THE EMPTY BOX

Seorang pria merayakan ultahnya yang ke 80. Ia sudah membangun rumah tangga yang bahagia dan berhasil membesarkan ketiga orang puteranya. Usahanya juga berhasil. Karena merasa usianya sudah lanjut, ia merasa sudah saatnya menyerahkan usaha keluarga kepada salah seorang dari puteranya. Tetapi, ia bingung. Tidak tahu harus menyerahkan kepada puteranya yang mana.

Setelah memikirkan berbagai cara, pria itu pun mengajak ketiga puteranya berkumpul ke suatu tempat dimana terdapat tiga kotak kosong dengan ukuran yang sama. Ia berkata :

“Anak-anakku, masing-masing dari kalian harus mengambil sebuah kotak. Ukuran kotak itu semuanya sama. Tahun depan saat kita kumpul lagi di tempat ini, aku ingin agar kalian membawa kotak yang telah berisi sesuatu yang menurut kalian sangat berharga bagi perusahaan. Berdasarkan isi kotak masing-masing, aku akan menentukan siapa yang akan menggantikanku.”

Setelah menerima kotak itu, anak yang sulung mulai menginventarisasi kekayaan perusahaan ayahnya. Sedangkan, anak kedua membawa kotaknya kemanapun ia pergi. Lalu, apa yang dilakukan si bungsu? Oh…oh, ternyata ia hanya membiarkan saja kotak itu di atas meja.

Setahun telah berlalu dan pria itu memanggil ketiga puteranya. Dari kotaknya, si sulung mengeluarkan buku besar yang berisi catatan kekayaan perusahaan.



“Bagus…Bagus…, “ Pria itu manggut-manggut. Lalu, ia bertanya kepada anak kedua.

“Mana kotakmu?”

“Ada di balik truk itu, ayah. Kotak yang ayah berikan tidak bisa membawa aset-aset berharga yang kuperoleh. Maka, aku menaruh semua aset itu di dalam truk.”

Pria itu terdiam sebelum berpaling kepada putera bungsunya.

“Nah, apa yang kamu bawa? Mengapa kotakmu masih kosong?” Tanyanya heran ketika dilihatnya kotak si bungsu tidak berisi apa-apa.

“Ayah, apa yang menurutku paling berharga tak bisa disimpan di dalam sebuah kotak. Tak seorangpun bisa mengukur nilai sebuah komitmen, kejujuran, kerja keras dan kebaikan. Dan, tak ada seorangpun bisa memuat loyalitas dari para karyawan dan para pelanggan kita. Akhirnya, ayah…harta yang paling berharga yang kumiliki adalah kasih terhadap ayah, ibu, keluarga dan kasih kepada Tuhan. Lihatlah, semua itu tidak terdapat dalam kotak ini, tetapi bisa ayah lihat di sini. Ia berdiri di hadapan ayah.” Ujar si bungsu sambil menunjuk dirinya.

Mendengar ucapan si bungsu, pria itu pun tahu siapa yang berhak menggantikan dia.
Karakter dan sifat-sifat yang baik memang tidak dapat dibandingkan dengan kekayaan materi apapun. Materi bisa hilang, tetapi karakter akan tetap bertahan bahkan memiliki nilai kekekalan yang akan membawa seseorang kepada kemuliaan.

NOTE : KARAKTER YANG BAIK JAUH LEBIH BERHARGA DARIPADA HARTA. IA TETAP BERTAHAN KETIKA HARTA LENYAP

Komentar

a-chen mengatakan…
apa bener neh daku alias a-chen ini yang pertama disini....
yuuuks kita coba... :-D
buwel mengatakan…
Setuju Mbak, mangkanya dalam sebuah perusahaan katanya yang paling penting itu SDMnya dibanding dengan Keuangan ataupun Modal.... heeeheheh
a-chen mengatakan…
Dan ILMU yang bermanfaat adalah amalan atau sesuatu yang akan terus abadi meski sang empunya ilmu telah mati.....
nice posting sista... :-)
Anazkia mengatakan…
Ih, Buwel pagi2 nyepam di mana2 :)

