NANTI KALAU SUDAH 30 TAHUN
Seorang gadis, sebut saja namanya Tina, rela menjual dirinya untuk menikmati kehidupan yang lebih baik. Tina adalah gadis kampung yang cantik, tetapi sayang dia bukan tipe orang yang mau berjuang secara positif. Dengan mengandalkan parasnya yang ayu, Tina menjadi seorang wanita penghibur.
Dia mulai menekuni profesinya sejak usianya masih 17 tahun. Karena diimingi dengan uang yang banyak, Tina tak ragu melangkah ke dunia hitam tersebut. Bahkan, dia menjadi wanita simpanan seorang pejabat tinggi. Uang pun mengalir ke rekeningnya. Bukan hanya uang, mobil mewah, perhiasan dan gaun-gaun mewah bisa diperolehnya tanpa harus susah payah bekerja keras.
Kondisi menyenangkan ini membuat Tina betah berprofesi sebagai wanita penghibur. Ketika seseorang bertanya kepadanya : “Sampai kapan kamu akan bekerja sepert ini?”
Tina yang saat ini berusia 23 tahun, menjawab dengan kalem : “Nanti kalau saya sudah berusia 30 tahun. Sekarang kumpulin modal dulu.”
Sungguh menyedihkan! Untuk bertobat saja butuh waktu 7 tahun lagi.
Apa yang dilakukan Tina hanya salah satu respons negatif dari kesulitan hidup. Respon lainnya yang tak kalah berdosanya adalah Korupsi. Karena merasa nyaman, seseorang tidak mau berusaha melepaskan diri dari dosa itu. Respons yang lain lagi bisa berupa tindak kejahatan seperti : mencuri, merampok maupun menculik.
Alasannya : “Kami butuh makan, pak. Anak kami butuh biaya sekolah. Mau kerja enggak ada lowongan.”
Apapun alasannya, respons negatif dari sebuah kesulitan tetap tidak dibenarkan, baik oleh hukum maupun oleh Tuhan. Untuk itu, jika kita masih merespons sesuatu secara negatif sehingga menimbulkan perbuatan dosa, bertobatlah. Jangan tunggu hari esok atau lusa karena kita tidak tahu kapan kita akan meninggal.
Komentar
Salah satu sifat orang yang gx Karin sukai. Cuma karena dia cantik mau aja jadi wanita penghibur, eww...
Kalo keenakan malah nggak tobat2 kali,,,
Saat pagi tiba, janganlah tunggu sore hari. Hanya hari ini anda hidup. Bukan kemarin yang telah membawa baik-buruknya hari ini, dan tidak ada esok hari yang memang belum datang. Yang ada hanya hari ini. Hari yang mataharinya menaungimu dan siangnya menjumpaimu adalah hari ini saja.
Umurmu hanya satu hari. Maka abadikanlah hidupmu hari ini, dan seolah-olah anda dilahirkan hari ini dan mati hari ini. Saat itu anda tidak menyia-nyiakan hidup diantara kenangan masa lalu, diantara kegelisahan dan kesedihannya. Juga tidak hidup diantara kecemasan terhadap masa depan, hantunya yang mengerikan, dan perjalanannya yang menakutkan.
Kepada hari ini sajalah arahkan konsentrasimu, perhatianmu kreatifitasmu, dan kerja kerasmu. Hari ini anda harus mengerjakan shalat yang khusyu’, membaca al-Quran dengan tadabbur, dan belajar dengan perenungan, dzikir dengan penuh kesadaran, seimbang dalam berbagai perkara, berakhlak baik, ridha terhadap bagian anda, memperhatikan penampilan dan tubuh anda, dan hidup bermanfaat bagi orang lain.
Anda hidup hari ini dengan rasa senang dan bahagia, aman dan tenang, ridha dengan rezekimu, isterimu, anak-anakmu, tugasmu, rumahmu, ilmumu, dan jabatanmu.
Tuntutlah duniamu seakan kamu hidup terus dan tuntutlah akhiratmu seakan kamu mati esok.
lebih cepat lebih baik (JK bangetttt)
memprihatinkan ya,,pekerja seperti TINA sampai menunggu 30 th, baru berhenti.
Setiap kenikmatan dunia yang tak halal di dunia lain akan berubah menjadi kesengsaraan....mari yuuuk bertobat....
Setuju juga kita tak pernah tahu kapan datang nya kematian......
Siapa tahu besok arau lusa giliran kita....
Hmmmm jadi mikir2 mo ngasih wasiat password blog nih....heheheheheh...
Enaknya di tulis di hape ajah kali ya...wadooooh...
kok jadi mbahas password sih....hihihii
bner banget deh mbak..amit2 deh, jangan sampe kesulitan duniawi membutakan kita... :D
*akhirnyaa bisa mampir
karena kita tidak tahu kapan kematian akan menyapa kita
Setuju mbak. lebih baik bertobat selama kita masih diberi waktu...
sebuah renungan yang mantap mbak...
mereka pikir jangka waktu hidup ini bisa disetel kayak alarm
mereka perlu pencerahan
betapa sia2 hidupnya. semoga Tuhan memberi cahaya di hati Tina utk bertobat.
karena aku sudah lebih dari 30 tahun, berarti sekarang sudah harus bertobat....
salam kenal
Semoga saja cerita ini dapat menjadi renungan bagi kita semua agar tidak menunda dalam berbuat kebaikan...