SEHARUSNYA SAYA BERSYUKUR....
Sabtu, 21 Nopember, saya jalan-jalan dengan adik cewek ke Mal Kelapa Gading. Selain nemenin dia belanja, saya juga janji temu dengan Lany, teman SMA saya yang stay di daerah Kelapa Gading.
Tempat pertemuan seperti biasa : foodcourt Eat and Eat (tempat fave saya soalnya..hehehe). Saya dan Lany tidak terlalu akrab waktu SMA, tapi kemarin kami bisa cerita panjang lebar. Mungkin karena sudah lama banget nggak ketemu.
Lany cerita banyak banget tentang teman-teman SMA yang – ternyata – ada 3 orang yang (ia tahu) sudah meninggal dunia. Ada yang karena sakit kuning, sakit TBC dan sakit jantung. Salah satunya malah pernah menjadi idola para cewek. Umur manusia memang tidak bisa ditebak. Mereka meninggal dalam usia yang masih muda. Saya jadi berpikir, kapan ya saya meninggal dunia? Kalau saya meninggal nanti, siapa kira-kira yang paling sedih? Lalu, bagaimana cara saya meninggal nanti? Akh, pikiran itu segera saya usir. Kalau didengar papa saya, bisa ngomel beliau. Hi hi hi…
Lucunya, saya baru tahu kalau ada teman SMA yang punya banyak pacar tanpa benar-benar pacaran alias HTS. Dan, karena salah satu pacarnya itu bukan orang kaya, maka hubungannya gak direstui ortunya. Akhirnya, begitu tamat SMA teman saya itu dikirim ke luar negeri biar gak pacaran sama si cowo kere itu.
Sekarang sih, teman saya itu sudah married dan punya anak satu. Dan yang jelas,masih kaya raya seperti dulu. Sementara mantannya yang kere itu sudah lama meninggal dunia karena TBC.
Wah, wah…kok, saya enggak pernah ngeh ya kalo dulu tuh teman-teman SMA saya sibuk bikin ‘Drama percintaan’. Ada yang segitiga,segi lima, segi empat, bahkan kotak-kotak. Hehehee..Saya tahunya setelah diceritakan oleh Lany. Kebayang deh, betapa kupernya saya waktu SMA. Lha, waktunya cuma untuk belajar dan nulis cerpen sih. Jarang banget keluyuran sama teman-teman. Coba dari dulu saya tahu ada kisah-kisah menarik begini, pasti tema cerpen saya akan lebih bervariasi.
Tapi dari semua cerita Lany, ada dua kisah yang paling mengejutkan saya. Menurut Lany, ada 3 orang teman saya yang jadi bandar narkoba dan sekarang dipenjara. Bahkan, ada yang jadi pelacur. Alamaak!!
Saya memang tidak akrab dengan teman-teman yang terjerumus dengan narkoba dan dunia pelacuran itu, tetapi kehidupan kelam mereka membuat saya bertanya-tanya :
“Kok,bisa mereka terjatuh ke dalam lubang dosa?”
“Karena pergaulan bebas dan tekanan ekonomi.” Hati kecil saya menjawab pertanyaan itu. Karena salah seorang teman yang menjadi bandar narkoba mempunyai pekerjaan yang mengharuskan dia bepergian dari satu negara ke negara lain. Mungkin karena itu, dia terjerumus dalam dunia narkoba. Bahkan, ada teman cewek yang sampai menjadi napi di Nusa Kambangan. OMG!
Semua kisah-kisah itu pun menyentakkan saya. Betapa saya – seharusnya – bersyukur mempunyai ortu yang protektif banget terhadap anak-anaknya. Betapa saya beruntung karena saya dibesarkan oleh ortu yang melimpahi saya dengan berlaksa kasih sayang. Bahkan,saking sayangnya, saya sampai dijaga demikian ketatnya bagai intan permata yang mahal sekali. Sampai semua teman menjuluki saya : ANAK PAPI, ANAK MAMI.
