MELIHAT KE BAWAH

Mang Uca adalah seorang petani yang hanya memiliki sepetak kecil sawah. Suatu hari ia pergi ke pasar hendak menjual dua keranjang kecil wortel yang baru dia panen sehari sebelumnya. Ia mengendarai sepeda tua yang ditambahi tempat duduk kecil untuk anaknya, Sri. Pagi itu, Mang Uca memang mengajak Sri yang baru berusia 7 tahun.

Ketika melewati sebuah jembatan, Sri berkata : “Ayah…ayah..enak ya kalau rumah kita nggak jauh dari pasar.”

Mang Uca pun menjawab : “Coba kamu lihat ke bawah, Sri. Banyak orang yang nggak punya rumah dan mereka tinggal di bedeng-bedeng di bawah jembatan itu.”

Sri terdiam dan mang Uca mengayuh sepedanya lagi. Tetapi, ketika melewati sebuah tanjakan kecil, jalan sepeda mereka menjadi lebih lambat. Sri pun berkata :



“Ayah…enak ya kalau kita punya motor. Ayah pasti nggak perlu capek-capek mengayuh sepeda. Apalagi kalau melewati tanjakan seperti ini.”

“Sri…coba kamu lihat ke belakang dan lihat ke bawah. Ada banyak orang berjalan kaki dengan menggendong sayur-sayuran yang hendak mereka jual ke pasar. Masih untung kita punya sepeda.”

Setelah beberapa waktu lamanya, mang Uca dan puterinya berhenti di pinggir jalan untuk beristirahat. Dari tempat istirahat itu, mereka bisa melihat rumah-rumah penduduk yang letaknya sekitar 100 meter dari jalan dan agak lebih rendah.

“Ayah, kalau kita kaya pasti enak sekali. Nggak usah repot-repot seperti ini. Mau apa saja, tinggal beli.” Kata Sri, polos.

“Nah, mari ayah tunjukkan sesuatu.” Ujar mang Uca. “Kamu lihat orang di bawah sana yang berdiri di depan rumah itu. “

“Lihat, ayah. Memangnya ada apa?” Tanya Sri heran.

“Hari masih pagi begini tetapi orang itu sudah menunggu di depan rumah orang lain. Ia berharap ada sesuatu yang akan diberikan kepadanya. Dia itu pengemis, nak. Kita harus bersyukur, untuk makan dan minum nggak harus meminta-minta kepada orang lain.” Mang Uca menjelaskan.

Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan lagi. Setibanya di pasar, mang Uca langsung mengunci sepedanya di tempat parkir dan menjual wortelnya. Menjelang siang, mereka pulang dengan membawa uang hasil jualan wortel, seliter beras, ikan asin dan sebungkus tempe.

Kadang, kita memang harus melihat ke bawah, di mana ada orang-orang yang lebih miskin, lebih tidak berpendidikan, lebih sengsara dari kita. Melihat ke bawah bukan untuk membuat kita melepaskan mimpi-mimpi. Melihat ke bawah akan membuat kita bersyukur senantiasa atas apa yang kita miliki sekarang.

NOTE : APABILA MELIHAT ORANG KAYA MEMBUAT KITA MENGELUH, LIHATLAH MEREKA YANG MISKIN.



Komentar

catatan kecilku mengatakan…
Untung Sri punya ortu yang hebat.. yg bisa mengajarkan tentang bagaimana mensyukuri nikmat.
Sinta Nisfuanna mengatakan…
wah mbk fanny makasih ya... jadi ada ide nulis cerpen ;)
Aulawi Ahmad mengatakan…
setuju, harus liat kebawah agar senantiasa kita bersyukur :)
♥ria♥ mengatakan…
makasih ya mba udah diingatkan ^___^
benar kita sebagai manusia harus bisa banyak bersyukur
exort mengatakan…
melihat kebawah memang perlu tp jgn sesering2 krn nt efeknya kita jd puas dengan keadaan sekarang ga ada motivasi untuk memajukan kehidupan kita
Wawan Kurn mengatakan…
Stuju bget kak!
Renungannya mantap!
Wawan Kurn mengatakan…
Ayo liat kebawh sblm liat keats!
O.K
SunDhe mengatakan…
yup! benar banget fann..
dgn mlihat ke bawah qt jd truss merasa bersyukur apa yg qt punya, jangan menjolak ke atas, tar klo jalan bs kesandung. wkwkkwk


tyuss lg..
bersyukur itu adalah mengingat apa yg kita miliki, bukan mengingat apa yang tidak kita punyai ^^
Arum Suryaningtyas mengatakan…
kita harus memandang ke atas dan kebawah..
melihat ke atas emang ada baiknya buat memotivasi kita untuk lebih baik lagi..

