TAK KUSANGKA
Teman-teman semua tentunya sudah tahu kalau saya ngeblog karena ingin menyalurkan hobi menulis dan menaruh semua tulisan saya (khususnya cerpen) di blog agar bisa dinikmati mereka yang tidak membeli majalah yang memuat karya saya.
Tetapi saya sungguh tak menyangka, kalau tulisan-tulisan saya di blog bisa menyembuhkan fobia cerpen yang diderita oleh Munir Ardi (coba cek tulisannya di
STROBERI AWARD PEMBANGKIT SEGALA ASA .
Ternyata Munir punya pengalaman tidak menyenangkan dengan seorang cerpenis yang dicintainya ketika masih kuliah. Begitu pahitnya pengalaman itu sampai dia tak mau lagi membaca cerpen.
Dan....pil pahit itu telah dienyahkan ketika ia menemui blog ini. Wow! Saya sampai tak mampu berkata-kata. Begitu dahsyatkah pengaruh blog ini? Saya merasa tulisan di blog ini biasa saja kok. Nothing special. Tapi, kalau memang tulisan-tulisan saya bisa menginspirasi Munir dan teman-teman lain. Bahkan, bisa menyembuhkan fobianya, saya merasa sangat bersyukur.
Berarti apa yang saya posting tidak sia-sia. Rasanya saya ikut senang karena bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi teman-teman blogger.
Buat Munir dan teman-teman lain, saya punya pesan : Cerpen adalah tulisan yang bersifat fiksi. Jadi, semua yang tertulis di cerpen belum tentu kisah nyata walau tak menutup kemungkinan sebuah cerpen dibuat berdasarkan kisah nyata. Dengan selalu beranggapan bahwa cerpen adalah tulisan fiksi maka kalian tidak akan kecewa jika ternyata si penulis cerpen berbeda banget karakternya dengan tokoh-tokoh cerpennya.
Justru, kehebatan seorang cerpenis adalah jika ia bisa menciptakan berbagai karakter yang belum tentu sama dengan karakternya. Meskipun, bisa saja dalam salah satu karakter tokoh-tokohnya terselip karakter sang penulis. Tapi pasti tidak seratus persen.
Btw, thanks berat ya, Munir untuk semua pujiannya. Biarlah pujianmu saya kembalikan kepada Sang Khalik. Saya bisa menulis karena anugerahNya.
Komentar
makasih buat ku terhibur...
hmmmmm, bisa suka bikin puisi kali ya....hihihihi
btw, beneran ya, pak? Munir tuh fobia ama cerpen? kok dipanggil dinda sih? kan cowok.
aku mau belajar banyak untuk bisa bikin cerpen semacam itu...
Salam..
good or bad, that's better than "tidak menulis" ^piye iki^
@dasir : makasih ya.
Yang saya faham, saya baca dengan minat sekali! Salam dari Borneo