KETIKA SARANGMU DIBONGKAR
Beno dan Ali tinggal di sebuah kompleks perumahan sederhana. Rumah mereka bersebelahan sehingga mereka sangat akrab dan menjalin sebuah persahabatan yang indah.
Suatu hari, rumah tetangga Beno mengalami kebakaran yang besar. Api yang melalap rumah itu pun terbang dan hinggap di rumah Beno, lalu menjalar ke rumah Ali. Untunglah, pada saat kebakaran terjadi seluruh penghuni di rumah Beno dan rumah Ali sedang pergi sehingga tidak ada korban jiwa. Mereka hanya kehilangan harta benda.
Peristiwa ini membuat Beno sangat berduka. Dia sering melamun dan mengeluh :
“Oh..rumahku..istanaku….aku telah kehilangan segalanya. Dimana lagi aku harus membangun rumah? Aku tidak punya simpanan uang untuk membangun rumah.”
Melihat Beno bersedih, Ali berusaha menghiburnya.
“Tenang saja, sobat. Tak perlu risau. Kita toh masih bekerja. Berarti masih bisa mengumpulkan uang untuk membangun rumah yang baru. “
Namun, Beno tidak menghiraukan nasihat Ali. Dia tetap murung, tidak mau pergi ke kantornya, bahkan tidak mau makan. Berhari-hari, Beno duduk merenung di tanah tempat rumahnya dulu berdiri. Anak dan isterinya sampai putus asa menghibur dan mencoba membangkitkan semangatnya kembali. Mereka hanya bisa memandangi Beno dengan iba dan terpaksa harus meninggalkan Beno sendirian di sana, karena bagaimanapun juga mereka harus tetap melanjutkan hidup. Untuk sementara mereka tinggal di rumah salah seorang kerabat.
Begitu pula dengan Ali dan keluarganya. Mereka sekeluarga menumpang di rumah paman Ali. Ali juga bekerja dengan giat agar bisa membangun rumahnya kembali.
Haripun bergulir cepat. Ali berhasil mengumpulkan uang untuk membangun rumahnya. Kekurangannya dipinjam dari pamannya. Sementara Beno semakin hari semakin kurus dan jiwanya lambat laun mulai terganggu. Usaha isteri dan anaknya untuk menyadarkan dia tak jua berhasil. Bahkan, ketika Beno hendak dibawa ke rumah sakit dia malah melarikan diri dan jejaknya tak berhasil ditemukan.
Hingga suatu hari ia ditemukan telah meninggal dunia dalam keadaan yang mengenaskan. Sebuah peluru nyasar dari seorang perampok telah menembus otaknya ketika Beno sedang duduk termangu di bawah sebuah pohon.
Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu akan meniru tindakan Ali? Atau…Beno?
Kehidupan tidak pernah menjanjikan sesuatu yang abadi. Banyak hal dapat berubah dan tidak berjalan seperti yang kita harapkan. Jangan terperangkap dalam kesedihan dan penyesalan karena kenangan indah atau kejayaan yang pernah kita raih. Tuhan mengajar kita untuk bisa menghadapi segala situasi dan keluar sebagai pemenang. Jangan meratap ketika ‘sarang’ kita dibongkar.
Percaya saja bahwa tanganNya selalu terulur dan siap mengangkat kita kembali seperti halnya Ali yang akhirnya bisa membangun kembali rumahnya, karena ia selalu menaruh harapan dan percayanya pada Tuhan. Ketika ‘sarangnya’ dibongkar, ia mencari tempat lain dan berusaha untuk memperbaiki ‘sarang’ nya.
BAGAIMANA KAMU JATUH, ITU TIDAK PENTING. YANG PENTING, BAGAIMANA KAMU BISA BANGKIT KEMBALI.
Komentar
ulurkan tangan bagi yg jatuh dan ingin bangkit kembali ^_^
tapi kalo jatuhnya dari gedung 10 tingkat mungkin agak susah mu bangkit lagi ya teh?? butuh banyak usaha dan biaya buat recover..
maka akan lebih penting supaya kita selalu belajar agar tidak akan jatuh... huehuehue... tumben bener komenganku...
tapi kalimat terakhirnya pas banget!
benar-benar mampu membangkitkan semangat untuk terus berjuang...
makasih buat renungannya mbak :)
renungan yg indah...
ngomong2 si beno itu bener2 menyia2kan idupnya ya...kasian orang seperti itu.
Cuplikan yg inspiratif...
Saya jd ingat petuah seorg bijak" jgn jadikan keadaan sbg hambatan, tp jadikan keadaan sbg alasan"
kasihan kali y si Beno, dy tdk sadar bhw cobaan yg dialaminya itu hny sandungan hidup dr tuhan.....hemh...moga arwahnya diterima di sisinya...wkwkwk
Ttg angka 0 di awardmu...ya iyalah keliatan. It's obvious kan kenapa ada angka 5 didepannya. hehehe...
Saya suka artikel macam ini. Selalu menghadirkan sejuta rasa untuk terus optimis menatap hidup dan kehidupan...
Tul kan Tante...????
Rasanya PUAS bisa ninggalin jejak di sini diantara lemotnya akses net.
Maaf tante, lama gak berkunjung...