JEMBATAN KASIH
Dodi dan Andi adalah dua bersaudara yang mempunyai rumah yang terletak dalam satu kompleks dan berdiri di atas sebidang tanah yang sangat luas. Selama 20 tahun mereka hidup rukun, namun suatu hari hubungan mereka retak karena kesalahpahaman yang tidak diselesaikan. Mereka pun tidak mau saling berbicara satu dengan yang lainnya.
Suatu hari seorang pria datang menemui Dodi dan berkata :
“Pak, saya ini seorang tukang kayu yang sedang butuh pekerjaan. Bila bapak berkenan memberi pekerjaan kepada saya, maka saya akan bekerja dengan baik.”
Setelah berpikir sejenak, Dodi menjawab :
“Hmmm…saya punya pekerjaan untukmu. Kamu lihat rumah yang di seberang sana. Itu adalah rumah adikku. Beberapa waktu yang lalu, dia membuat sebuah danau kecil yang memisahkan tanahku dengan tanahnya. Aku tidak mengerti mengapa dia membangunnya. Mungkin untuk mengejekku. Tapi aku akan membalasnya. Di sana ada banyak kayu milikku. Kamu buatkan pagar yang sangat tinggi sehingga aku tidak lagi melihat rumah itu. Aku ingin melupakan dia.”
Sang tukang kayu mengangguk paham.
“Saya mengerti maksud tuan. Besok saya akan mulai bekerja.”
Dua hari kemudian, si tukang kayu memberikan laporan pada Dodi bahwa pekerjaannya telah selesai. Dodi sangat terkejut ketika melihat pekerjaan si tukang kayu. Yang dibuat tukang kayu itu adalah sebuah jembatan yang sangat indah untuk menghubungkan kembali rumah Dodi dengan rumah Andi.
“Mengapa kamu malah membangun jembatan? “ tanya Dodi kesal.
Belum lagi si tukang kayu sempat menjawab, dari arah seberang tampak Andi berjalan tergesa menghampiri kakaknya. Dodi semakin kesal. Dia bersiap-siap untuk bertengkar dengan adiknya. Tetapi setelah dekat, sang adik malah memeluknya dan berkata :
“Kak Dodi..kamu baik sekali mau membangun jembatan indah itu. Padahal sikapku padamu selama ini sangat buruk. Maafkan aku ya, kak..”
Hati Dodi pun luluh mendengar ucapan adiknya. Dia menyambut Andi dengan sukacita karena sebenarnya dia pun rindu berdamai dengan Andi.
Melihat pemulihan hubungan kakak beradik itu, tukang kayu bersiap untuk pergi dan ketika diminta tinggal beberapa hari lagi, ia menjawab :
“Saya ingin tinggal lebih lama, tetapi masih banyak jembatan di tempat lain yang harus saya bangun.”
Adakah jembatan kasih dengan orang tua, adik, kakak, mertua,menantu, sahabat dan tetangga kita sedang terputus? Sebagai orang yang lebih dewasa karakternya, marilah kita lebih dulu membangun jembatan itu. Tanggalkan harga diri yang semu dan kesombongan yang membatasi hidup kita.
Komentar
dan sangat susah untuk membangunnya kembali...
salam mbak...
namun terkadang jembatan yang sudah terbangun begitu indah dan megah, seketika runtuh hanya karena ulah pribadi yang mementingkan diri sendiri.
Semoga dengan postingan ini, membuat kita semua dapat memelihara jembatan kokoh yang selama ini kita sudah bangun.
Saya membuat jembatan untuk 600 orang lebih yaitu sebuah Buku Silsilah berjudul Trah Mochamad Chasan. Beliau adalah kakek isteri saya. Anak -cucu-cit-buyut-udeg2-siwurnya yang sudah berjumlah 600 lebih domisilinya tersebar, bahkan ada yang di Belanda.
Kini, dengan buku silsilah itu jembatan silaturahmi sudah saya buatkan.
Salam dari Surabaya
MAri kita bangun jembatan kasih ....
makasih mba Fanny
@Pakde Cholik: bagi-bagi ilmunya Pak...
memberi pencerahan dikala pagi menjelang siang ini...
setuju banget, pencerahan yang oke mbak. jembatan itu harus selalu kita jaga kuat-kuat.
wassalam
nice story mbak...
tpi cerita yg menarik mbak...
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
jembatan jawa sumatera
eh komenku ga nyambung ya
hehehehehe
mo cari takjilan dulu ahhhh
Waduh baru tau juga nih kalau Buwel itu ..... A-Chen... busyet dah.
artikelnya penuh nasehat .
trims mba ,,,,
sukses buat mba .
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
blue suka u memberikan postingan yang ringan namun nice banget
salam hangat selalu
Jangan dipikir gula pasti manis atau pare pasti pait. Gula nggak mesti manis. Intelektual nggak mesti mampu berpikir. Dan sarjanapun nggak pasti pinter.
Tukang kayu jauh lebih bisa memahami apa yg terjadi....
renungan yg oke...
*ngintipin fany bentaran hihihi*
jago bener sih buat ceritanya ^_^
hati saya tergerak untuk memaafkan orang tua yang meningalkan saya T_T
boleh ya mbak?