?
Ia mendatangi sang Master lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya sang Master langsung mengetahui apa yang telah terjadi.
"Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, apabila kau hidup dalam kekinian. Apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, juga kesombonganmu. Jadilah lembut selembut air, dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Dan itulah jalan menuju ketenangan."
Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Master, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!!!
Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan Status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.
Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam hal berumah-tangga, bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah. Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi. Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.
Note : Hidup bukanlah merupakan suatu beban yang harus dipikul, tapi merupakan suatu anugrah untuk dinikmati.
Btw, mau pajangin award dari AJIEE yang sempet hiatus dari ngeblog tapi sekarang udah balik lagi. Thanks ya, Jiee...
Note : award telah dipindahkan ke GUDANG AWARD
39 komentar:
ya.. jalani hidup dengan penuh kelembutan.
maka kau akan mendapatkan kebahagiaan
Mengalir bersama air kehidupan!!! mungkin bagus juga sehingga gesekan yang ada tidak akan terlalu sakit :)
wow...
pencerahan di pagi hari...hiduplah bersama bayangan akan kematian....
pencerahan yang mantap , tq dah berbagi :)
setuju mba...sekarang istilah " berani mati" harus diganti dengan " berani hidup ".
Selamat buat awardnya, met pagi & met beraktivitas...
hidup itu tantangan...
semakin berat tantangannya semakin seru..
hehhehe
manggut-manggut.
benar begitu ya Mbak?
:)
Oh iya, Mbak.. sudah lewat memang, tapi *dia selalu ganggu saya sampai sekarang. (T.T)
duh.. tulisannya menyentuh dhe banget!!
hikz..hikz..
Mbak aku suka banget dg ceritanya.
Membuatku jadi semakin mensyukuri hidupku saat ini.
minggu siang langsung pulang
padahal acaranya blom selesai
acara padat banget
apa yang harus saya katakan....karya2 yang luar biasa...tidak terpikir oleh saya...
terima kasih telah berbagi..
kesempatan hidup cuma sekali kok mau disia-siain..
yupzz..setuju mbak...hidup harus dinikmatin dan tentunya imanfaatkan buat kebaikan.. :D
selamat yach buat awardnya..
Linknya Ajiee kok error mbak?
@ivan : wah, masa sih? coba saya cek lagi. padahal itu dicopas langsung lho.
@ivan : bisa kok. aku udah coba klik linknya. gak masalah.
uda sehat fan? moga2 dengan dapat awardnya elo ga ikutan alergi hidup :)
@exort : udah sehat kok. makasih ya.
setujuuu hidup adalah anugerah bukan beban
oh iya mba ikutan aja berbagi kasihnya ^__^ blogku masih sepi koq paling ga terlalu banyak yg ikutan hehehe :p
Betul, hidup it harus di nikmati... Kasihan dah sama org yg g bisa nikmati hdupx... Pasti jrg senyum dan bersyukur. :)
Oh ya sorry mbak. Tadi kok gak bisa ya. Mungkin jaringan di sini bermasalah. Sampe2 gak bisa updating.
Kayaknya, saya pernah baca kisah ini tapi, di mana githu... Makasih yah mbak dah berbagi lagi :)
Yups jalani hidup apa adanya, tetap berusaha dan tentunya jgn mengeluh...
@ria : he he he..gak papa deh, kasih yg lain aja. aku ngalah.
hidup mah dinikmati aja... susah-seneng disyukuri... :)
hidup kan suatu kepercayaan yang di berikan yang maha kuasa, walopun kadang menyebalkan tapi ayooooo bikin hidup lebih hidup
Hikmah yang berguna, bahwa hidup itu akan terasa lebih berguna ketika kita tahu bahwa hidup didunia ini sebentar saja.
Ibarat setetes air dilautan
Kadang-kadang org ga bahagia itu lebih banyak akibat ulahnya sendiri ya daripada faktor eksternal. Kalo kita ingin mendapat, kita jg harus lebih dulu memberi.
nice artikel sist.dan selamat awardnya ya..
kyknya orang itu bnr2 kena penyakit bosankronis ya, mbak.. :)
Oh jadi kedantangan dia ke master yang kedua kalinya karena bersyukur. Yang kedatangan pertama, dia ngapain ya? Berarti datang pertama juga dia sudah pengin hidup walaupun ngomongnya kayak gitu. Iya nggak sih?
Tau deh..hehe
selamat ya ewodnya :)
Bagiku hidup adalah sebuah harmony, jika semua berjalan sesuai dengan fungsinya maka semua akan menjadi baik dan indah...
kisahnya menyedihkan tapi jadi semangat.
makasih mbak. hidup emang sulit kalo di persulit. tapi jangan ngegampangin karena hidup gak segampang yang di kira.
nice sharing mbak
sudah kuduga, masternya pasti nggak ngasih racun. cuma air doang... kan kalo pemeran utamanya mati nggak seru dooong, hahahaha...
@ellious : dasar maniak film. hehehe...
@Gek : wah, kurang ajar amat masih ganggu kamu. huuh..mana..mana saya jitak. hehe..
@vany : bosankronis bukan bronchitis ya? hehhee
@fanda : bener banget.
@hendriawanz : bukan begitu, dia memang bosan hidup jadi datang kepada master. minta petunjuk. coba baca lagi deh.
selamat awardnya... :-)
Poskan Komentar