Pinter banget si bungsu mbak, nggak tamak kayak kaka2nya. Mbak Fanny, maaf yah kalau saya ada salah :)
Nirmana mengatakan…
harta, benda dan tahta adalah materi yang fana, tapi kok kadang kita ini masih suka mementingkan yang fana ya daripada yang fanny,,, eh maksudku yang kekal.
Dimas mengatakan…
kan sering denger tuh harta, tahta, dan wanita....
3 cobaan ini yg akan diturunkan untuk mengetes manusia, khususnya pria hehe..
latifah hizboel mengatakan…
...dan kaya yang sesungguhnya adalah kaya jiwa.
attayaya mengatakan…
ada sesuatu di
http://www.attayaya.net/2010/03/thank-you-dido.html
Fais Wahid mengatakan…
sumpah mbak, semua bulu2 aku merinding membaCa apa yang d katakan oleh si bungsu...
Sungguh pelajaran yang sangat berharga...
Yanuar Catur mengatakan…
mbak fannyyyyyyyyyyyyyyyyy
pa kabar????????????????
HB Seven mengatakan…
setuja sekali mbak....terutama dengan kejujuran.......
ellysuryani mengatakan…
Renungan mantap mbak Fanny. Selamat beraktivitas.
Ninda Rahadi mengatakan…
pagi yang indah... renungan yang indahaa haaah :)
edi mengatakan…
Pencerahan pagi yang manis!
Arum Suryaningtyas mengatakan…
setuju mbak..
tapi sayang masih banyak orang yang lebih mendewakan harta / kekayaannya..
nietha mengatakan…
bener banget tuh mbak.. yang paling berharga memang kasih sayang, keluarga.
AISHALIFE-LINE mengatakan…
Betul juga ya sis?Jadi ikut merenung.banyak keluarga bentrok,karena sang ayah tidak adil dengan membagi warisan pada anak-anak mereka.
Aulawi Ahmad mengatakan…
dari cerita diatas, yg cocok jadi pemimpin memang sibungsu, anak yg pertama cocok jadi akuntannya, dan yg kedua cocok jadi stocking eh purchasing heheheheh
waroeng coffee mengatakan…
Setuju ma komenna achen n buwel :)
darahbiroe mengatakan…
saya setujuh dengan inti pesan dari cerita diatas saya bisa mengambil kesimpulan sifat itu memenag lebih berharga dari harta, namun harta juga penting hehehe

berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya
salam blogger
makasih
:D
antok mengatakan…
makasih tulisanya bisa dijadikan renungan untuk belajar memperbaiki sifatt heheh

blogwalking
Abdul Malik mengatakan…
setuju mbak..
kekayaan itu tidak ada apa2nya dibandingkan kebaikan..
♥ria♥ mengatakan…
jadi yang dipilih yang bungsu ya mba :P
Yolizz mengatakan…
iyaaa setuju!! kekayaan perusahaan ga ada apa2nya kalo bukan karena loyalitas dan kerja keras pegawai dan pemilik perusahaannya...
Batzsurya mengatakan…
yup..memimpin perusahaan hendaknya bukan pada tujuan materi semata, melainkan harus memperhatikan aspek-2 moral juga..terutama kejujuran .
BrenciA KerenS mengatakan…
nyari duit sebanyak2nya kalo ga didasari karakter yang berkualitas ga ada gunanya... bisa2 malah melakukaknya dengan segala cara.
Dimas mengatakan…
kunjungan rutin kesini..
kebookyut (DiVe) mengatakan…
setuju...
kok si bungsu lebih bijak dari kedua kakaknya yah??
AdityaBlogsphere2 mengatakan…
Sebuah petuah dan pesan bijak yang bagus sob.....aq suka dengan tulisan "karakter" itu....sangat menyntuh hati.....sip deh....
Thariq mengatakan…
keren...sebuah pencerahan lagi di blog ini...makasih mbak

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR