TERLALU SENANG
Kemarin siang, saya menerima telpon dari mbak Editor majalah SEKAR. Katanya, cerpen saya akan dimuat di majalah itu tapi...kelebihan 580 kata. Ups! Saya kaget sejenak. Tak menyangka, cerpen itu bisa dimuat di sana. Secara saya sudah pernah mengirimkannya ke majalah lain tapi tidak dimuat.
Padahal, cerpen itu pernah dipuji bagus oleh pak Editor dari majalah lain, tapi karena pernah ditolak, saya pikir, majalah Sekar juga akan menolaknya. Waktu ngirim cerpen tersebut, saya juga tak berharap banyak. Iseng saja. Siapa tahu dimuat. Eh, bener! Bisa dimuat. Hanya...kepanjangan. Akhirnya, saya diminta untuk merevisi cerpen tersebut agar tidak terlalu panjang. Hasil revisi ditunggu sampai sore.
Langsung aja deh, saya kutak-katik tuh cerpen. Edit sana sini. Lalu kirim lagi ke redaksi SEKAR. Tak sabar menunggu kabar, saya telpon ke mbak Editor. Memberitahu dia kalau revisi cerpennya sudah saya kirim by imel. Saya sebutkan juga kalau saya berhasil menghilangkan 900 karakter. Si mbak heran, kok, 900 karakter? Yang dia maksud adalah 580 kata. Bukan Karakter.
Astaganagabonar jadi 500! Saya tercengang dan baru sadar kalau yang saya revisi itu karakternya, bukan jumlah kata. Yaelah! Ini nih..akibat terlalu senang karena cerpennya lolos seleksi. Duuh, memalukan! Saya pun berjanji segera memperbaikinya lagi.
Tapi, si mbak Editor baik lho! Dia sampai kirim SMS lagi dan menyebutkan total kata dalam sebuah cerpen yang mereka inginkan maksimal 1.500 kata. Yo wis, saya kebut lagi merevisi cerpen itu. Fiuh! Lumayan memusingkan! Karena banyak sekali kata yang harus saya potong karena jumlah kata seluruhnya sekitar 1979.
Usai kutak katik lagi, akhirnya dapat deh 1491 kata. Saya segera kirim tuh cerpen dan tak lupa kirim SMS ke mbak Editor, memberitahukan kalau cerpen sudah direvisi.
Tapi, belum dapat jawaban nih. Apakah revisinya oke atau belum?
Hhh, yang penting sudah berusaha. Doakan ya, biar dimuat. Soalnya, cerpen saya belum pernah dimuat di majalah Sekar. Baru kali ini saya coba kirim ke sana. Kalau berhasil terbit, berarti ini majalah wanita pertama yang memuat karya saya. Selama ini, yang memuat karya saya kan kebanyakan majalah remaja. Semoga ini menjadi langkah awal bagi saya untuk menulis cerpen dengan tema yang lebih mature.
Komentar
BTW, aku boleh tanya gak..., karena aku benar-2 gak ngerti bagaimana cara menghitung jumlah kata yang dalam sebuah tulisan ? Kan gak mungkin to dihitung satu-2 ?
Hehehe..., maaf kalau tanyanya katrok gini, soalnya aku bener-2 gak ngerti...
*ingat kata pepatah : malu bertanya sesat di jalan* (^_^)
wah emang mana nih cerpen yg mau diterbitkan? kok gak ada referensinya?
diriku kan juga pengen liat,kalo udah sms slam ya di 911 hehehehe pisss
Jangan lupa traktirannya hehehe :P
pasti bagus kali yak...
Kok bisa sih????
SEMOGA BISA DIMUAT DEHHH!!!!!!!!
Tapi tetap semangat mbak....
Didoain moga cerpennya bisa dimuat secepat'x :)
aku nulis 100 karakter ajah susahnya minta ampyun... ikz...
@distiwan : kirim aja ke email mereka. alamat imelnya ada di blog Graha Sastra.
@joe : karakter beda dg kata.
Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]
Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]
Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]
Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]
Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]
saya kadang kebingungan, baru beberapa hari saya ndak ngeblog, saya dah ketinggalan jauh dengan artikelnya.
mungkin kalau bisa frekuensi postingnya agak di sedikitkan ya?
Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]
terserah pemilik aja...
Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]
semoga cerpen2 selanjutnya juga menyusul...
salam...
Jadi penasaran cerpenmu yg lebih mature itu, Fan. Kan selama ini genrenya remaja. Semoga cepat dikabarin deh..
Selamat berkarya.
kalo dimuat, saya ditraktir jus stroberi ya
hehe
tar posting dunk yah ceritanyaa
Smoga langkah awalnya sukses
Chalief
hebat euy kamu fan...
selamat yah..makin mantap aja karir menulismu. bisa2 suatu saat kamu jadi penulis skenario film nih... :) amiin,,,,
Thanks ya..