RAHASIA SI ENCEK
Seorang encek-encek yang punya toko kelontong di sebuah gang kecil di Surabaya selalu mengucap syukur atas apa yang ia peroleh hari itu. Ketika tokonya sepi, dia berkata begini : “Tuhan, gua tahu Elo yang punya semuanya. Gua ini cuma kerja sama Elo. Toko ini Elo yang punya. Gua cuma dititipin aja. Sekarang, toko lagi sepi nih. Elo kirim pembeli dong.”
Ketika tokonya ramai, si encek berkata :
“Terima kasih Tuhan. Elo baik banget sama gua. “
Karena setiap hari si encek selalu berkata begitu, maka Tuhan pun tak segan-segan untuk membuat tokonya menjadi besar. Entah mengapa, tokonya selalu ramai. Padahal, tak jauh dari tokonya, ada sebuah toko kelontong yang menjual barang-barang yang sama seperti yang dijual di tokonya. Tapi, tetap saja toko si encek lebih ramai ketimbang toko tetangganya.
Bahkan, suatu hari ada pelebaran jalan di gang kecil itu sehingga toko tetangganya harus merelakan sebagian besar dari tokonya untuk pelebaran jalan. Tetapi, toko si encek tidak kena karena letaknya di tengah-tengah.
Merasa tokonya menjadi sangat kecil karena pelebaran jalan itu, si tetangga pun menjual tokonya yang luasnya tinggal separuh kepada si encek dengan harga yang sangat murah. Tentu saja si encek bersedia membelinya. Tokonya pun semakin besar dan barang-barangnya semakin lengkap. Namun, si encek tidak menjadi sombong. Dia tetap sederhana dan tak pernah berhenti mengucap syukur. Sungguh rahasia kesuksesan yang sangat simpel.
Note : Kisah ini adalah kisah nyata yang diceritakan oleh pendeta saya.
Komentar
Terima kasih untuk mengingatkan saya.
xo
nice sharing mbak
kalo bersyukur aja ga pernah koq ngarep minta bakalan cepet di kasih hehe...
haruslah kita selalu bersyukur..
pastinya ia akan mendapat balasan yg setimpa dari sang Rabb...
Tuhan enggak pernah tidur.
hmm.. napa ya toko sebelahnya kok sepi pembeli??
hore mbak fani majang foto juga.. bekgronnya bikin mupeng T__T
hmm, bisa gak yah???
bdw..maap nih mbak baru berkunjung lagi..lagi sok sibuk nih *aslinya sibuk beneran* ma skripsi ma kerjaan kantor yg bertumpuk...
semngat becce..ha,ha,ha
@anindya : itu foto waktu ke Grand Indoesia. jadi bukan di negara lain. masih di Jakarta juga, neng. hehehe.
kita hidup sebagai manusia, bukan binatang atau tanaman sudah merupakan anugrah besar yang diberikan Tuhan...
So, mari kita bersyukur...