ANTARA DIM SUM DAN MIE KEPITING
Tanggal 16 Maret yang lalu, saya ketemu Lani (teman semasa SMA) di Mal Kelapa Gading. Dia mengajak Yuanita (keponakannya) dan Dodi (suami sang keponakan) yang ingin konsultasi hukum mengenai pembuatan akte pendirian PT. Kebetulan, hari itu hari libur dan saya nggak punya acara keluar, maka saya ajak Lili, sohib terdekat saya.
Rencananya, saya memberi konsultasi sebentar kepada Yuanita dan Dodi, lalu window shopping bareng Lili. Maka begitu sampai di mal, saya dan Lili berpencar. Lili ke supermarket. Saya ke food court Eat n Eat (tempat pertemuan yang sudah dijanjikan). Setiba di sana, saya langsung membeli kartu plastik untuk membayar makanan sebesar Rp. 50.000,-. Terserah sih mau beli berapa rupiah. Dengan kartu itu, kita bisa membeli makanan yang dijual di sana, dan kalau ada sisa uang bisa ditebus lagi di kasir. Misalnya : hanya membeli makanan sebesar Rp. 30.000,-, sisa Rp. 20.000,- dapat diambil dengan mengembalikan kartu itu ke kasir. Dan, kasir akan mengembalikan uang Rp.20.000,-. Kecuali ingin menghabiskan semuanya, tinggal kembaliin kartunya saja.
Usai membeli kartu, saya keliling mencari-cari makanan yang nggak terlalu berat secara baru jam 10.30. Mau lunch, kok terlalu dini. Apalagi, tadi pagi saya cuma makan sepotong pisang goreng kecil dan sepotong kue lapis. Tentu saja, sambil mencari wajah Lani di antara para pengunjung yang jumlahnya masih segelintir.
Tiba-tiba di tengah area food court, saya melihat Lani melambaikan tangan ke arah saya. Langsung saya hampiri Lani and the gang. Setelah saling memperkenalkan diri dengan Yuanita dan Dodi,saya bertanya kepada mereka.
“Mau duduk di mana?”
“Kita nggak makan di sini, ke Duck King aja yuk!” Ujar Dodi.
Waduh! Meski rada kaget, saya terpaksa ikut. Yang saya pikirkan saat itu adalah gimana dengan Lili? Kalau makan di Duck King pasti konsultasinya jadi lama. Kasihan Lili. Nanti dia keburu kelaparan. Belum lagi bete-nya keluyuran sendiri di mal. Saya nggak menduga sama sekali sih bakal diajak makan di situ. Tapi, saya nggak mungkin ngomong kepada calon klien dong.
Di Duck King, Dodi langsung pesan dim sum. Ada menu ceker ayam pula. Padahal, saya nggak begitu suka makan dim sum. Apalagi ceker ayam. Hiii…jijik aja ngeliatnya. Selain dim sum, Dodi juga memesan nasi goreng seafood ikan asin satu piring untuk di share.
Dan….yang namanya makan dim sum sambil ngobrolin kerjaan, pasti gak bisa sebentar toh? Mana si Dodi rada bawel. Usai bertanya ini itu dan mendapatkan jawaban, dia malah cerita tentang pengalamannya menghadapi petugas pajak yang reseh. Saya juga nggak bisa makan dengan tenang. Pertama, karena saya nggak bisa konsentrasi makan kalau ditanya-tanya soal hukum. Otak berpikir, mulut nggak bisa goyang.
Kedua, saya teringat sobat saya Lili. Pasti dia kelaparan berat. Padahal, saya udah janji mau lunch bareng dia di Eat n Eat. Saya hubungi ponselnya dan bilang agar dia langsung ke Eat n Eat saja.
Alhasil, saya hanya bisa makan 4 sendok nasi goreng dan dua potong siomay. Padahal, jarum jam terus bergerak mendekati angka 12. Waktunya lunch.
Hmm..mau mutusin percakapan nggak enak. Padahal, obrolan sudah menyimpang jauh. Konsultasi sudah selesai sejak setengah jam lalu. Belum tentu jadi bikin akte sama saya. Kan baru nanya-nanya doang. Enaknya gimana ya?
Lagi bingung begitu, Lili menelpon saya. Katanya, dia sudah di Eat n Eat. Wah, saya tambah blingsatan. Mesti buru-buru pamit nih. Duh, mana si Yuanita, isterinya Dodi sedang pergi fotocopy sebentar karena ada satu dokumen hukum yang saya bawa sebagai contoh. Dan, saya cuma punya satu set. Gak punya fotocopynya Kalo nunggu Yuanita selesai mengcopy dokumen itu, terlalu lama.
Akh, cuek aja deh. Saya pun ngomong terus terang.