melihat kebawah, agar kita bisa lebih mensyukuri apa yang telah ada pada diri kita..
Jimox mengatakan…
yap... terkadang emang kia seharusnya melihat kebawah. seperti yang telah dikatakan banyak orang, kalau melihat keatas terus, kita akan nabrak. hehe...
Isti mengatakan…
kadang berat melalukannya mba..bersyukur itu susah...
nietha mengatakan…
bener mbak, manusiawi sekali kalau kita punya keinginan dan iri dengan kehidupan orang lain, emmang harus selalu melihat kebawah dan mensyukuri apa yang sudah dikta peroleh dalam hidup ini
Kang Sugeng mengatakan…
Betul sekali Mbak, jangan liat ke atas untuk mengeluh tp jadikan itu semangat bahwa saya pasti bisa seperti mereka.

Lihat juga kebawah sbg rasa bersyukur bahwa saya termasuk orang yg lebih beruntung ketimbang mereka.
Hendriawanz mengatakan…
Bersyukurnya ketika menjadi anak mang Uca, mendapat pengertian ketika memang itu dibutuhkan. Karena ketika tidak mendapat pengertian, dia akan terbawa terus keinginannya untuk hanya melihat ke atas.
Nice article mb.
Clara Canceriana mengatakan…
setuju ci...hihihi
pelajaran ada di bawah
richo mengatakan…
setidaknya dengan melihat ke bawah kita bisa mensyukuri apa yng kita miliki sekarang....
Unknown mengatakan…
Mudah-mudahan Sri belajar keras, supaya dia jadi orang kaya, beli rumah yang dekat pasar dan sepeda motor buat ayahnya..
a-chen mengatakan…
setuju mbak, kalo tentang harta melihat kebawah, kalo soal ilmu melihat keatas, biar nggak berhenti belajar... :-)
buwel mengatakan…
IDEM kek a-chen... :-)
Thariq mengatakan…
aku setuju...
kita harus bisa menempatkan diri untuk melihat ke bawah dan ke atas juga....imbang...jadi hidup ini tidak kehilangan semangat dan bisa selalu bersyukur...
Fi mengatakan…
banyak cara untuk bisa tetep bersykur dengan apa yang kita dapat hari ini, salah satunya dengan melihat ke-bawah. nice post
attayaya mengatakan…
bersyukur
itulah kuncinya
kebookyut mengatakan…
tapi sering ngeliat ke atas bikin semangat dalam mencari kerja.. hehe..

ayo bersyukur...
renungannya mbak fanny selalu bikin tersentuh dan tersentak untuk kembali ke jalan yang benar.. weleh2..
angger mengatakan…
memang kita harus menyukuri dengan apa yang diberikan oleh tuhan,makasih sob buat renungannya,bermanfaat....
Anazkia mengatakan…
Mbak pinter merangkai kejadiannya, makasih yah mbak sharenya.
bintang mengatakan…
ceritanya apik mbak, pesennya dapet.
makasih renungannya
Zulfadhli's Family mengatakan…
Sepakat Mba.. Kalo ngeliat ke atas mulu nanti sakit leher karena kebanyakan mendongak!
Dimas mengatakan…
yah terkadang kita lupa bersyukur atas apa sudah kita miliki...
ceritatugu mengatakan…
renungan yang menenangkan hati dan pikiran, trims
Unknown mengatakan…
yg harus kita liat dari orang kaya adalah kerja kerasnya, kalo dari orang miskin itu ketabahanya. .hehe
Mhya mengatakan…
sering diibaratkan kacang lupa lanjarannya artinya kalau kita sudah berada diatas lupa untuk menengok kebawah....
makasih dah mampir, aku sekalian follow ya....
elok langita mengatakan…
Haarus selalu melihat kebawah,,

mkashy mbaa.. buat postingan inspiratifnya... ^___^
Batzsurya mengatakan…
antara melihat ke atas dan bawah itu harus balance. melihat ke atas sebagai motivasi untuk lebih maju lagi , sedangkan melihat ke bawah untuk belajar menysukuri apa yang telah kita capai hingga saat ini. nice post.
anna fardiana mengatakan…
mang uca luar biasa bisa menjelaskan dan membinmbing puterinya.

memang benar bahwa dengan melihat kebawah, kita akan menyukuri nikmat Tuhan
NOOR'S mengatakan…
Saya setuju sama Batz, lihat keatas dan kebawah harus seimbang. Jangan lihat keatas terus nanti kesandung dan jangan lihat kebawah terus nanti kejedot tiang...he...he. Eh...maaf...maaf, maksudnya lihat keatas agar kita termotivasi dan lihat ke bawah agar kita pandai2 bersyukur...eh...ini kayak komen non Ieyaz...duh ngga kreatif banget nih kayaknya....he..he

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR