HATI-HATI YA, BU...

HATI-HATI YA, BU…

Gladys sedang berbelanja di sebuah supermarket ketika seorang wanita tua mengikutinya dan memerhatikannya. Tanpa berprasangka jelek, Gladys terus saja belanja. Akhirnya ia menuju antrean ke kasir dan wanita tua itu menyela di depannya.

“Maafkan saya,” kata wanita itu. “Saya telah membuatmu tidak nyaman karena telah mengikuti dan memerhatikanmu terus.”

“Oh, tidak apa-apa.” Kata Gladys sambil tersenyum ramah. “Tapi, kenapa ibu mengikuti saya terus?” tanyanya heran. “Apakah ada yang bisa saya bantu?”

“Ya, “ Jawab wanita itu. “Saya ingin kamu mengatakan begini : Hati-hati ya, bu! Tapi nanti saja setelah saya meninggalkan kasir dan kita berpisah.”

“Lho? Kenapa saya harus bilang begitu?” Gladys mengerutkan keningnya, bingung.

“Karena….karena..kamu begitu mirip dengan anak perempuan saya yang sudah meninggal dunia.” Jawab wanita itu terbata-bata. Raut wajahnya tampak sedih sekali. “Kalau kamu mau mengatakan kalimat itu, saya akan merasa sangat terhibur.
“Karena..kata-kata itu adalah kalimat terakhir yang diucapkan anak perempuan saya sebelum ia pergi untuk selamanya.” Kini mata wanita itu mulai berkaca-kaca.

“Tentu saja, bu. Saya akan mengucapkan kalimat itu.” Gladys menyentuh lengan wanita itu. “Ibu jangan sedih ya…” Ujarnya lembut.

“Terima kasih, nak. Kamu baik sekali.” Wanita itu tersenyum sambil mengusap sudut matanya.

Setelah urusan wanita itu dengan kasir selesai, Gladys segera berkata :

“Hati-hati ya, bu….,”



Tetapi betapa terkejutnya ia ketika kasir mengatakan bahwa jumlah belanjaannya senilai Rp. 2.000.000,-. Padahal dia yakin sekali kalau total harga belanjaannya tidak sebanyak itu.

“Lho, kok, banyak banget? Saya kan belanjanya gak banyak.” Ujar Gladys kaget.

“Tadi ibu mbak bilang mbak yang akan bayar semua belanjaannya. Jadi, ini adalah total harga belanjaan mbak dan ibu mbak.” Jawab sang kasir.

“Tapi…wanita itu bukan ibu saya.” Ujar Gladys lagi.

“Kalo bukan ibunya,kenapa tadi mbak bilang : Hati-hati ya bu….?” Si kasir balik bertanya.

Gladys terdiam. Tubuhnya lemas seketika. Ternyata dia sudah menjadi korban penipuan si wanita tua tadi.

NOTE : YANG KURANG TELITI AKAN TERJATUH, YANG TIDAK LOGIS AKAN TERSESAT, YANG KURANG WASPADA AKAN TERTIPU.


Komentar

TRIMATRA mengatakan…
PETROMAXXX, kapling dulu akhhh
TRIMATRA mengatakan…
Wah senengku ^horreeyyy^ bisa jadi peteromax disini setelah sebelas tahun berusaha ;))
TRIMATRA mengatakan…
hati hati juga ya fann, jangan sampai deh jadi kayak gladys.

met weekend ya, met apa ja.
TRIMATRA mengatakan…
oiya lupa , sebelum kabur , mau bilang "hati-hati ya bu?"
Aulawi Ahmad mengatakan…
kasihan si gladys moga dia dapat sabar dgn cobaan itu...:)
attayaya mengatakan…
kejammmmmmmmmmmmm
tuh perempuan kok tega2nya menyebut org yang sudah meninggal sebagai alasan
dasar penipuuuu
hajaaaaarrrrrrrrr
aku lagi bawa pentungan neh.........
attayaya mengatakan…
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
attayaya mengatakan…
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
lina mengatakan…
hati-hati ya bu...

ini sih memanfaatkan muka memelasnya. duh...penipuan berbagai kedok.
RanggaGoBloG mengatakan…
jiaaaaah... baru sepuluh menit... saya kira dapet petromaax,,, ternyata....