“Maaf, Dodi…ada yang mau ditanyakan lagi, gak? Saya harus menemui teman saya nih.”
“Oh..gak ada kok, bu. Udah ngerti deh. “
“Oke deh, kalo gitu. Nanti kalo ada yang masih gak jelas, telpon saya aja. “ Ujar saya sambil buru-buru bangkit dari duduk.
“Dokumennya, gimana bu?” Tanya Dodi.
“Saya ada di Eat n Eat, kalau udah selesai dicopy, temui saya di sana aja.”
Escalator yang membawa saya ke Eat n Eat terasa lamban. Saya kian resah. Wah, si Lili udah kelaparan berat. Kasihan dia. Bete gak tuh anak? Udah nemenin saya ke sini, ditinggal sekian lama. Mana, tadi pagi dia hanya makan biskuit beberapa potong.
Begitu tiba di Eat n Eat, saya langsung mencari Lili. Saya pikir dia sedang duduk sambil cemberut. Nggak tahunya, dia sedang bingung mau makan apa. Legaa deh. Kami pun langsung keliling foodcourt. Dan, keputusan bersama jatuh ke stand mie kepiting. Keliatannya enak nih mie. Ada mie lebar dan mie kecil. Saya milih mie lebar. Lili memilih mie kecil.
MIE KEPITING. Saya pilih yang bentuk mie nya lebar. 
Setelah mie pesanan kami nongol, saya langsung kirim sms ke Lani memberitahu posisi saya ada di mana. Biar dia gak usah muterin foodcourt.
Ketika mie kepiting tinggal separuh, Lani and the gang muncul. Sambil memberikan dokumen yang sudah dicopy, Lani berbisik di telinga saya.
“Dobel nih makannya?”
“Yah, daripada temanku nanti ngomel karena dia makan sendirian.” Saya tersenyum.
Hi hi hi…Pasti mereka pikir, saya ini makannya sebakul. Abis berdim sum ria, kok, masih bisa makan mie kepiting. Yah, bisalah…wong..saya makan dim sum nya cuma se-encrit. Mana nendang sih?
Lagipula, saya lebih suka makan mie kepiting ketimbang dim sum. Biarpun lebih murah harganya tapi rasanya lebih puas gitcu. And, you know..untung saya cepat memutuskan pembicaraan dengan Dodi karena Lili mengaku dia ngemil kripik jamur yang dibelinya di supermarket. Lapar sih, katanya. Tuh, kan…dia sampai nungguin saya selesai berdim sum ria, biar bisa lunch bareng. Emang, tuh anak sohib yang setia kawan.
Usai makan mie kepiting, kami masih sanggup makan yogurt di Heavenly Brush lho. Ck..ck.ck….dua cewek kurus makannya heboh banget yak? Tapi satu hal yang pasti, dari pengalaman ini, saya dapat pelajaran. Lain kali kalo ketemu klien sebaiknya jangan ajak teman. Soalnya, kalau klien mendadak ngajak makan, kasihan temannya. Kalau diajak, gak enak sama klien. Masa klien saya mesti bayarin makan 2 orang? Yang diajak juga pasti merasa risih. Tapi, kalau temannya disuruh keliling dewean, yah…kasihan juga kan?
YOGURT DENGAN TOPPING BUAH LYCHEE, PILIHAN SOBATKU.jpg)
YOGURT DENGAN TOPPING BUAH KIWI, Favorit saya..jpg)
MAKAN YOGURT AJA DI FOTO. NARSIIISSS!! He he he....jpg)
Komentar
@ivan : hehehe..jgn ngamuk dong, brother.
hehehehe
aku pengen lagi
bener.. keputusan harus diambil secara cepat.. gimana window shoppingnya??
Herannya kamu makan sehari 16 kali kok nggak gemuk gemuk ya.. ?
huaa....hehe
lapeeeeeeeer
*mupeng*
aku belum pernah cobain dim sum sama sekali mbak.. T.T
met weekend... :D
betewe masih sempat2 nya foto sama eskrim yah ?? :P
sueerr
eeeh dim sum tuh apaan ya?
mobil2an ato minuman
tapi yogurtnya... mauuuu doongg, kayaknya enak tuuhh... hmm...
BTW, BENER JUGA MBAK, KALAU KITA DIAJAK NGOBROL PANJANG LEBAR PAS KITA PUNYA JANJI DENGAN TEMEN EMANG SYUSAH, HE...HE...
@lovepassword : enak aja 16 kl makan dlm sehari. kamu kali yg kyk gitu makan 16 kali sehari. hehhee
@keboo : dapat tas satu tuh.hehhee
@exort : harus..enak rasanya lho. malah pas lagi makan, ada ibu2 nanya tuh mienya beli di mana. hi hi hi..