Padahal, saya sering mengeluh karena merasa terlalu diawasi dan dikekang kebebasannya. Saya sering ngedumel ketika papa melarang ini dan itu. Saya sering merasa ingin lari dari belenggu orang tua saya. Saya sering bete karena sikap over protektif papa saya.
Sekarang, tepatnya setelah mendengar cerita Lany tentang teman-teman SMA saya, sebongkah rasa syukur memenuhi relung hati saya.
Yah, saya bisa menjadi seperti ini semua karena orang tua saya. Saya bisa lulus kuliah S1 dengan Cum Laude. Saya bisa melanjutkan study di Program Spesialis Notariat Saya bisa menjadi Notaris. Saya bisa menjalani kehidupan ini dengan berpegang teguh pada Firman Tuhan. Saya bisa melancong ke berbagai negara. Saya bisa mengisi hari-hari saya dengan menulis cerpen. Semuanya karena kasih dan perhatian orang tua saya.
Meskipun saya sering merasa tertekan dengan sikap mereka yang terlalu ‘melindungi’ tetapi saya menyadari bahwa semua itu untuk kebaikan saya. Akh, betapa saya malu karena selama ini sering kesal dengan sikap ortu saya. Betapa saya seharusnya bersyukur.
Saya jauh lebih beruntung ketimbang teman-teman saya. So, stop mengeluh. Stop ngomel! Nikmati saja perlakuan over protektif dari papa saya. Karena semua itu dilakukan papa atas dasar cintanya yang besar.
Perasaan bersyukur ini ternyata melanda hati adik saya juga. Akh, kami memang anak papa tapi..itu lebih baik ketimbang kami jadi bandar narkoba,bukan?
Komentar
scroll atas, baca..
Karena ayah saya yang banyak membentuk karakter saya yang seperti rumput liar. Tegar, kuat, dan terus tumbuh. Tak peduli dipotong berapa kalipun, tak peduli di cabut, di bakar.. saya tetap disitu. Menjadi rumput liar.. :)
hehehe berkat didikan mereka jadi seperti sekarang ini.
walaupun sering mengecewakan.... dan pernah membuat malu keluarga....
I LOVE you dad, I Love you mom
yang malah menyebabkan menjadi brutal.... selalu menentang ortunya....
semoga mendpatkan hidayahnya dan kembali kejalan yang baik
seru ya mba ketemuan sm teman lama dan mendapat hikmah jg dr pertemuan itu, slmt beraktifitas mba....
tp lebih besar ada benarnya juga kok..
marilah kita bersyukurrr..
emang mbak fani juga dasarnya baik, makanya hasilnya juga baik :)
emang mbak fani juga dasarnya baik, makanya hasilnya juga baik :)
Mungkin itulah yang menyebabkan saya dan dik Munir merasa sangat kehilangan waktu Ibunda pergi kemarin menyusul Ayahanda yang sudah dipanggil 6 tahun sebelumnya......
Koq aku jadi curhat sih???
Met sore Mbak...
Sory baru sempat mampir... seharian didera ama PLN.
Malahan yaaa, kalo orang lain biasanya punya pacar yg jauh perhatian ketimbang ortu, aku malah sebaliknya.
ortu lebih sering nelpon buat ngasi nasehat atau dengerin aku curhat, dibanding pacar haha.
kalo begitu aku juga harus bersyukur banget nih punya orang tua seperti itu :D
@anindya : iya ya...kembali juga ke diri kita masing2. apakah mo jadi baik atau jelek.
tp Karin mrasa brsyukur krna mrasa d prhatikan, dri pd nanti Karin jdi bandar narkoba? Oh No!!! Lebih baik jdi gelandangan sekalian dripd hrs jdi bandar narkoba, dosa.a besar...
mungkin kalo mbak nggak nurutin PAPAHnya, mbak nggak jadi blogger.....kalo nggak jadi blogger, diriku khan nggak bisa kenalan ama mbak....Haduh... :-)
Hampir semua anak begitu, awalnya tak menyadari maksud baik kedua ortunya...
So, sepantasnya kita bersyukur punya ortu yg peduli dg kita ya...
kumemujiMu,karena Kau sangat baik
Mulialah namaMu...
(cuplikan Lagu dari NIKITA)