KETIKA GEMPA MELANDA JAKARTA (LAGI)
Sekitar jam 14.57 ketika saya sedang asik mengetik postingan untuk blog THIS IS MY JOB, kompi mendadak bergoyang. Kursi yang saya duduki juga bergoyang seperti ayunan yang diguncang. Tidak kencang sih, tapi....dunia serasa gamang. Saya pun sadar, gempa melanda Jakarta lagi.
Kejadian ini persis seperti yang saya alami setahun atau dua tahun yang lalu (tepatnya kapan, saya lupa). Hanya kali ini guncangannya lebih terasa. Saya segera turun dari lantai 2 rumah saya yang merangkap ruang kantor saya. Saya beritahukan papa, mama dan seorang adik yang kebetulan sedang berada di dapur.
Papa saya yang sedang kurang fit kondisi tubuhnya sempat mengira kepalanya mendadak diserang pusing. Enggak tahunya, gempa. Mama saya malah enggak merasakan getarannya. Hanya saja, mama heran melihat air di ember kok bergoyang-goyang.
Kami pun segera keluar dan berdiri di halaman rumah. Lumayan lama gempanya. Getarannya juga terasa banget. Tubuh saya yang sedang berdiri diam di halaman rumah saja seperti ada yang menggoyang-goyangkan.
Ini baru gempa 7,3 skala Richter. Gimana kalo gempanya lebih dahsyat? Itu yang terpikir di benak saya ketika sedang merasakan goyangan gempa. Lalu, saya teringat bahwa saya hanya bisa berusaha menyelamatkan diri dan berdoa minta perlindunganNya. Hanya itu.
Jujur, peristiwa gempa yang saya alami ini secara enggak langsung mengingatkan saya untuk hidup lebih benar lagi di hadapanNya. Sebab, saya enggak tahu apa lagi yang akan terjadi kelak? Mengingat, begitu banyaknya bencana alam yang kerap terjadi, saya harus lebih berjaga-jaga. Jaga hati, pikiran dan perbuatan sebab saya enggak tahu kapan Tuhan memanggil saya. Bagaimana kalau tiba-tiba?
Saya enggak ingin Dia memandang saya dengan sedih karena saat waktu saya tiba, saya belum siap. Sungguh, gempa yang barusan terjadi merupakan peringatan dariNya kepada saya. Mungkin juga kepada semua umat manusia. Sudahkah kita hidup benar di hadapanNya? Sudahkah kita sungguh-sungguh melaksanakan firmanNya, mentaati perintahNya?
Komentar
Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari bencana ini dan semoga saudara-2 kita yang menjadi korban gempa ini diberi kekuatan. Amin.
saya sempat nelpon ke saudara ,,tadi mba ,,ketika ada kabar gempa.
katanya rada lama dan besar .
di JAKARTA ,gempa juga mba, gempa tadi sore?,,,masih trauma akan gempa yang lalu ya,,?
semoga gempa tak akan ada lagi ...
Semoga semuanya baik-baik saja.
Untunglah, keluarga dan rumahmu baik2 aja ya...
Benar mbak bencana membuat kita merenung dan mawas diri, apakah kita sudah cukup bekal jika sewaktu-waktu sudah habis masa berlaku kita di dunia.
Di Bogor juga kenceng banget siang tadi mbak.....
gempa di jkt disini diriku cuma dengar berita dan berharap gak ada korban jiwa..
wahaha.. pas buka game..
-Tak peduli berapa umurmu.
-Tak peduli siapa kamu
-Tak peduli sedang apa kamu.
So, belum tentu orang-orang tua, sakit-sakitan diambil terlebih dulu oleh-Nya.
Menyiapkan bekal terbaik berupa imtaq sangat dianjurkan.
Salam dari Surabaya
Tuhan sedang 'menyentil' manusia.
Semoga tabah para korban bencana.
Buat yg mampu, maRi kita bantu mereka, sisihkan sedikit uang jajan kita untuk sekedar meringankan beban penderitaan mereka
@riosemut : setuju mari membantu korban gempa.