KACAMATA YANG HILANG
Seorang kakek yang berprofesi tukang kayu sibuk membuat beberapa peti kayu untuk gerejanya. Peti-peti itu akan diisi pakaian bekas yang dikumpulkan jemaat untuk dikirim ke panti asuhan di sebuah kota.
Suatu hari, setelah peti-peti itu selesai, sang kakek merogoh saku bajunya untuk mengambil kacamatanya. Tetapi kacamatanya tak dapat ditemukan. Kakek itu sangat sedih karena ia tak punya kacamata lainnya. Untuk membeli lagi, ia tak punya uang yang cukup.
Dalam keadaan sedih, sang kakek berkata :
“Ini tidak adil,Tuhan. Saya sudah memberikan waktu saya untuk pekerjaanMu. Tetapi, apa yang saya dapat? Kacamata saya hilang dan saya tak mampu beli yang baru.”
Beberapa bulan kemudian, pimpinan panti asuhan yang juga seorang misionaris berlibur ke kota tempat tinggal si kakek. Dia bermaksud mengunjungi gereja-gereja yang telah menyumbang panti asuhannya.
Di hari Minggu, sang misionaris ini berbicara di gereja tempat kakek itu biasa beribadah.
“Saya sangat berterima kasih atas bantuan jemaat gereja ini. Khususnya untuk sebuah kacamata yang ada di tumpukan baju-baju bekas yang kalian kirim. Ada seorang rekan sepelayanan yang tidak bisa melihat jelas tanpa kacamata, tetapi ia tak punya uang untuk membelinya. Namun kacamata yang kalian kirimkan di antara tumpukan baju itu telah membantu rekan saya ini. Sekarang, ia bisa melihat dengan lebih jelas. Rupanya, Tuhan mendengar doanya.”
Jemaat yang mendengarkan cerita itu sangat bersukacita atas keajaiban tersebut. Sementara sang kakek yang duduk di sudut gereja mengusap matanya yang basah. Dia baru menyadari bahwa kacamatanya yang hilang telah memberkati orang lain.
Memang ada saat-saat dimana kita lebih mudah protes dan menyalahkan Tuhan daripada bersyukur untuk kejadian yang tidak kita inginkan. Terkadang kita tak menyadari bahwa Tuhan sedang memakai hidup kita untuk memberkati orang lain, melalui cara yang tidak kita pahami.
NOTE : BERSYUKURLAH UNTUK SEMUA KEJADIAN KARENA MUNGKIN SAJA TUHAN SEDANG BEKERJA DIBALIK SEMUA ITU.
Komentar
kacamataku juga ilang
hiks..hiks..
tuhan selalu punya rencana untuk umatNYA...
potiflah jalani kehidupan ini..
moga kita selalu bisa bersyukur dalam keadaan apapun :)
(sok romantis...)
Kata aslinya sih Kereta Angin = sepeda..
;)
dan tentunya sang kakek itu sekarang sudah mengerti!
renungan yg bener2 mampu membuka hati saya...
very great post...