MAKSUDNYA GINI LHO….
Postingan saya I’M STUCK ternyata mendapat respon beraneka ragam. Rata-rata sih meminta saya untuk bersabar. Tetapi, ada juga yang salah tangkap dengan tulisan saya tersebut.
Misalnya saja nih :
Komentar dari Aulawi Ahmad :
yg jelas semua masalah itu pasti ada hikmahnya..yang penting selalu semangat seperti tersirat melalui tulisan2mu selama ini :
Wah, kalau soal semangat sih tetap ada. Apalagi semangat menulis. Kalo enggak, mana mungkin saya tetap menulis di blog ini.
Komentar dari Lovepassword :
jangan melihat masalah sedemikian besarnya dong. Masak gara2 belum dibayar saja sedemikian stuck. ? hanya katamu lopis ? ya bukannya hanya sih, memang menyebalkan dan itu juga bukan salahmu tetapi jangan buat masalah yang aslinya toh secara substansial tidak terlalu besar menjadi sedemikian besarnya. |Sekedar tahu saja bu notaris : honor bukuku juga belum dibayar telat juga. hi hi hi. alasannya dari distributornya belum ada laporan sudah dikejar2 nggak masuk2 . Lha jumlahnya berapa saja ya malah nggak tahu kan ? lha saya cuma paling tersenyum kecut dalam hati. Tetapi dunia toh belum berakhir. cuma gara2 itu. mungkin memang iklim penerbitan sedang lesu darah. memang bukan salah penulis jelas. tetapi juga bukan berarti harus membuat pusing diri sendiri :)
Waduh, dik Eko…saya tuh tidak pernah beranggapan ini masalah besar kok. Saya bilang Stuck, bukan berarti berhenti nulis atau jadi patah arang. Enggak! Bukan itu maksud saya. Yang dimaksud Stuck dalam tulisan saya adalah STUCK dalam arti berkat, rejeki lagi seret. STUCK dalam arti saya nggak tahu mesti bagaimana menagih hak saya sbg penulis. Dan, saya juga tidak bilang bahwa hal ini adalah masalah besar. Noooo! Coba kamu baca lagi tulisan saya. Apakah saya bilang masalah saya itu masalah yang besar? Mungkin karena gaya penulisan saya aja ya..jadi kesannya saya me-lebaykan masalah ini. Hi hi hi….
Saya juga enggak bilang, Dunia sudah berakhir. NO…It’s a big NO..NO.. Masa gara-gara masalah honor gak dibayar,dunia jadi berakhir? Weleh..weleh….bukan gue banget gitu lho. Saya cuma lagi berandai-andai, kalau honor cerpen suka seret begitu pembayarannya, gimana mau jadi penulis full? Itu aja sih yang jadi pemikiran saya. Karena saya punya rencana untuk pensiun dini dari pekerjaan utama saya. Tapi mengingat kondisi perekonomian seperti saat ini mungkin saya harus tetap menjalankan kedua profesi ini. Memberi jasa hukum dan tetap menulis.
Satu hal lagi, tulisan saya itu hanya curhat. Lha, yang namanya orang curhat kan biasanya suka mellow gitu. Tapi, esok harinya pasti sudah semangat lagi. Ceria lagi, Gokil lagi. Hehehe….Btw, thanks banget ya, dik Lopis nan manis legit untuk komentarnya, perhatiannya dan nasihatnya yang bijaksana and bijaksini. Hahahaha.
Komentar dari Fanda ;
Fan, memang di dunia selalu terjadi seperti yg kamu alami. Perusahaan besar biasanya malah seenak sendiri bayarnya, sementara perusahaan kecil biasanya lebih lancar. Meski ga semua begitu. Tapi ada yg namanya kompensasi. Dari perusahaan besar kita dapat lbh banyak tp lbh lama. Sedang dari yg kecil kita dpt lbh cepat tp lbh sedikit.
Jadi menurutku kamu pilah2 aja cerpenmu. Ada yg ke penerbit kecil ada jg ke penerbit besar. Paling tidak diusahakan spy yg kamu kirim ke penerbit kecil bisa menghasilkan sesuai harapan kamu, sementara yg ke penerbit besar masukkan sebagai bonus.
Jadi saat kamu full jd penulis misalnya, kamu sudah bisa prediksi honor yg kamu terima dari penerbit kecil berapa dan kapan masuknya. Kirim ke penerbit kecil hrs banyak spy 'asap dapur tetap mengepul'. Sementara dr penerbit besar hanya sebagai bonus, tp tetap hrs rajin2 menagih.
Memang Tuhan itu adil kok, utk mendapatkan yg lebih besar, tentu saja effort kamu juga hrs lebih besar.
Jadi...jangan stuck lagi dong! Ayo..nulis lagi!!
Tentu Fan, menulis tetap jalan. Karena menulis itu sudah menjadi bagian dari diri saya. Ibaratnya roh kedua dalam diri saya. Halaah..lebay deh. Btw, saranmu itu akan saya terapkan kalau sudah jadi penulis full time.
Anyway, terima kasih buat semua komentar teman-teman. Support kalian sangat berarti buat saya. GBU all.
Komentar
*mbaca dolo ahh...
*manggut - manggut ...
ntar honornya bagi2 juga yah
hohohohoho
hihihi.
Ayo nulis lagi. ;)
but,,,setujuh dengan mbak ajeng sayah!
Apapun yang terjadi, semangat tak boleh kendur, .
Halangan pasti ada, tapi ponakan yakin, tante kan bisa mengatasi.....Cayo...!!!
kalo sedang stuck : "kendorkan saraf, dan ngopi di stackbuks"
(orang itu pasti bagian pemasaran stackbuks)
wokelah klo begitu, yg penting udah dilurusin kan mba.
mang kalo mau menjadi penulis besar itu harus ada pro n kontra..
yg artinya, mereka peduli sama tulisan mba..
Sukses terus ya mba..^_^
pantesan nggak diposting....
Selamat pagi mbak, selamat beraktifitas.
halah ga nyammbung
tpi maklum,akhir tahun, semuanya pada memperketat anggaran. awal tahun dehhh