SI MUNGIL BERTEKAD RAKSASA
Salah seorang adik perempuan saya (usianya hanya lebih muda setahun dari saya) yang tinggal dan bekerja di Oxford, UK pernah bercerita pada saya tentang perjuangannya mendapatkan SIM. Di sana, untuk mendapatkan sebuah SIM tidaklah semudah di Indonesia. Dia harus benar-benar lolos test baru bisa mendapatkannya. Tidak ada tuh yang namanya SIM nembak.
Tapi, karena tubuh adik saya mungil (lebih kecil dari saya lho!), dia agak kesulitan dalam mengemudi mobil. Kakinya yang pendek tidak mudah menginjak pedal kopling, gas dan rem. Bahkan, dia harus menaruh sebuah bantal di atas jok mobilnya supaya bisa mengemudi dengan nyaman.
Namun, karena dia sangat ingin bisa mengemudi mobil sendiri agar bisa pergi ke kantornya dengan nyaman, maka dia tetap berusaha untuk bisa lolos test mengemudi.
Sekali dia gagal. Dua kali masih gagal juga. Kami yang di Jakarta sampai ikut merasakan kekecewaannya ketika dia gagal 2 kali. Dalam test yang ke tiga, dia nyaris berhasil. Hanya gagal di area U turn. Akh....
Tapi karena adik saya ini punya tekad yang sangat kuat dalam mencapai keinginannya, maka dia tetap nekad ikut test untuk ke 4 kalinya. Kami semua pun turut mendoakan dia.
Dan...puji Tuhan! Kali ini dia berhasil. Sekarang, dia sudah mahir mengemudi mobil bahkan mulai bisa ngebut. Salut banget deh!
Melihat semangatnya itu, gak heran kalo dia sampai bisa mendapatkan bea siswa 2 kali ketika mengambil gelar master di Aussie dan gelar Phd di Birmingham, UK.
Dan, ketika pertama kali ke luar negeri, dia langsung ke Aussie sendirian dengan bahasa Inggris yang pas-pasan. Sampai harus sekolah dulu setahun buat belajar bahasa Inggris, baru bisa kuliah S2 di sana.
Di antara 4 orang adikku, memang dia yang paling gigih dalam mengejar impiannya. Biarpun tubuhnya kecil mungil tapi semangatnya segede gajah bengkak hamil 9 bulan. He he he..perumpamaan lebay deh!
Bayangin, dia tuh cewek single yang hidup sendiri di negeri orang. Gak punya sanak saudara di sana. Tinggal di apartemen (yang dibeli dengan cara nyicil) sendirian. Kalo sakit ya ke dokter sendiri. Masuk angin ya kerokan sendiri. Gimana ngerok punggungnya sendiri coba? He he he...
Kalo ada lampu rusak, sampai harus minta tolong temannya yang cowok bule. Karena mau bayar orang untuk benerin lampu tuh mahal sekali harganya. Gak kayak di Indonesia. Disana kalau membayar jasa orang untuk memperbaiki alat-alat elektronik yang rusak itu mahal sekali.
Dia bahkan bisa ngecat apartemennya sendiri. Naik tangga gitu. Ck.ck..ck...kecil-kecil cabe rawit deh. Sikapnya yang pantang menyerah dan kemauannya yang keras membuat saya mendapatkan sebuah pelajaran penting dari dirinya, yaitu : PERJUANGAN DIPERLUKAN DALAM SETIAP SISI KEHIDUPAN Orang harus berjuang untuk mendapatkan apa yang dirindukannya. Tanpa perjuangan tidak ada hasil yang maksimal.
Komentar
*yippiiiii*....
bener.. perjuangan memang diperlukan dlm tiap sisi kehidupan..
apapun itu, tujuan manusia adalah kebahagiaan dunia (kalo bisa akherat)..utk itu tanpa perjuangan pastilah hal yg mustahal..
btw, emang kamu kecil perawakannya?
eh, adikmu..salut aku...
salam buat adikmu... :)
hahahaha......
Benar kata pepatah (*ah.. pepatah melulu!!!)
"A good thing comes from SMALL packet"
Ho oh,, hebat, mandiri banget Mbak, kenalin apa.. hehe.
kalo saya sih mungkin nggak bisa deh kayak gitu
sampe sekarang masih bingung gimana ngatasin rasa males untuk bisa berjuang sampe seperti itu >.<
hebat deh adiknya dikau...
Sapa dulu dunk kakaknya ...
Iya khan ?.
Kata orang biar kecil yg penting cabe rawit :D
salam kenal aja
SMANGAAADH!!!
ntar Q nyusul deh ke LN.. amin...:D
selamt berjuang yo!
siapa dulu kakaknya
hidup adalah perjuangan!! ;)
kalo disini mah, tinggal ikut kursus, terus dapat sim deh. hehehe
dapat dua kali beasiswa??? aku mauuuu~~~ semoga aja ntar dapaat. hihihi.
ada yang baru ditempatku mbak, mampir yaaaa :)