PILIH YANG BISA DAN KERJAKAN SEPENUH HATI
Kita semua tahu siapa Rudy Hartono. Dia adalah mantan pemain bulutangkis yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Prestasinya tak perlu diragukan lagi. Delapan kali juara All England dengan tujuh kali diraih secara berturut-turut. Prestasinya yang hebat ini membuat ia menjadi salah seorang yang tercatat di Guinness Book of Record. Selain itu, Rudy juga menjadi anggota tim bulutangkis Indonesia yang memenangi Piala Thomas beberapa kali. Tidak heran, jika berbagai penghargaan pernah diterimanya seperti Bintang Jasa Utama dari Pemerintah RI, Diplome D’Honneur dari UNESCO dan Pahlawan Asia dari majalah Time.
“Harapan saya, penghargaan ini bisa menjadi teladan bukan saja bagi olahraga tetapi juga bagi semua bidang. Indonesia akan lebih harum namanya jika punya orang-orang yang berprestasi di tingkat dunia. Ini merupakan aset yang mengubah pandangan dunia terhadap Indonesia.” Kata Rudy.
Mengomentari kondisi perbulutangkisan Indonesia, Rudy mengaku ikut prihatin. Oleh karena itu, atlet diharapkan lebih bekerja keras. Para pengurus harus dapat mengatur strategi dan memperbaiki kelemahan yang ada. Satu hal menarik yang diusulkan Rudy adalah tentang memilih sebuah kejuaraan.
“Untuk konsisten menjadi juara memang tidak mudah. Tapi yang terpenting, Indonesia harus bisa memilih kejuaraan mana yang paling penting dan berarti bagi Indonesia dan pandangan masyarakat dunia. Tidak mungkin seorang pemain bulu tangkis juara terus menerus.” Kata Rudy.
Apa yang diusulkan Rudy ini sudah dia praktekkan sendiri. Itu sebabnya, prestasinya di tingkat nasional tergolong biasa-biasa saja. Dia hanya dua kali menjadi runner up di Kejurnas Jakarta tahun 1967 dan 1968. Dia juga hanya terjun beberapa kali di Jepang Open dan Asian Games.
Yah, terkadang tanpa disadari kita juga mengabaikan apa yang diusulkan oleh Rudy Hartono tersebut. Merasa punya kemampuan lebih, kita cenderung memborong semua bidang usaha, baik bidang jasa, perdagangan, telekomunikasi, pendidikan dan masih banyak yang lainnya.
Alhasil, keserakahan itu membuat pekerjaan kita menjadi tidak maksimal. Seharusnya kita menyadari keterbatasan kita, maka sebaiknya kita menghindari keinginan untuk melakukan semua pekerjaan yang ada. PILIH YANG KAMU BISA DAN KERJAKAN SEPENUH HATI.
Note : Dengan dua tangan kita tidak bisa menjinjing benda lebih dari dua secara maksimal.
Komentar
yg penting ihklas.. :D
Bisanya cuman komen
wakakakakaka ....
Sepertinya memang berkomentar adalah basic characternya orang Indonesia.
Seperti pengamat sepakbola yang merasa dirinya lebih hebat dari pemainnya.
Sharing ini jadi mengingatkan kita untuk tidak menjadi generalis yang hanya tahu kulit2nya saja dan tidak pernah tuntas dan fokus pada satu hal.
nice sharing
*gaya dedi kobuset waktu membengkokan sendok
hehehehe
kalo sekarang lagi mengembangkan yang bisa, belum ada penjurusan hehe
yuk optimalkan apa yg ada hehe ...
yach...
lakukan apa yang bisa kamu lakukan, lakukan dengan sungguh2
pasti deh hasilnya maksimal
:p
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
Harus kiri, kemudian kanan. atau sebaliknya.. ga bisa keduanya sekaligus, nanti malah jatuh. :)
Great post.