MELATIH KEJUJURAN
Seorang wanita bernama Wiwik bekerja di bagian General Affairs yang tugasnya antara lain : membeli peralatan/perlengkapan kantor seperti : komputer dan ATK (alat tulis kantor) . Dalam menjalankan tugasnya, Wiwik seringkali berhubungan dengan para penjual peralatan dan perlengkapan kantor tersebut.
Karena jumlah peralatan kantor yang dibeli perusahaan Wiwik selalu dalam jumlah besar, maka para penjual itu pun selalu berusaha membina hubungan baik dengan Wiwik selaku wakil dari perusahaan. Tentu saja maksudnya agar Wiwik tidak berpaling ke penjual lain.
Setiap menjelang lebaran, Wiwik selalu mendapat bingkisan dari mereka. Ada yang berupa parcel, sekardus buah import, sekotak kue tart lezat, bahkan tak jarang berupa voucher belanja di supermarket.
Tetapi, di samping bingkisan menjelang lebaran, Wiwik juga selalu ditawari ‘Bon Lain’ dan ‘Bon Kosong’. Wah, makanan apa tuh? Apakah itu sejenis es bon-bon?
Bon Lain adalah sejenis tanda terima uang pembelian yang mencantumkan harga pembelian lebih tinggi ketimbang harga sebenarnya. Wiwik bisa menentukan berapa harga pembelian yang harus ditulis di bon ini. Tentu saja, harga pembelian yang ditentukan Wiwik harus lebih besar ketimbang harga sebenarnya.
Bon Kosong adalah sejenis tanda terima uang pembelian yang sengaja dikosongkan oleh si penjual agar Wiwik bisa mengisi nominalnya sendiri. Misalnya : harga barang sebenarnya Rp.500.000,-, maka dengan adanya bon kosong, Wiwik bisa menulis harga barang Rp.550.000,- atau bahkan lebih dari itu.
Dengan adanya tawaran Bon Kosong dan Bon Lain tersebut, Wiwik bisa mendapatkan uang tambahan. Kantornya tetap membayar Rp.550.000,- walau harga barang hanya Rp. 500.000,- dan Wiwik mencicipi sisanya Rp. 50.000,-. Coba hitung, berapa uang yang akan diperoleh Wiwik jika ia mau menggunakan kesempatan ini. Apalagi jika kantor tempatnya bekerja sering membeli peralatan kantor dalam jumlah besar. Tapi Wiwik tidak pernah menerima penawaran tersebut. Dia selalu meminta Bon yang sudah terisi dengan harga sebenarnya. Hingga suatu kali, seorang pedagang komputer yang menjadi langganan kantornya bertanya kepada Wiwik :
“Bu Wiwik, kenapa selalu menolak tawaran Bon Lain dari saya? Kan lumayan! Bisa nambah uang belanja. “
“Oo..terima kasih atas tawarannya, pak. Tapi..saya sedang melatih kejujuran nih.” Jawab Wiwik sambil tersenyum.
Wiwik benar. Kejujuran memang tidak bisa diperoleh secara instant. Kejujuran harus dilatih.
Mungkin saat ini kita sedang tergoda untuk bertindak tidak jujur karena tekanan ekonomi, tapi..ingatlah apa yang kita tabur itu yang akan kita tuai. Lagipula, kita juga harus mempertanggungjawabkan setiap perbuatan kita kepada Tuhan. Atau, mungkin kita sedang putus asa karena sulit untuk bertindak jujur. Bangkit dan jangan menyerah, sebab kejujuran itu suatu proses. Bila kita setia melatih diri, maka kita akan mendapatkan hasilnya di kemudian hari. Terlebih lagi, janji Tuhan bagi orang jujur adalah masa depan yang cerah.
Komentar
Kejujuran bukan benda mati yang selalu sama dan sebangun.
Kejujuran pasti ada turun naiknya .
Setiap saat kita selalu berlatih tentang kejujuran.
wise posting bu guru.
mangkanya buwel bilang, dari dulu kok 240an terus nggak nambah2, akhirnya malah kekejar bang iwan....heheheheheheh...
selamat deh buat bang iwan *LHO*....hihiihihihi
Tuh Buwel udah ngomel komentnya kurang teyus.
OTOMATIS TERPASANG, sisa didrag saja di mana widget itu akan disimpan. Tentunya dengan menghapus widget sebelumnya. Moga berhasil. Ikuti saja petunjuk yang ada.
maaaab juga untuk embaaaakkkk
Keep blogging ya, Mbak... BTW untuk awardnya akan muncul pukul 17.00 sore ini.
Terimakasih
jd kita harus melatih diri kita sendiri dari sekarang yahhh....
itu kan bukan latihan, tapi udah praktek
kakaka...
Kalau kita berbuat baik, kita tidak akan takut pada apa apa...
Salam
harus banyak berlatih membiasakan hati untuk selalu jujur.
"sekecil debu pun apa yg kita perbuat ada balasannya kelak"
musti kita latih...sehingga terbiasa dan akhirnya tiap mau boong jadi ada rasa bersalah dan berat utk melakukannya hehheh
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
belajar jadi orang jujur juga ah hohohohoho ...
Mohon maaf mbak selama berkunjung dan koment mungkin sering ada ungkapan yang tak terjaga, mungkin ada pernyataan yang tidak seharusnya.
Dengan segala kerendahan hati sudilah kiranya dimaafkan,..
Renungan yang indah mbak.. ^_^