baca dulu akh...
RanggaGoBloG mengatakan…
lhoooh... apa maunya tuuh ibu ibu... kurang ajaaar.... trus kita harus bagaimana dooong... ???
Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan…
busyet dah si ibu,..
ada2 saja alasannya buat nipu.
Tapi hal ini merupakan peringatan bagi kita, agar senantiasa berhati-hati.
Nice posting mbak.
Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan…
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan…
ada apa sih mbak, koq ada bekas saya yang diatas dihapus oleh admin blog?
aku merasa nggak masukin koment 2 kali koq, kecuali yang ini.
Unknown mengatakan…
@setiawan : dari inetnya tuh, pak. krn sama, ya dihapus aja. koment dari attayaya juga ampe 3 kali sama semua. kyknya dari inet nya deh.
Unknown mengatakan…
@setiawan : kyknya tadi punya bapak kehapus juga dhe. maaf ya, pak. ini inet saya juga error mulu nih. sering gak jalan gitu. pas saya pikir jalan, gak taunya gak jalan.
Yolizz mengatakan…
waduuhh... bener2 tertipu sama ibu itu!! tadinya aku juga udah kesian,, penipu jaman sekarang ga bisa ditebak yah,, bisa siapa aja...
Dinoe mengatakan…
Cerita yg memberi nasehat....benar juga ya mbak..jaman skrg harus hati2, beragam bentuk penipuan semakin semarak
sibaho way mengatakan…
ini salah satu alasan, mengapa kita jadi tidak peduli dengan nenek-nenek di jalanan ... :D
Anonim mengatakan…
gx sopan bgt th alasan.a
ngaku2 kalo Gladys mirip anak.a yg udh mninggal sgala...
Tega..............
Etha mengatakan…
waduh..nenek2 yg sadis
anna fardiana mengatakan…
ya ampun...kirain nih cerita bakalan berakhir mengharukan...ternyata menyedihkan..
tuh ibu kebangetan yaaa...
udah ada mbak2 baik, eh ditipu...
-Gek- mengatakan…
Aduh, kok jaman tambah susah ya Mbak..
Mau baik salah.. ga peduli salah..

Iya, yang penting harus waspada. Kalo gini, jadinya musti lebih berhati-hati kalo bepergian sendiri.
Hati-hati ya Mbak..

*kabur*
-Gek- mengatakan…
oh iya,
Pengen nyoba buat sedikit thriller kayak si enchi, hehehehe!

Coba-coba.. :)
Suka ga mbak?
Arfi mengatakan…
waspada... tampang bisa menipu....
Sohra Rusdi mengatakan…
ada yah orang yang sudah hampir koit tapi belum sadar juga sadarlah wahai insan yang tersesat
Sohra Rusdi mengatakan…
renungan yang mantap mbak
Christine Mariska mengatakan…
maka jangan menilai sesuatu dari luar dan seperti kelihatannya sajah kali yaa :) salam kenal...
Ellious Grinsant mengatakan…
oh my God... Penipuan cara baru nih? Yak ampuuuun...
becce_lawo mengatakan…
aduhhh

kasihan sama si ibu itu yah...tega2nya paki alasan org meninggal untuk menipu...

semoga dia segera bertobat.
inuel ^_^ mengatakan…
wahhhhhhh. bener , emng harus hati-hati, terkadang orang yang terlihat baik, malah justru itu yang mempunyai niat ngga baik, waspadalah waspadalah :)
inuel ^_^ mengatakan…
wahhhhhhh. bener , emng harus hati-hati, terkadang orang yang terlihat baik, malah justru itu yang mempunyai niat ngga baik, waspadalah waspadalah :)
cikrik mengatakan…
Duh, kok endingnya tragis gini ya....hiks....
ceritatugu mengatakan…
hlo kan cuma bilang hati-hati,kenapa harus traktir
NOOR'S mengatakan…
Malam mba..maaf baru mampir lagi, posting diatas cerita beneran tuh mba...kalo iya, wah..wah ! makin pintar saja orang menipu..
Ivan Kavalera mengatakan…
kasihan banget si Gladys itu ya.
exort mengatakan…
tdnya gw pikir bakal jadi sesuatu yg spooky, ga taunya penipuan...uh dasar penipu (eh maksudnya ibu2 td ya bukan kmu heheh)
abeng beng /arjopedal mengatakan…
salm kenal
hati hati satukata yang penuh makna
Clara Canceriana mengatakan…
kenapa ya suka banyak penipuan
kesian amat tuh anak disuruh bayar 2 juta
Fanda mengatakan…
Betapa susahnya ya mau berbuat baik. Kalo kita curiga terus, lalu kapan berbuat baiknya? Tapi kalo begitu ada kesempatan kita langsung berbuat baik, jangan2 penipuan...

Tapi kurasa Tuhan pasti tahu niat baik kita. Jadi....meski niat baik kita direspon berbeda, di mata Tuhan niat baik itu tetap niat baik. Jangan pernah takut dan berhenti tuk tetap berbuat baik!
Unknown mengatakan…
@fanda : setuju, Fan.
REYGHA's mum mengatakan…
sudah tua masih nipi gimana mudanya ya....tapi kasirnya gimana se cuma bilang hati hati ya bu...koq dianggep ibunya...sapa yang salah neh..
Reni mengatakan…
Makin pinter aja penipu mengelabui korbannya....

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR